Ulasan Tentang Apa Itu Ergonomi , Ruang Lingkup,Prinsip Kerja dan Aspeknya Secara Lengkap

Ulasan Tentang Apa Itu Ergonomi , Ruang Lingkup,Prinsip Kerja dan Aspeknya Secara Lengkap

1.Apa Itu Ergonomi

Ulasan Tentang Apa Itu Ergonomi , Ruang Lingkup,Prinsip Kerja dan Aspeknya Secara Lengkap . Sejarah ergonomi mulai dicetuskan pada tahun 1949, namun kegiatan yang berkenaan dengannya sudah bermunculan puluhan tahun sebelumnya.
Secara etimologi, ergonomi ini berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata ergon yang maksudnya kerja serta nomo yang maksudnya itu peraturan ataupun hukum.

Secara terminologi, penafsiran ergonomi ialah sesuatu peraturan mengenai bagaimana melakukan kerja dan perilaku kerja.Secara umum, apa itu ergonomik ialah sesuatu ilmu yang menekuni watak, keahlian dan keterbatasan manusia buat merancang sesuatu sistem kerja sehingga orang tersebut dapat hidup dan bekerja pada sesuatu sistem dengan baik serta menggapai tujuan yang di idamkan dengan secara efisien, nyaman dan aman.

2. Ruang Lingkup Ergonomi

Apakah ruang lingkup ergonomi?
Ruang lingkup ergonomi merupakan ilmu dari pendidikan multidisiplin ilmu lain yang menjembatani sebagian disiplin ilmu dan professional, dan merangkum data, penemuan, serta prinsip dari tiap-tiap keilmuan tersebut. Keilmuan yang diartikan antara lain ilmu faal, anatomi, psikologi faal, fisika, serta metode.Ilmu anatomi memberikan cerminan wujud badan manusia, keahlian badan ataupun anggota gerak buat mengangkut ataupun ketahanan terhadap sesuatu gaya yang diterimanya.

Ilmu psikologi membagikan cerminan terhadap guna otak serta sistem persyarafan dalam kaitannya dengan tingkah laku, sedangkan eksperimental berupaya menguasai sesuatu metode gimana mengambil perilaku, menguasai, menekuni, mengingat, dan mengatur proses motorik. Sebaliknya ilmu fisika serta metode membagikan data yang sama buat desain area kerja dimana pekerja ikut serta.Kesatuan informasi dari beberapa bidang keilmuan tersebut, dalam ergonomi dipergunakan buat mengoptimalkan keselamatan kerja, efisiensi, serta keyakinan diri pekerja sehingga bisa memudahkan pengenalan serta uraian terhadap tugas yang diberikan dan buat tingkatkan kenyamanan serta kepuasan pekerja( Oborne, 1955).



3. Prinsip Kerja Ergonomi

  • Pakai tenaga seefisien bisa jadi, beban yang tidak wajib dikurangi ataupun dihilangkan, perhitungkan gaya berat yang mengacu pada berat tubuh serta apabila butuh pengungkit selaku perlengkapan pembantu.
  • Perilaku badan berdiri, duduk serta jongkok sebaiknya disesuaikan dengan prinsip- prinsip ergonomi.
  • Panca indera bisa dimanfaatkan selaku alat kontrol, apabila sulit perlu istirahat serta apabila lapar ataupun haus wajib makan atau minum.
  • Jantung digunakan selaku parameter yang diukur lebih dari jumlah maksimum yang diperbolehkan ( Wignjosoebroto, 2003).

4. Pengertian Ergonomi K3

Bermacam kasus yang dialami pada bidang ergonomi dan K3 ( Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dalam suatu perusahaan merupakan suatu perihal yang penting buat dikaji. Alasannya, perihal tersebut berhubungan dengan keamanan serta kenyamanan dalam bekerja, yang dapat memastikan baik ataupun buruknya formasi kerja dalam sesuatu perusahaan.Pendekatan ergonomi sendiri ialah sesuatu upaya dalam wujud ilmu, teknologi, serta seni yang bisa menyelaraskan alat, mesin, pekerjaan, sistem, organisasi, serta area dengan keahlian serta keterbatasan yang dimiiki oleh manusia.

Dengan begitu, diharapkan bakal tercapai suatu keadaan serta area yang sehat, nyaman, aman, efektif serta produktif, lewat pemanfaatan fungsional badan manusia secara lebih maksimal serta optimal.Ergonomik bisa didefinisikan selaku ilmu pengetahuan yang mencampurkan bermacam data seputar keterbatasan manusia, watak, keahlian dengan tujuan mengefektikan, menyamankan, mengefisienkan dan menyehatkan suatu sistem.Di sisi lain, K3 merupakan kepanjangan dari Kesehatan, Keselamatan Kerja merupakan keadaan dimana suatu sistem yang terbebas dari seluruh berbagai kendala internal ataupun dari luar, yang bisa diakibatkan oleh kesusahan yang terjalin ataupun aspek area kerja dan kerusakan ataupun kerugian di tempat kerja yang berbentuk pemakaian mesin, perlengkapan, bahan- bahan, dan proses pengolahan, area kerja, lantai tempat kerja, serta pula tata cara kerja.

Pengertian Ergonomi



5. Aspek Ergonomik

A. Pengukuran atau Antrometrik

Antrometrik merupakan sesuatu bidang ilmu yang berhubungan dengan pengukuran badan manusia misalnya besar tubuh serta jangkauan tangan. Contoh: Pengukuran buat pria yang tergabung dalam angkatan bersenjata tidak bisa diterapkan buat dimensi untuk pria secara umum.

B. Aspek Ergonomik Dalam Stasiun Kerja

  • Berhubungan dengan area kerja, Posisi, Pemanfaatan serta Keadaan lingkungan
  • Berhubungan dengan durasi kerja
  • Type Pekerjaan
  • Bagaimana beban psikologi

C. Tujuan Pencahayaan

  • Menghindarkan pemakaian dari sinar terang
  • Mendapatkan penyeimbang antara kecerahan( brightness)
  • Menjauhi sinar langsung ataupun sinar pantulan yang langsung memahami layar tampilan.
  • Menjauhi pengguna dari sinar cerah langsung dari pantulannya
  • Mendapatkan penyeimbang antar kecerahan layar tampilan serta kecerahan pencahayaan yang terdapat di depan user.
  • Menghidari sinar langsung ataupun pantulan yang langsung mengenai layar tampilan.
  • Memberikan kepercayaan kalau terdapat pencahayaan yang lumayan buat pekerjaan yang tidak memakai layar tampilan.

D. Kendala Suara

Berasal dari AC, pc, manusia, suara speaker serta perlengkapan lain yang mengakibatkan terganggunya konsentrasi pengguna dalam melakukan kegiatan.

E. Temperatur dan Mutu Udara

Temperatur serta kelembaban ialah aspek yang sangat berarti dalam mutu. Biasanya dipakai perlengkapan penyaringan udara, semacam AC.

F. Kerutinan Kerja

  • Bekerjalah dalam kondisi santai serta posisi yang benar
  • Mengganti posisi duduk( buat menghindari keletihan otot)
  • Berdiri serta mengambil beberapa menit buat mengendurkan ketegangan otot serta jalani berolahraga ringan
  • Mengusahakan buat tidak mengantuk dalam jangka waktu yang lama yang memberikan tekanan tubuh yang berat
  • Mengambil istirahat secara periodik
  • Mengecek kerutinan kerja serta jenis kerja yang bakal dilakukan
  • Membagi waktu buat bekerja secara bergantian sehingga tidak duduk dalam selang waktu yang lama ataupun melaksanakan kegiatan yang sama terus menerus.

G. Kesehatan dan Keamanan Kerja

  • Beban visual ( berbentuk iritasi mata, pemikiran yang mengabur serta kadang-kadang diiringi timbulnya rasa pening pada mata)
  • Beban otot ( keletihan otot, ketegangan otot serta rasa sakit pada sebagian bagian semacam siku, jari tangan serta leher)
  • Beban bentuk badan( berhubungan erat dengan otot buat mempertahankan posisi sepanjang duduk dikursi)
  • Beban tekanan emosi( bisa timbul dalam wujud rasa nyaman, rasa tertekan ataupun tekanan mental)

6. Ergonomi Tata Ruang Kantor

Tata ruang kantor merupakan penataan alat-alat kantor pada letak yang pas dan pengaturannya tempat kerja yang memunculkan kepuasan bekerja untuk para pegawai( The Liang Gie 2000: 186).Ergonomi Tata Ruang Kantor juga memiliki tujuan seperti dibawah ini.

  • Menghindari penghamburan tenaga serta waktu pegawai sebab prosedur kerja dipersingkat.
  • Menjamin kelancaran dalam proses bekerja.
  • Meningkatkan konsumsi ruang kerja supaya lebih efisien serta efektif.
  • Menghindari pegawai di bagian lain tersendat oleh publik yang hendak menemui bagian tertentu, menghindari terganggunya oleh suara bising serta lain sebagainya.
  • Menghasilkan atmosfer yang aman untuk petugas ataupun pegawai.
  • Mempermudah arus komunikasi antar pegawai serta arus kerja.
  • Rasa mempunyai serta loyalitas pada kelompok kerja serta terpelihara.

Demikianlah sedikit ulasan tentang apa itu ergonomi , ruang lingkup,prinsip kerja dan aspeknya .Saya berharap artikel ini dapat menambah wawasan pembaca.Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

%d blogger menyukai ini: