Simak Pembahasan Tentang Arti Bilyet Giro dan Rekonsiliasinya

Simak Pembahasan Tentang Arti Bilyet Giro dan Rekonsiliasinya

Simak Pembahasan Tentang Arti Bilyet Giro dan Rekonsiliasinya.Istilah bilyet giro memanglah lumayan sering di dengar di dunia perbankan. Selain itu, sebutan tersebut dikenal juga dengan bermacam istilah. Mulai dari surat perintah, pesan berharga, ataupun salah satu perlengkapan pembayaran non tunai

Biasanya berbentuk selembar kertas, bila dilihat mirip dengan sebuah cek. Walaupun sama secara wujud, tetapi pasti keduanya berbeda. Simak pembahasan tentang arti bilyet giro ,sifat, ketentuan resmi dan rekonsiliasinya.

1. Arti Bilyet Giro

Arti Bilyet giro merupakan mekanisme pembayaran ataupun pencairan uang yang berlaku pada rekening giro. Bilyet merupakan surat perintah kepada bank penyimpan dana untuk memindahkan dana dalam jumlah tertentu ke rekening lain yang tertulis dalam dokumen bilyet giro.Bilyet giro mempunyai bermacam kegunaan yang membuat banyak orang merasa aman buat memakainya.

Salah satu kegunaan bilyet giro ialah keamanan transaksi yang terjamin sebab pencairan bilyet giro wajib dilakukan oleh penerima bilyet yang dituju.Bila diwakilkan, maka perwakilan wajib menampilkan surat kuasa dalam pencairan bilyet.Tidak hanya itu, bilyet giro pula pula mempunyai limit yang besar, ialah Rp. 500 juta Rupiah.Apabila tidak digunakan, tipe pembayaran non tunai ini pun bisa diblokir kapan saja.



2. Sifat-Sifat Bilyet Giro

Sama dengan perlengkapan pembayaran non tunai lain, bilyet giro memiliki sifat spesial atau khusus. Sifat-sifat tersebut memungkinkan untuk membedakannya dengan alat pembayaran non tunai lain.Berikut apa saja sifat- sifat dari salah satu instrumen pembayaran non tunai sangat nyaman tersebut.

A. Tidak Dapat Dibayar Dalam Wujud Tunai

Namanya saja ialah instrumen pembayaran non tunai, oleh karena itu jangan harap dapat melaksanakan pembayaran cash memakai ini.Sistemnya saja cuma dapat berjalan dengan pemindahbukuan.

B. Mempunyai Masa Berlaku

Bilyet giro memiliki masa berlaku warkat yakni 70 hari. Dihitung mulai dari tanggal pembukaan bilyet itu sendiri. Tetapi terdapat kalanya dalam bilyet tidak tercantum bertepatan pada pembukaan. Kerapkali pemegang bilyet bingung dengan perihal ini.Sementara itu terdapat cara khusus yakni memakai acuan lain menjadi dasar perhitungan. Sangat sering yang dipakai selaku dasar perhitungan bila bertepatan pada pembukaan tidak tertulis yakni memakai tanggal efektif.

C. Pembayaran Juga Bisa Dilakukan Saat Jatuh Tempo

Tidak seperti instrumen pembayaran non tunai yang lain, metode pembayaran ini bisa dibayar disaat jatuh tempo. Saat sebelum jatuh tempo hingga tidak dapat melakukan proses pembayaran.

D. Bisa Dibatalkan Langsung Oleh Penarik Secara Sepihak

Bilyet giro bakal senantiasa legal apabila penarik langsung melaksanakan pembatalan sepihak. Tetapi dengan salah satu ketentuan ialah keadaan saldo harus memadai. Tetapi, lain perihal disaat waktu jatuh tempo, bilyet tidak dapat dan langsung dibatalkan.

Terlebih bila dalam keadaan saldo tidak memadai hanya untuk menutup nilai yang tertera. Dalam perihal ini pembatalan wajib dibubuh dengan sebab yang jelas. Sehingga bisa cukup dipahami oleh sebagian pihak yang ikut serta.

Pengertian bilyet giro


3. Ketentuan Resmi Bilyet Giro

Dalam penggunaannya, terdapat syarat-syarat resmi yang diresmikan oleh Bank Indonesia( BI) supaya legal selaku alat pembayaran serta transaksi perbankan terpaut dengan rekening giro. Standard serta ketentuan resmi bilyet giro ini terbuat dengan tujuan melindungi pengguna sekalian mengindari transaksi yang menjadi bagian dari pencucian uang. Berikut adalah standar resmi pada bilyet giro:

  • Tertera nama“ Bilyet Giro” serta nomor unik pada bilyet giro yang digunakan.
  • Ada nama bank ataupun pihak tertarik.
  • Terdapatnya perintah yang jelas buat pemindahbukuan dana atau uang dari rekening penarik.
  • Ada nama serta rincian nomor rekening pemegang bilyet giro.
  • Bank tujuan ( pemegang bilyet giro).
  • Nominal ataupun jumlah dana yang dipindahbukukan.
  • Tanggal serta tempat penarikan.
  • Ada stempel serta tandatangan cocok dengan kesepakatan serta persyaratan pembukaan rekening.

Bilyet giro bisa dikatakan asli serta dapat digunakan serta dicairkan bila penuhi ketentuan serta standar tersebut diatas.Data mengenai pencairan bilyet giro wajib cocok dengan apa yang tertera pada bilyet giro. Tidak cuma itu terdapat beberapa hal yang wajib dicermati nasabah rekening giro dalam memakai bilyet giro, seperti berikut ini.

  • Penggunaannya bertujuan buat tujuan pemindahbukuan.
  • Instrumen pembayaran ini tidak bisa dipindahtangankan, jadi wajib dengan yang bersangkutan.
  • Cuma berlaku buat transaksi mata uang rupiah.
  • Data dalam dokumen bilyet giro wajib ditulis dalam bahasa Indonesia.


4. Rekonsiliasi Bilyet Giro

Pada saat menerima pembayaran dalam wujud bilyet giro serta dana tersebut sudah dipindahkan ke bank buat ditaruh dalam jangka waktu yan lumayan lama, bank menggunakan uang ini buat perihal yang lain. Sebagai imbal balik dari pemakaian uang simpanan giro tersebut, bank membagikan jasa giro. Jumlah jasa giro ini langsung dimasukan ke saldo kas yang terdapat di bank tanpa sepengetahuan pemilik.

Dampaknya, pendapatan ini tercatat di kas bank namun belum terdapat di kas internal perseroan. Buat mencocokannya, pihak perusahaan wajib mencatatnya di kasnya sendiri.Proses pencocokan rekening bank serta kas ini kerap disebut dengan proses rekonsiliasi keuangan ataupun rekonsiliasi bank. Proses ini umumnya dikerjakan di akhir periode, di mana seseorang akuntan akan mencocokkan saldo pada bank serta saldo yang tercatat pada transaksi bisnis.Proses rekonsiliasi umumnya dapat menghabiskan banyak waktu, karena seseorang akuntan wajib mencocokkan transaksi satu per satu.

Demikianlah ulasan mengenai arti bilyet giro ,sifat, ketentuan resmi dan rekonsiliasinya.Semoga artikel kali ini menambah wawasan pembaca.Terima kasih sudah membaca artikel ini.o

%d blogger menyukai ini: