Simak Arti Piutang Dagang Disertai Dengan Rumus Rasionya

Simak Arti Piutang Dagang Disertai Dengan Rumus Rasionya
Sumber gambar : Freepik.com

Arti piutang dagang (account receivable) ialah hak perseroan kepada pihak lain yang nantinya hendak dimintakan pembayarannya apabila telah waktunya.Account receivable terjadi karena disebabkan oleh perseroan mengaplikasikan penjualan beberapa barang dagangan ataupun produk lain maupun jasa secara kredit.Umumnya tagihan ini tidak dinyatakan dalam sesuatu perjanjian spesial sebagaimana tagihan yang lain.

Oleh karena itu pelunasan ini kurang terjamin, serta sulit buat dipindahkan ataupun diperjualbelikan.Tagihan dagang yang diharapkan tertagih dalam jangka waktu satu tahun juga diklasifikasikan sebagai harta lancar tanpa memandang jangka waktu tertagihnya.Tetapi jika jangka waktu penagihannya lebih dari satu tahun, harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.




1. Cara Mengelola Piutang Dagang Secara Efektif

Dalam mengelola tagihan dagang, terdapat 2 perihal yang sangat dihindari:

A. Tidak Tertagih,

Bagian satu ini memanglah menakutkan. Perusahaan sesehat apapun bakal kolaps apabila mempunyai masalah seperti ini.

B. Jatuh Tempo.

Pembayaran yang melewati jatuh tempo pun dapat jadi parasit dan sanggup mengikis kesehatan keuangan perseroan dalam jangka panjang.

Apapun yang terjalin diantara kedua situasi tersebut, bakal mengharuskan industri buat melaksanakan salah satu diantara kedua cara berikut ini:

• Mencari pinjaman bank dalam menutupi kebutuhan kasnya tentu diiringi beban bunga yang wajib ditanggung perseroan.
• Mengurangi kapasitas perusahaan dalam menciptakan produk ataupun jasa

pengertian piutang dagang disertai rasionya

2. Cara Mencatat Piutang Dagang,

Perseroan melaporkan tagihan usaha bersumber pada nilai realisasi bersih. Sederhananya, itu merupakan jumlah debit bruto dikurangi debit tidak tertagih.

Kerapkali, perseroan hendak mengkategorikan dengan bersumber pada tingkatan kolektibilitasnya, umumnya bersumber pada jenis usia dari tagihan tersebut.Jenisnya yaitu mulai dari 0 sampai 30 hari, 30 sampai 60 hari, 60 sampai 90 hari, serta seterusnya.

Buat tiap jenis, perseroan memperkirakan probabilitas kolektibilitas piutang. Perusahaan mengalikan nilai probabilitas dengan jumlah debit dari tiap jenis. Setelah itu, perseroan menjumlahkan tiap jenis buat memperoleh total penyisihan untuk account yang tidak bisa ditagih.



3. Cara Menghitung Rasio Piutang Dagang.

A. Rasio Perputaaran Piutang,

Anda bisa menghitung perbandingan ini dengan membagi penjualan dengan tagihan dagang rata- rata.Perbandingan ini menampilkan seberapa baik perseroan memakai serta mengelola kredit yang diberikan kepada pelanggan. Perbandingan ini memberi tahu seberapa cepat utang jangka pendek dikumpulkan ataupun dibayar. Hasil rasio yang besar menampilkan kemampuan penagihan sangat efektif.

Namun, perbandingan besar pula bisa jadi diakibatkan oleh kebijakan kredit ataupun penagihan secara ketat.Kebijakan semacam itu bisa membahayakan penjualan di masa depan. Pesaing bisa menawarkan persyaratan kredit yang lebih fleksibel kepada pelanggan. Serta, pasti saja, pelanggan bisa pindah ke pesaing.

Buat mengenali apakah rasio besar berasal dari kebijakan ketat ataupun tidak, perusahaan wajib menyamakan perkembangan penjualan perusahaan dengan perkembangan industri. Bila perkembangan penjualan perseroan lebih rendah dari perkembangan penjualan industri, perbandingan besar menampilkan kebijakannya sangat ketat.

B. Rasio Periode Penagihan Rata-Rata.

Rasio ini menampilkan berapa lama perusahaan dalam menagih pembayaran.Untuk menghitungnya dapat membagi jumlah hari dalam setahun( 365 hari) dengan perputaran piutang. Berikut ini rumusnya yaitu 365 hari : perputaran piutang usaha.
Misalnya, nilai perbandingan sebesar 30 menyiratkan kalau, rata- rata, perseroan menerima pembayaran 30 hari sehabis penjualan kepada pelanggan.

Perusahaan dapat amati, perputaran tagihan dagang berbanding terbalik dengan rasio ini.Terus menjadi besar perputaran piutang, terus menjadi rendah rasionya.Rasio rendah lebih di idamkan daripada besar.Karena perusahaan lebih cepat menerima duit tunai dari penjualan kredit.

Kebalikannya,jika lebih besar bisa menimbulkan permasalahan likuiditas. Dalam makna, kongsi mempunyai lebih sedikit kas buat mendanai pembedahan bisnis jangka pendek serta melunasi kewajiban jangka pendek.Jadi penting bagi perusahaan mengetahui arti piutang dagang dan rasionya.

%d blogger menyukai ini: