Pembahasan Contoh Kasus Audit dan Penyelesaiannya Secara Lengkap

Pembahasan Contoh Kasus Audit dan Penyelesaiannya Secara Lengkap

Pembahasan Contoh Kasus Audit dan Penyelesaiannya Secara Lengkap.Dalam suatu perusahaan, mempunyai banyak informasi bakal baik untuk perusahaan.Tetapi,mempunyai informasi dengan tingkatan keakuratan yang rendah bakal membuatnya tidak bermanfaat.

Kekeliruan data dalam informasi bisa menimbulkan permasalahan baru dalam proses pengambilan keputusan. Kesalahan tersebut dapat berefek pada bisnis yang dijalankan.Bisa jadi bisnis jadi stagnan ataupun tidak berkembang, sampai apalagi menyebabkan kerugian dalam skala besar.Supaya kesalahan informasi tidak terjadi, perusahaan dapat melakukan audit.Berikut dibawah ini akan dijelaskan tentang pengertian, jenis-jenis,tujuan dan contoh kasus audit dan penyelesaiannya secara lengkap.

1. Pengertian dari Audit

Pengertian dari audit yakni proses yang dilakukan oleh seseorang auditor buat memperoleh bukti yang akurat mengenai kegiatan ekonomi suatu entitas.Proses audit ini dilakukan buat menyetarakan tingkatan kewajaran kegiatan ekonomi suatu entitas, apakah sudah cocok dengan yang sudah diresmikan atau disetujui serta memberi tahu hasilnya kepada para pihak yang berkepentingan.

Makna lain dari audit yakni pengecekan laporan keuangan perusahaan yang disajikan dalam laporan tahunan oleh seseorang yang independen dari perusahaan.Laporan keuangan meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan pergantian ekuitas, laporan arus kas, serta catatan yang berisi ringkasan kebijakan akuntansi dan catatan uraian yang penting.

2. Pengertian Audit Menurut Para Ahli

A. Arens and Loebbecke

Arens and Loebbecke menafsirkan audit sebagai aktivitas mengumpulkan dan mengevaluasi dari bukti-bukti mengenai informasi yang digunakan dalam memastikan dan memberi tahu tingkatan kesesuaian antara data dengan kriteria yang sudah disetujui dimana proses audit dilakukan oleh orang yang kompeten serta independen.

B. Statment Standar Audit Keuangan( PSAK)

Pengertian dari audit menurut PSAK yakni proses sistematik yang bertujuan buat mengevaluasi bukti yang dikumpulkan atas statment ataupun asersi mengenai tindakan ekonomi, kejadian-kejadian dan tingkatan hubungan antara statment ataupun asersi dengan realitas, dan mengomunikasikan hasilnya kepada yang berkepentingan.

C. William F. Meisser, Jr

William F. Meisser, Jr mengartikan audit sebagai proses yang sistematik dengan tujuan mengevaluasi suatu bukti mengenai suatu tindakan serta kejadian ekonomi buat membenarkan tingkatan kesesuaian antara penugasan dan yang sudah diresmikan, hasil dari penugasan tersebut dikomunikasikan kepada pihak yang berkepentingan.

3. Tujuan dari Audit

  • Kelengkapan,Audit dilakukan buat meyakinkan bahwa transaksi yang tepah terjadi sudah dicatat dan dimasukkan ke dalam jurnal dengan seluruh kelengkapannya.
  • Eksistensi,Dari adanya audit, pencatatan seluruh harta dan kewajiban mempunyai eksistensi sesuai dengan tanggal tertentu.Jadi transaki benar telah dilakukan dan bukan fiktif
  • Ketepatan,Audit ini mempunyai tujuan buat meyakinkan bahwa transaksi serta saldo yang diperkirakan sudah didokumentasikan dengan baik,perhitungannya sudah benar, jumlahnya tepat, serta diklasifikasikan yabg bersumber pada jenis transaksi.
  • Evaluasi,Untuk kegiatan audit ini bertujuan buat meyakinkan kalau seluruh prinsip akuntansi telah diaplikasikan dengan benar.
  • Pisah Batasan,Aktivitas audit bertujuan buat meyakinkan kalau seluruh transaksi yang dekat dengan tanggal neraca dicatat dalam periode yang sesuai. Pencatatan transaksi di akhir periode akuntansi bisa jadi karena salah penyajiannya.
  • Ketepatan, Audit bertujuan buat meyakinkan kalau pencatatan transaksi dilakukan sudah cocok dengan tanggal yang benar, rincian dalam saldo akun juga cocok dengan angka-angka buku besar, serta penjumlahan saldo dilakukan dengan benar.



Tujuan dari audit

4. Manfaat Audit

  • Membuka pintu untuk masuknya dana pembiayaan dari pihak luar.
  • Memberikan keyakinan kepada para kreditur ataupun para mitra perusahaan buat mengambil keputusan dalam pemberian kredit.
  • Mempersiapkan kesalahan dan penyimpangan moneter dalam catatan keuangan.
  • Memberikan keyakinan yang lebih baik buat meyakinkan kepada para pelanggan.
  • Memberikan keyakinan kepada perusahaan asuransi, para investor, perbankan dan memastikan ketentuan penjualan, pembelian ataupun merger perusahaan.
  • Memberikan bonus buat kejelasan yang independen tentang ketelitian dan jaminan dari laporan keuangan.

5. Jenis-Jenis Audit

A. Audit internal

Audit internal mengacu pada audit yang dilakukan oleh karyawan serta pemangku kepentingan dalam perusahaan dengan tujuan buat mengevaluasi serta memperhitungkan apakah perusahaan mengikuti proses internal, norma, ketentuan dan peraturan selain daripada untuk memastikan apakah sudah sesuai dengan norma peraturan.

B. Audit Eksternal

Audit eksternal dilakukan oleh perusahaan independen dan pihak ketiga yang ditugaskan buat memperhitungkan serta mengevaluasi kepatuhan perusahaan dengan norma peraturan.Perusahaan mempekerjakan auditor eksternal buat mengecek setiap kekurangan serta penyimpangan dalam melakukan operasional bisnis.Selanjutnya audit eksternal wajib dilakukan atas dasar peraturan,kepatuhan dan persyaratan pemegang saham yang mengamanatkan kalau audit eksternal dilakukan setiap tahun, triwulanan dan setengah tahun buat dipresentasikan dalam Rapat Umum Tahunan dan Rapat Jajaran Direktur.

C. Audit Keuangan

Audit keuangan yakni bentuk audit yang sangat umum sebab terdapat bermacam alasan termasuk kalau bisnis ada buat memperoleh keuntungan untuk pemegang saham.Investor dan pemangku kepentingan wajib mengenali apakah bisnis tersebut dijalankan dengan baik supaya modal yang diinvestasikan aman.

Pengertian dari audit
contoh kasus audit dan penyelesaiannya

6. Contoh Kasus Audit dan Penyelesaiannya

Berikut ini contoh kasus audit dan penyelesaiannya .

A. Contoh Kasus Audit Kas dan Setara Kas serta Penyelesaiannya

Yang pertama dari contoh kasus audit dan penyelesaiannya yakni laporan fiktif kas dan setara kas di Bank Kencana Abadi yang teruji melakukan transfer uang Rp100 juta dan merekayasa dokumen laporan keuangan.Masalah ini diketahui dari audit dan mengetahui kejanggalan dari hasil pengecekan antara jumlah saldo neraca dengan kas tidak balance.Penyelesaian masalahnya yaitu

a. Keahlian Sesuai Pekerjaan

Setelah itu keahlian tersebut ditingkatkan lebih lanjut buat kontribusi karyawan pada perusahaan. Kemudian perusahaan melakukan pelatihan secara periodik kepada karyawan tersebut sesuai dengan pertumbuhan teknologi yang berkembang.Pembinaan ini penting sebab karyawan mempunyai karakter yang berbeda, jadi attitude ini wajib ditekankan kepada karyawan. Dalam perihal ini karyawan diharapkan bisa mempunyai karakter yang baik.Sehingga ini bisa memperkecil resiko terjadinya penyimpangan dari karyawan itu sendiri.

b. Prosedur Otoritas Yang Wajar

  • Harus terdapat batasan transaksi buat setiap teller serta head teller.
  • Teller secara individu tidak diperkenankan menerima kuasa dalam wujud apapun dari nasabah buat melakukan transaksi atas nasabah tersebut.
  • Penyimpanan uang dalam khasanah wajib memakai pengawasan ganda.
  • Teller secara individu dilarang menerima titipan barang ataupun dokumen penting milik nasabah.

c. Dokumen Yang Cukup

  • Setiap penarikan tunai wajib dihitung dan dicocokan dengan bukti setoran. Setiap bukti penarikan wajib diberi cap identifikasi dari teller yang memproses,
  • Setiap transaksi wajib dibukukan secara baik dan dilengkapi dengan bukti pendukung semacam Daftar Mutasi Kas dan Cash Register( catatan persediaan uangtunai bersumber pada setiap pecahan)

d. Kontrol Fisik Atas Uang Tunai dan Catatan

  • Head teller wajib mengecek saldo kas yang dilaporkan oleh teller sudah sesuai.Head teller wajib menghitung saldo uang tunai pada box teller saat sebelum teller yang bersangkutan cuti ataupun seteleh teller tersebut absen tanpa pemberitahuan.
  • Selisih uang tunai yang terdapat pada teller maupun dalam khasanah wajib dibuatkan berita kegiatan selisih kas.
  • Setiap selisih wajib diindentifikasi, dilaporkan kepada head teller serta pemimpin cabang, diinvestigasi serta dikoreksi.
  • Teller dilarang membawa tas, makanan dan peralatan individu ke area counter.
  • Area teller/counter/ khasanah yakni zona terbatas dalam makna tidak hanya petugas atau pejabat yang berwenang dan tidak diperbolehkan masuk

e. Pemeriksaan Yang Dilakukan Oleh Unit Yang Independen

  • Setiap hari Unit Kontrol Intern wajib mengecek transaksi-transaksi yang berasaldari unit kas.
  • Pemimpin cabang melakukan pengecekan kas dadakan
  • Secara periodik saldo fisik wajib ditilik oleh SKAI.


B. Contoh Kasus Audit Umum dan Penyelesaiannya

Berikut yang kedua dari contoh kasus audit dan penyelesaiannya yakni salah satu kasus audit umum yang dirasakan oleh PT. Bus Kilat Aman. Permasalahan yang menampilkan proses tata kelola yang dijalankan dalam perusahaan dan kedudukan dari masing-masing organ pengawas dalam memastikan penyajian laporan keuangan tidak salah saji dan sanggup menggambarkan kondisi keuangan perusahaan yang sesungguhnya.Permasalahan PT. Bus Kilat Aman berawal dari perbandingan pandangan antara Manajemen serta Komisaris.

Komisaris menolak menyetujui serta menandatangani laporan keuangan yang sudah diaudit oleh Auditor Eksternal. Komisaris memohon dilakukan audit ulang supaya laporan keuangan bisa disajikan secara transparan serta sesuai dengan fakta yang ada. Salah satu aspek yang menimbulkan terbentuknya permasalahan PT. Bus Kilat Aman yakni rumitnya laporan keuangan PT. Bus Kilat Aman.Perbandingan pemikiran antara manajemen serta komisaris tersebut bersumber pada perbandingan tentang hal-hal diantaranya

  • Permasalahan piutang PPN
  • Permasalahan persediaan dalam ekspedisi,
  • Permasalahan Beban Ditangguhkan yang berasal dari penyusutan nilai persediaan
  • Permasalahan Bantuan Pemerintah Yang Belum Ditentukan Statusnya( BPYDBS) dan Penyertaan Modal Negera (PMN).
  • Permasalahan uang muka gaji

Berikut ini pemecahan dan saran yang dianjurkan kepada PT Bus Kilat Aman buat menormalkan keadaan yang sudah terjadi.

  • Apabila Dewan Komisaris ini merasa direksi tidak sanggup memimpin perusahaan, Dewan Komisaris bisa menganjurkan kepada pemegang saham buat mengubah direksi.
  • Komunikasi yang intens sangat dibutuhkan antara Auditor Eksternal dengan Komite Audit.
  • Diperlukannya kebijaksanaan dari Anggota Dewan Komisaris buat memilah data apa saja yang private domain.
  • Komite Audit tidak membagikan second judge atas opini Auditor Eksternal, sebab opini seluruhnya adalah tanggung jawab Auditor Eksternal.
  • Komite Audit sangat mengandalkan Internal Auditor dalam melakukan tugasnya buat mengenali bermacam perihal yang terjadi dalam operasional perusahaan.
  • Komite Audit tidak berdialog kepada publik sebab esensi dari Komite Audit yakni organ Dewan Komisaris sehingga komentar dan masukan Komite Audit wajib di informasikan kepada Dewan Komisaris. Apabila Dewan Komisaris tidak sepakat dengan Komite Audit, namun Komite Audit tetap pada pendiriannya Komite Audit bisa mencantumkan pendapatnya pada Laporan Komite Audit yang ada dalam laporan tahunan perusahaan.
  • Wajib ada upaya buat membenarkan kesalahan tahun yang lalu, sebab konsistensi yang salah tidak boleh dipertahankan.
  • Komite Audit serta Dewan Komisaris harus melakukan inisiatif buat membangun budaya pengawasan dalam perusahaan lewat proses internalisasi, sehingga pengawasan menjadi bagian tidak terpisahkan dari setiap organ dalam organisasi.
  • Manajemen menyusun laporan keuangan secara tepat waktu, akurat serta full disclosure.

Demikianlah pembahasan contoh kasus audit dan penyelesaiannya secara lengkap . Mudah-mudahan artikel kali ini  berguna.Terima kasih sudah membaca postingan ini.

%d blogger menyukai ini: