e"

Pembahasan Contoh Kasus Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar

Pembahasan Contoh Kasus Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar

Pembahasan Contoh Kasus Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar .Adanya bimbingan konseling di sekolah wajib memperoleh atensi khusus terhadap generasi muda. Sebab manfaatnya sangat besar generasi muda dalam bermacam bidang yang menyangkut ilmu pengetahuan.

Terlebih mengingat kalau generasi muda butuh untuk dibina secara intensif sesuai dengan cita-cita yang tercantum dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara. Kalau generasi muda dibina maka akan mengisi dan membina kemerdekaan Bangsa.Berikut dijabarkan pengertian,fungsi dan contoh kasus bimbingan konseling di sekolah dasar .

1. Pengertian Bimbingan Konseling

Secara bahasa bimbingan konseling bersumber dari istilah bahasa Inggris “ Guidance dan Counseling”.Guidance maksudnya mengetuai,menampilkan ataupun membimbing ke jalan atau jalur yang baik. Sebaliknya Counseling maksudnya yakni menasehati atau menyarankan kepada seseorang secara tatap muka.Pengertian bimbingan konseling yakni proses interaksi antara konselor serta konseli baik secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka membantu konseli biar dapat melaksanakan pengembangan kemampuan dirinya secara sistematis, objektif, logis serta berkepanjangan maupun terprogram yang dijalankan oleh konselor buat memberikan sarana perkembangan konseli buat mencapai kemandirian dalam kehidupannya.

2. Fungsi Bimbingan Konseling

A. Fungsi Pemahaman

Fungsi pemahaman fungsi bimbingan konseling membantu konseli supaya mempunyai uraian terhadap potensinya serta lingkungannya (pembelajaran, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkan pada uraian ini, konseli diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dirinya secara optimal, serta membiasakan dirinya dengan area secara dinamis serta konstruktif.

B. Fungsi Pengembangan

Fungsi pengembangan ialah fungsi bimbingan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi- fungsi yang lain. Konselor tetap berupaya buat menghasilkan area belajar yang kondusif, yang memfasilitasi pertumbuhan konseli. Konselor dan personel sekolah yang lain secara sinergi sebagai teamwork bekerjasama ataupun berkolaborasi merancang serta melakukan program bimbingan secara sistematis serta berkesinambungan dalam upaya membantu konseli mencapai tugas-tugas perkembangannya. Metode bimbingan yang bisa digunakan disini yakni pelayanan data, bimbingan, dialog kelompok (brain storming), home room dan karyawisata.

C. Fungsi Preventif

Fungsi preventif ialah fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor buat tetap mengestimasi bermacam permasalahan yang bisa jadi terjadi serta berupaya buat mencegahnya, supaya tidak dirasakan oleh konseli. Lewat fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang metode menghindarkan diri dari perbuatan ataupun aktivitas yang membahayakan dirinya.

D. Fungsi Penyaluran

Fungsi penyaluran ialah fungsi bimbingan konseling dalam membantu konseli memlih aktivitas ekstrakurikuler, jurusan dan menguatkan kemampuan sesuai dengan atensi, bakat, kemampuan serta identitas karakter. Dalam melakukan fungsi ini, konselor butuh bekerja sama dengan pendidik yang lain di dalam ataupun di luar lembaga pembelajaran.

E. Fungsi Penyembuhan

Fungsi penyembuhan ialah fungsi bimbingan konseling yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian dorongan kepada konseli yang menghadapi permasalahan, baik menyangkut aspek individu, sosial dan belajar.

F. Fungsi Penyesuaian

Fungsi penyesuaian ialah fungsi bimbingan konseling dalam membantu konseli supaya bisa membiasakan diri dengan diri serta lingkungannya secara dinamis dan konstruktif.

G. Fungsi Adaptasi

Fungsi adaptasi ialah fungsi membantu para pelaksana pembelajaran, kepala Sekolah atau Madrasah staf, konselor dan guru buat membiasakan program pembelajaran terhadap latar belakang pembelajaran, atensi, keahlian, dan kebutuhan konseli. Dengan memakai informasi yang mencukupi mengenai konseli konselor bisa membantu para guru dalam memperlakukan konseli secara tepat baik dalam memilih serta menyusun modul sekolah memilih tata cara serta proses pendidikan atau menyusun bahan pelajaran sesuai dengan keahlian serta kecepatan konseli.

H. Fungsi Pemeliharaan

Fungsi pemeliharaan ialah bimbingan konseling buat membantu konseli biar bisa melindungi diri serta mempertahankan suasana kondusif yang sudah terbentuk dalam dirinya. Fungsi ini memfasilitasi konseli supaya bebas dari kondisi-kondisi yang bakal menimbulkan penyusutan produktivitas diri. Penerapan fungsi ini diwujudkan lewat program-program yang menarik, rekreatif serta fakultatif sesuai dengan atensi konseli.

I. Fungsi Perbaikan

Fungsi perbaikan ialah fungsi bimbingan konseling buat membantu konseli sehingga bisa membetulkan kekeliruan dalam berfikir, berperasaan dan berperan (berkehendak). Konselor melakukan intervensi (perlakuan) terhadap konseli supaya mempunyai pola berfikir yang sehat, rasional dan mempunyai perasaan yang tepat sehingga mereka melakukan tindakan yang produktif dan normatif.

J. Fungsi Fasilitasi

Fungsi fasilitas memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai perkembangan dan pertumbuhan yang maksimal, serasi, selaras dan balance dari segala aspek dalam diri konseli.

3. Contoh Kasus Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar

Berikut salah satu contoh contoh kasus bimbingan konseling di sekolah dasar . Aida ialah putri dari Ibu Septi dan siswi kelas III di SDN 05 Kapuk. Dia bermasalah di rumah ataupun di kelasnya sepeti malas dan kurang motivasi buat belajar. Tidak hanya itu Aida ialah anak yang pendiam di kelasnya namun jika di rumah, dia jadi banyak bicara bersama sahabat sebayanya.

A. Analisa Masalah

Berdasarkan pada hasil pengamatan diperkirakan permasalahan yang dialami Aida ialah minimnya motivasi belajar dan atensi orang tua. Sikap bermasalah yang dilakukan oleh Aida tidak terjadi begitu saja dengan sendirinya, terdapat faktor- faktor yang melatar belakanginya seperti dibawah ini.

a. Faktor dari Internal

  • Minimnya keahlian yang dipunyai.
  • Rendahnya sosialisasi dengan orang lain.
  • Minat buat belajar kurang.
  • Kurangnya keahlian buat membiasakan diri dengan lingkungannya.

b. Faktor dari Eksternal

  • Aida yang kurang atensi dan kasih sayang dari keluarganya.
  • Kondisi ekonomi keluarga yang kurang baik jadi salah satu pemicu Aida berperilaku bermasalah di sekolah.




B. Cara Mengatasinya

  • Layanan Bimbingan Belajar,Dalam metode ini pemberian dukungan dilakukan dalam bentuk hubungan yang bersifat tatap muka antara partisipan didik dengan konselor. Layanan ini yang bertujuan buat membany partisipan didik dalam menangani permasalahan, dengan dukungan yang diberikan konselor terhadap partisipan didik.
  • Layanan Konseling Individual, Memberikan konseling dalam proses belajar lewat hubungan khusus secara individu buat mengenali perkembangan partisipan didik dan menyelesaikan kasus yang dihadapinya.
  • Kerjasama dengan Orang Tua, Kunjungan kerumah dilakukan buat mengenali latar belakang keluarga serta keadaan partisipan didik di sekitar rumah. Komunikasi dengan orang tua partisipan didik supaya partisipan didik diberikan atensi khusus dalam kaitannya dengan proses belajar dirumah. Bila perlu menggunakan guru privat buat memberikan bimbingan belajar untuk partisipan didik, buat mengkordinasikan klien menempuh proses belajar di rumah.

Demikianlah pembahasan contoh kasus bimbingan konseling di sekolah dasar .Saya berharap artikel ini dapat menambah wawasan pembaca.Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

%d blogger menyukai ini: