e"

Pembahasan Contoh Kasus Dilema Etik Keperawatan dan Penyelesaiannya

Pembahasan Contoh Kasus Dilema Etik Keperawatan dan Penyelesaiannya

Pembahasan Contoh Kasus Dilema Etik Keperawatan dan Penyelesaiannya .Keahlian membuat keputusan klinis oleh perawat ialah inti dari praktik keperawatan. Asuhan keperawatan yang diberikan oleh perawat kepada pasien menuntutnya buat mengambil keputusan dalam setiap tindakan dan proses keperawatan.

Dalam pengambilan keputusan klinis asuhan keperawatan, perawat harus tetap menjunjung kode etik keperawatan serta mempraktikkan prinsip etik keperawatan supaya tidak memunculkan kerugian untuk klien. Perawat yang ragu-ragu serta dilema dalam mengambil keputusan klinis akan menimbulkan lamanya perawatan pasien dan bertambahnya biaya pengobatan.Dibawah ini akan dijabarkan tentang contoh kasus dilema etik keperawatan.

1. Pengertian Dilema Keperawatan

Pada proses keperawatan, kerapkali terjadi pasien memohon perawatan yang tidak sesuai dengan anjuran yang diberikan oleh perawat yang disebut dilema etik.Dilema etik ialah suasana yang dihadapi oleh seorang dimana dia harus membuat keputusan mengenainya sikap yang pantas.Dilema etik yang kerap terjadi di keperawatan antara lain:

A. Agama atau Keyakinan.

Di rumah sakit nyatanya perawat bakal bertemu dengan klien dari bermacam tipe agama atau keyakinan. Perbedaan ini nantinya bisa membuat perawat serta klien mempunyai metode pandang yang berbeda dalam menuntaskan permasalahan.

B. Hubungan Perawat Dengan Dokter

a. Perbedaan Pemikiran Dalam Pemberian Pengobatan

Terjadi ketidaksetujuan tentang siapa yang berhak melaksanakan praktek pengobatan, apakah dokter ataupun perawat.

b. Konflik Peran Perawat

Salah satu perawat perawat yakni melakukan advokasi, membela kepentingan pasien. Disaat keputusan pasien dipulangkan sangat bergantung kepada vonis dokter. Dengan pelayanan keperawatan, perawat terletak dalam posisi buat dapat melaporkan kapan pasien dapat kembali ataupun kapan tetap tinggal.

C. Hubungan Perawat Dengan Klien

a. Mengatakan Jujur Atau Tidak

Terkadang timbul masalah-masalah yang susah buat dikatakan kepada klien mengingat keadaan klien. Namun perawat wajib mengatakan kepada klien tentang permasalahan kesehatannya.

b. Keyakinan Klien

Rasa yakin wajib dibina antara perawat dengan klien.Tujuannya ialah buat mempercepat proses pengobatan klien.

c. Memberikan Perhatian

Perawat wajib memberikan perhatiannya kepada klien. Namun perawat wajib mencermati tingkatan kebutuhan klien. Kondisi darurat wajib diutamakan terlebih dulu. Tidak boleh memandang dari sisi aspek ekonomi sosial, suku, budaya maupun agama.

d. Pemberian Data Kepada Klien

Perawat berfungsi memberikan data atau informasi kepada klien baik itu tentang kesehatan klien, biaya penyembuhan dan tindak lanjut pengobatan

D. Pengambilan Keputusan

Dalam pengambilan keputusan yang etis, seorang perawat bergantung pada pemikiran yang rasional serta bukan emosional. Terkadang disaat berhadapan dengan dilema etik ada pula akibat emosional semacam rasa marah, frustrasi, serta khawatir disaat proses pengambilan keputusan rasional yang harus dialami. Dalam perihal ini diperlukan keahlian interaksi serta komunikasi yang baik dari seseorang perawat.

2. Contoh Kasus Dilema Etik Keperawatan

Berikut contoh kasus dilema etik keperawatan .Seorang pria umur 75 tahun mengidap kanker kolorektal dengan metastase yang sudah resisten terhadap tindakan chemotherapy serta radiasi dibawa ke IGD sebab jatuh dari kamar mandi serta menimbulkan robekan di kepala. Pria tersebut mengalami perih abdomen serta tulang dan kepala dan tidak bisa lagi diatasi dengan pemberian dosis morphin intravena.

Perihal itu ditunjukkan dengan terdapatnya rintihan disaat istirahat. Walapun klien dapat tidur tetapi kerap memohon diberikan obat analgesik. Keadaan klien terus menjadi melemah serta sesak yang tersengal-sengal sehingga memerlukan oksigen serta berdasarkan pada diagnosa dokter, klien maksimal cuma bisa bertahan beberapa hari saja.

Melihat penderitaan pasien yang nampak kesakitan serta mendengar data dari dokter, keluarga memutuskan buat mempercepat proses kematian pasien lewat euthanasia pasif dengan pelepasan alat-alat medis seperti oksigen dan obat obatan lain serta dosis analgesik ditambah. Dokter spesilalist onkologi yang ditelpon memberikan anjuran dosis morfin yang rendah serta tidak bersedia menaikan dosis yang ada sebab telah maksimal serta berlawanan dengan UU yang ada.

A. Pemecahan Permasalahan Dilema Etik

  • Tidak memberikan oksigen serta akumulasi dosis pemberian morphin bisa mempercepat kematian klien yang berarti melanggar prinsip etik Beneficience-Nonmaleficience
  • Tidak memenuhi kemauan klien termasuk dengan pelanggaran hak klien yang bisa melanggar nilai autonomy.

B. Tindakan Alternatif

a. Tidak menuruti kemauan pasien tentang akumulasi dosis obat pengurang perih serta membebaskan oksigen.

  • Hal ini memiliki konsekuensi yaitu tidak mempercepat kematian klien dan membiarkan Klien meninggal sesuai mestinya.
  • Tidak melanggar peraturan mengenai pemberian morfin
  • Pelanggaran terhadap hak pasien buat memastikan nasibnya sendiri
  • Keluhan perih pada klien bakal tetap berlangsung
  • Keluarga serta pasien takut dengan keady tersebut

b. Tidak Menuruti Kemauan Klien dan membantu Dalam Manajemen Sakit.

  • Tidak mempercepat kematian pasien
  • Kemauan klien buat memastikan nasibnya sendiri tidak terpenuhi
  • Klien dibawa pada keadaan buat menyesuaikan diri pada nyerinya.

c. Menuruti Kemauan Klien Buat Menaikkan Dosis Morphin Tetapi Hanya Saat Dibutuhkan

  • Resiko mempercepat kematian klien sedikit bisa dikurangi
  • Hak klien bisa terpenuhi.
    3 Klien disaat tertentu dapat merasakan terbebas dari perih sehingga dia bisa cukup istirahat.
  • Kecemasan pada klien serta keluarganya bisa sedikit dikurangi.
  • Berbahaya melanggar peraturan yang berlaku.

d. Tidak Menuruti Kemauan Keluarga Serta Menolong Keluarga Dalam Proses Berdukanya

  • Tidak mempercepat kematian klien
  • Keluarga tidak menginginkan dilakukan euthanasia terhadap pasien
  • Keluarga bisa melewati proses berduka dengan seharusnya




C. Membuat Keputusan

Dalam permasalahan di atas ada 2 tindakan yang mempunyai resiko serta konsekuensi terhadap klien. Perawat serta dokter butuh memikirkan pendekatan yang tepat buat klien. Tetapi upaya alternatif lain seperti manajemen sakit (relaksasi, pengalihan minat, ataupun meditasi) beserta revisi terhadap sistem duka keluarga serta setelah itu dievaluasi efektifitasnya. Apabila teruji efisien diteruskan tetapi apabila alternatif tindakan tidak efisien hingga keputusan yang telah disetujui antara petugas kesehatan serta klien dan keluarganya bakal dilaksanakan.

Demikianlah pembahasan contoh kasus dilema etik keperawatan .Saya berharap artikel ini dapat menambah wawasan pembaca.Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

%d blogger menyukai ini: