Pembahasan Lengkap Contoh Kasus Karakter Religius dan Penyelesaiannya

Pembahasan Lengkap Contoh Kasus Karakter Religius dan Penyelesaiannya

Pembahasan Lengkap Contoh Kasus Karakter Religius dan Penyelesaiannya

1. Pengertian Karakter Religius

Pembahasan Lengkap Contoh Kasus Karakter Religius dan Penyelesaiannya .Kata dasar dari religius yaitu religi yang berasal dari bahasa asing religion selaku bentuk dari kata benda yang berarti agama atau kepercayaan akan adanya suatu kekuatan kodrati di atas manusia.Sebaliknya religius berasal dari kata religious yang berarti sifat religi yang menempel pada diri seorang. Menurut Suparlan,religius yaitu selaku perilaku serta sikap yang patuh dalam melakukan ajaran agama yang dianut,toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain dan hidup rukun dengan penganut agama lain.

2. Nilai-Nilai Religius

  • Kejujuran. Rahasia buat mencapai keberhasilan yaitu dengan mengatakan jujur.Mereka menyadari,malah ketidakjujuran kepada orang lain pada kesimpulannya akan menyebabkan diri mereka sendiri terjebak dalam kesulitan yang berlarut-larut.
  • Berguna untuk orang lain. Perihal ini yaitu salah satu bentuk perilaku religius yang terlihat dari diri seseorang.
  • Keadilan. Salah satu skill seseorang yang religius yaitu dapat adil kepada seluruh pihak,apalagi ketika terdesak sekalipun.
  • Bekerja efektif. Mereka dapat memusatkan semua perhatian pada pekerjaan dan mengerjakan pekerjaan berikutnya. Namun dapat memusatkan perhatian mereka ketika belajar dan bekerja.
  • Rendah hati. Perilaku rendah hati yaitu perilaku tidak sombong dan ingin memperhatikan pendapat orang lain serta tidak memaksakan gagasan serta kehendaknya.
  • Disiplin tinggi. Kedisiplinan mereka berkembang dari semangat penuh gairah dan pemahaman, bukan berangkat dari keharusan dan keterpaksaan.
  • Visi ke depan. Mereka dapat mengajak orang kedalam angan-angannya. Setelah itu menjabarkan dengan detail.
  • Penyeimbang. Seorang yang mempunyai sifat religius sangat menjaga keseimbangan hidupnya, khususnya 4 aspek utama dalam kehidupannya yaitu keintiman,pekerjaan,komunitas dan spiritualitas.

3. Contoh Kasus Karakter Religius dan Penyelesaiannya

Contoh kasus karakter religius dan penyelesaiannya dalam pembentukan karakter religiustis siswa di MTsN 2 di kota K,para guru menghadapi beberapa kendala dalam penanganannya.Kendala tersebut diantaranya perilaku bawaan siswa,pola asuh yang berbeda dari setiap orang tua,kurangnya tenaga pendidik dan latar belakang siswa.Padahal MTsN 2 sudah menerapkan upaya dalam pembentukan religiustis siswa dengan berdoa sebelum dan akan pulang sekolah,membaca surat pendek dan Yasin serta sholat dhuhur berjamaah.Bagaimana solusi menangani kasus kendala religius dalam MTsN 2.

A. Sosialisasi Pentingnya Pendidikan Karakter

Sosialisasi ialah sesuatu proses di mana seorang diwajibkan buat mampu membiasakan serta menempatkan diri sesuai dengan pola sikap orang yang ada didekat orang tersebut. Penyesuaian ini mencakup beberapa aspek yang terdiri dari kebiasan, perilaku, ide-ide, pola hubungan sosial,nilai dan tingkah laku.Pada lingkungan sekolah, peserta didik tentu akan berhubungan dengan pola-pola sikap yang beragam dan unik.

Perihal ini diakibatkan karena perbedaan bahasa,suku,agama dan budaya yang berbeda.Sekolah menyadari pentingnya proses sosialisasi pendidikan karakter antara guru dan siswa. Dengan adannya sosialisasi akan mempermudah proses yang ingin dicapai terkait dengan pembentukan karakter religius dan bermacam karakter yang akan dibangun oleh sekolah sesuai tujuan sekolah. Proses sosialisasi dilakukan secara langsung dan terjadwal yang diperuntukan untuk keseluruhan komponen sekolah mulai dari kepala sekolah, guru dan siswa.

B. Tata Tertib

Tata tertib yaitu serangkaian ketentuan yang harus ditaati oleh semua komponen sekolah. Tata tertib sekolah berupa peraturan tertulis yang dibuat sekolah dan harus ditaati oleh semua masyarakat sekolah untuk melaksanakan tata tertib yang ada.Tata tertib di sekolah dibuat untuk mengontrol serangkaian kegiatan sekolah sehingga akan terbentuk suasan yang tertib.Adanya tata tertib berperan selaku kontrol sikap siswa, pedoman perilaku siswa, dan lain sebagainya. Tata tertib ini dilakukan serta diawasi oleh kepala sekolah dan guru.

C. Reward dan Punishment.

Reward yaitu suatu penghargaan atau apresiasi yang sudah diberikan kepada seseorang dalam bentuk materi atau ucapan.Reward yang diberikan dalam pelaksanaan pembiasaan karakter religius siswa tidak harus berbentuk barang namun dapat juga dengan pujian. Misalnya ketika siswa memperoleh nilai yang bagus,datang ke sekolah tepat waktu,menjadi muadzin dan menjadi kultum salat dhuhur,membantu guru dan beberapa tindakan yang lain. Salah satu reward yang diberikan berbentuk ucapan terima kasih. Tidak hanya itu guru juga harus mengajak siswanya untuk melakukan pembiasaan di sekolah.

Punishment yaitu cara yang dilakukan buat memberikan hukuman atau peringatan agar tingkah laku seorang dapat sesuai dengan peraturan yang berlaku. Masing-masing guru mempunyai metode sendiri dalam mempraktikkan punishment kepada peserta didiknya. Salah satu perihal yang dilakukan yaitu mengenali anak didiknya tidak mengikuti pembiasaan sekolah akan memberikan punishment berupa teguran, peringatan dan hukuman kepada siswa. Hukuman yang diberikan tidak berbentuk fisik (menendang, memukul dan lain sebagainya).

D. Controlling

Controlling yaitu proses pengawasan dan pengendalian yang dilakukan buat memastikan semua kegiatan yang sudah terprogram bisa dijalankan sesuai dengan target dan tujuan yang diharapkan.Dengan adanya proses pengendalian akan terbentuk keselarasan serta kedisiplinan.Proses controlling atau pengawasan dalam mempraktikkan pembiasaan kepribadian religius siswa dengan metode berkolaborasi dengan guru, wali kelas, bimbingan konseling dan wali murid.Perihal tersebut dilakukan untuk mengawasi atau mengontrol setiap kegiatan yang dilakukan siswa di lingkungan sekolah maupun keluarga.Dengan sistem controlling dapat menjadi bahan penilaian supaya pelaksanakan program yang dijalankan dapat lebih baik lagi.





Demikianlah pembahasan lengkap contoh kasus karakter religius dan penyelesaiannya .Saya berharap artikel ini dapat menambah wawasan pembaca.Sampai jumpa di artikel selanjutnya.


%d blogger menyukai ini: