Pembahasan Lengkap Contoh Kasus Konformitas Diri dan Solusinya

Pembahasan Lengkap Contoh Kasus Konformitas Diri dan Solusinya

Pembahasan Lengkap Contoh Kasus Konformitas Diri dan Solusinya

1. Pengertian Konformitas Diri

Pembahasan Lengkap Contoh Kasus Konformitas Diri dan Solusinya.Konformitas diri ialah perubahan perilaku remaja sebagai usaha dalam membiasakan diri dengan norma kelompok dengan acuan baik ada atau tidak ada tekanan secara langsung yang berbentuk suatu tuntutan tidak tertulis dari kelompok sebaya terhadap anggotanya tetapi memiliki pengaruh yang kuat serta bisa menimbulkan munculnya perilaku-perilaku tertentu pada remaja anggota pada kelompok tersebut.Hasil dari proses konformitas dapat positif maupun negatif.

Dalam proses perkembangannya remaja yang melakukan konformitas memiliki permasalahan dalam perihal pergaulan dan penyesuain diri. Dengan adanya kegiatan pelatihan dan konseling diharapkan dapat membantu pengembangan konformitas positif terutama dalam layanan pelatihan dan konseling kelompok.Tekanan buat melakukan konformitas berakar dari kenyataan kalau diberbagai konteks ada aturan- aturan eksplisit atau tidak terucap yang mengindikasikan bagaimana seharusnya bertingkah laku. Aturan-aturan ini dikenal sebagai norma sosial (social norms) dan aturan-aturan ini sering memunculkan dampak yang kuat pada tingkah laku.

2. Dasar-Dasar Konformitas Diri

A. Pengaruh Sosial Normatif

Salah satu alasan kenapa seorang melakukan konformitas yaitu seseorang belajar kalau dengan melancarkan konformitas dapat membantu untuk memperoleh persetujuan dan penerimaan yang diinginkan. Sumber konformitas ini disebut pengaruh sosial normatif karena meliputi perubahan tingkah laku buat memenuhi harapan orang lain.Misalnya ketika seseorang bersama dengan teman lain yang menyadari pentingnya kesehatan dan menjadi orang yang akan memperlihatkan kepadanya kalau dia suka pada buah dan ikan fresh dan tidak merokok, walaupun sebenarnya orang tersebut tidak begitu suka pada hal tersebut.Dalam keadaan ini, bila seseorang mengubah perilakunya supaya selaras dengan norma kelompok, mungkin dapat mengubah keyakinannya.

B Pengaruh Sosial Informasional

Dasar dari konformitas yang kedua yaitu pengaruh sosial dari informasional yaitu kecenderungan seseorang bergantung pada orang lain selaku sumber informasi tentang berbagai aspek lingkungan sosial.Contohnya yaitu wisatawan Amerika yang mendapatkan cara membeli tiket kereta di Paris akan mengamati sikap orang Paris dengan teliti, memperhatikan ke mana mereka membeli tiket, bagaiaman mereka melewati peron dan cara mereka mencari gerbong kereta.Dengan mengenali langkah-langkah buat orang lain yang jauh mengetahui dan bisa memahami dasar-dasar pembelian tiket kereta api ditempat tersebut.Kecenderungan buat membiasakan ini bergantung pada dua arah keadaan tentang seberapa besar kepercayaan seorang pada kelompok serta seberapa percaya seorang di mengevaluasi diri sendiri.

3. Aspek yang Mempengaruhi Konformitas

A. Tingkat Kohesivitas

Kohesivitas sendiri merupakan suatu tindakan yang dilakukan atas dasar kemauan atau minat pribadi buat melakukan sebuah perubahan sosial.Semua perubahan yang dilakukan akan disesuaikan dengan ketentuan,norma dan nilai-nilai yang sudah berkembang di lingkungan kelompok tersebut.Apabila tingkat kohesivitas dari seorang individu sangat tinggi, pastinya tanpa diminta akan melakukan penyesuaian diri buat dapat membiasakan diri dengan lingkungannya.Kemudian orang tersebut akan bersedia buat patuh terhadap seluruh ketentuan dan syarat yang ada.Apabila yang terjadi kebalikannya,maka orang mempunyai tingkat kohesivitas yang rendah dan mempunyai kecenderungan buat melakukan sikap menyimpang dari ketentuan yang ada.

B. Jumlah Massa

Aksi penyesuaian diri ini akan bertambah, apabila jumlah massa yang patuh terhadap ketentuan berjumlah besar. Perihal tersebut akan mempengaruhi keinginan dari orang lainy buat ikut serta membiasakan pola pikirnya terhadap aturan yang ada.

C. Norma Sosial Deskriptif

Norma sosial deskriptif ialah suatu norma yang berisi mengenai syarat dan ketentuan yang banyak orang pahami ketika dalam suasana tertentu.Ketentuan dan syarat tersebut berkaitan dengan berbagai cara yang lebih efisien serta lebih mudah dilakukan buat melakukan penyesuaian diri.

4. Contoh Kasus Konformitas Diri dan Solusinya

Contoh kasus konformitas diri dan solusinya dari guru bimbingan konseling yang melakukan rekap tengah semestar di SMKN 2 dan rata-rata ditemukan banyak siswa yang membolos.Setelah dilakukan analisis ditemukan penyebabnya yaitu pergaulan yang sama antar individu atau konformitas.Siswa yang suka membolos mempunyai banyak teman yang juga mengikutinya membolos.Hal ini karena diajak pergi ke warung dan ngobrol yang lama sampai lupa berangkat sekolah maupun dengan mengajak bermain PlayStation.Bagaimana saran untuk guru bimbingan konseling dalam mengatasi kasus konformitas negatif ini supaya siswa tidak membolos lagi.

Tingkatan pengaruh yang terjadi pada teman sebaya terhadap sikap membolos siswa SMKN 2 cukup tinggi.Sehingga dalam perihal ini diharapkan bisa membedakan lingkungan pertemanan yang baik maupun sebaliknya karena tidak semua teman sebaya bisa memberikan siswa ke dalam sikap yang baik. Dengan selektif maka akan menjaga diri dan menghindari ajakan-ajakan yang negatif, salah satunya seperti membolos.

Kemudian sekolah diharapkan untuk membuat suatu program atau sistem buat meminimalisir sikap membolos sekolah siswa.Contohnya seperti mengadakan konseling buat pelajar yang suka membolos sampai mempraktikkan sistem absen dengan finger print secara tidak berubah-ubah serta berkesinambungan.Sehingga diharapkan dapat menjaga siswa supaya tidak terbawa-bawa oleh pergaulan yang negatif.





Demikianlah pembahasan lengkap contoh kasus konformitas diri dan solusinya .Saya berharap artikel ini dapat menambah wawasan pembaca.Sampai jumpa di artikel selanjutnya.


%d blogger menyukai ini: