Pembahasan Lengkap Contoh Kasus Narsisme dan Solusinya

Pembahasan Lengkap Contoh Kasus Narsisme dan Solusinya

Pembahasan Lengkap Contoh Kasus Narsisme dan Solusinya

1. Pengertian Narsisme

Pembahasan Lengkap Contoh Kasus Narsisme dan Solusinya .Narsis merupakan salah satu istilah yang sering diucaokan oleh golongan anak muda untuk mendeskripsikan seorang yang sangat percaya diri serta bangga akan diri sendiri.Narsistik ialah jenis karakter yang diisyarati dengan merasa diri lebih penting dari orang lain, kurang peduli terhadap lingkungan dekat dan mudah cemburu terhadap keberhasilan orang lain.

Narsistik bisa berbentuk karakteristik karakter,bisa juga berupa kendala karakter. Perihal yang membedakan pada karakteristik dari karakter narsistik yaitu orang yang mengalaminya dan orang di sekitarnya tidak merasa tersendat dengan karakter tersebut.Sedangkan itu, kendala karakter narsistik yaitu pengidap mengalami kesulitan dalam berhubungan dengan orang-orang di sekitarnya.

2. Jenis-Jenis Narsisme

  • Grandiose narcissism (over narcissism) ini ditunjukkan dengan perilaku terang-terangan sombong, membanggakan diri, memuaskan kemauan diri sendiri dan ingin disanjung. Grandiose narcissism berkaitan dengan perilaku bermusuhan dan antagonistik.
  • Communal narcissism ditunjukkan dengan sikap membantu, pengertian dan sikap fokus kepada pemenuhan kebutuhan orang lain buat memvalidasi pemikiran kalau dirinya yang lebih baik (grandiose thoughts).
  • Vulnerable narcissism (covert narcissism) ditunjukkan dengan sikap fokus pada diri sendiri,merasa diri perlu memperoleh penghargaan orang lain walaupun dari luar terlihat rapuh dan sangat sensitif terhadap validasi orang lain.
  • Spiritual narcissism ditunjukkan dengan perasaan lebih spiritual serta lebih tercerahkan yang merupakan bentuk grandiose thoughts dan perilaku membantu orang lain atas dasar pemikiran superioritas spiritual tersebut.

3. Gejala-Gejala Narsisme

  • Mempunyai perilaku ataupun sikap yang kelewatan dalam membesar-besarkan dirinya sendiri. Misalnya, merasa sangat mahir berjoget sementara gerakannya tidak sesuai dengan lagu.
  • Meyakini jika dirinya sangat istimewa sehingga hanya ingin berhubungan dengan orang-orang yang mempunyai status sosial ekonomi yang tinggi.
  • Mempunyai pikiran kalau dirinya adalah orang yang sangat berhasil, mempunyai pengaruh terhadap banyak hal,sangat pintar dan disukai banyak orang
  • Menggunakan orang lain buat mendapatkan keuntungan diri sendiri
  • Selalu ingin dipuji secara berlebihan. Merasa berhak atas semua hal melebihi orang lain.
  • Mudah cemburu terhadap orang lain atau meyakini kalau banyak orang yang cemburu terhadap dirinya.
  • Kurang berempati terhadap orang lain,tidak mampu mempedulikan perasaan dan kebutuhan orang lain.

4. Penyebab Narsisme

  • Trauma masa kecil seperti kekerasan fisik,intim sampai verbal.
  • Sangat sensitif dengan pola, suara atau cahaya di masa kecil.
  • Genetik atau keturunan.
  • Karakteristik serta sifat mudah marah.
  • Hubungan dengan orangtua, sahabat dan keluarga di masa lalu.

5. Contoh Kasus Narsisme dan Solusinya

Contoh kasus narsisme dan solusinha dari guru bimbingan SMPN 3 yang mendapatkan laporan dari guru-guru,bahwa murid sering acuh ketika proses tanya jawab dengan sesama temannya,mengucapkan kata-kata yang menyinggung,merasa dirinya lebih baik dari yang lain.Kemudian guru bimbingan konseling menindaklanjuti laporan tersebut.Semua permasalahan tersebut masuk kedalam masalah narsistik.Bagaimana penanganan kasus narsistik yang harus dilakukan oleh guru bimbingan konseling.

Guru bimbingan konseling dalam mengatasi sikap narsisme siswa menggunakan teknik gestalt.Teknik ini bertujuan membantu konseli atau murid
untuk menyadari dan mempersonalisasi perasaan
dan tingkah lakunya dan mengambil tanggung
jawab atas perasaan serta tingkah lakunya.Guru konseling akan mendorong untuk melihat kenyataan dalam dirinya.

Konseli diminta untuk mengisi bagian kosong
sebagai cara mengevaluasi tanggung-jawab
personal dan bagaimana konseli mengatur
hidupnya.Kemudian dalam pengisian konseli diharuskan menambahkan kata “Saya Bertanggung Jawab…”.Hal ini supaya konseli bisa melakukan banyak hal dengan mandiri.Kemudian juga diharapkan konseli dapat bertanggung jawab atas hal yang terjadi pada dirinya.Kemudian diambil saran-saran yang tepat seperti dibawah ini.

  • Guru konseling selaku konselor sekolah diharapkan supaya tetap mengontol perkembangan murid setelah diberikan layanan konseling individual dengan metode latihan bertanggung jawab.
  • Guru konseling diharapakan bekerjasama dengan guru atau wali kelas dan orang tua siswa dalam mengontrol serta mendampingi siswa baik yang mengalami masalah maupun yang tidak mengalaminya.
  • Diharapkan kepada kepala sekolah supaya jam tatap muka diberikan kepada konselor walaupun cuma satu kali pertemuan dalam satu minggu supaya guru konseling bisa melakukan tugas dan tanggung jawabnya selaku bagian dari pendidik.




Demikianlah pembahasan lengkap contoh kasus narsisme dan solusinya .Saya berharap artikel ini dapat menambah wawasan pembaca.Sampai jumpa di artikel selanjutnya.


%d blogger menyukai ini: