Pembahasan Lengkap Contoh Kasus Pelatihan Kerja Karyawan dan Solusinya

Pembahasan Lengkap Contoh Kasus Pelatihan Kerja Karyawan dan Solusinya

Pembahasan Lengkap Contoh Kasus Pelatihan Kerja Karyawan dan Solusinya .Tenaga kerja merupakan salah satu aset penting untuk suatu lembaga atau perusahaan. Diperlukan tenaga kerja yang berkualitas buat bisa meningkatkan produktivitas dan perkembangan perusahaan.

Pelatihan kerja merupakan salah satu pemecahan buat memperoleh tenaga kerja yang profesional serta berkualitas sebagaimana yang diharapkan.Selain itu juga meningkatkan karir tenaga kerja sendiri.Berikut dijelaskan secara lengkap mengenai pengertian,manfaat maupun contoh kasus pelatihan kerja karyawan dan solusinya

1. Pengertian Pelatihan Kerja

Pelatihan kerja (training) yaitu semua kegiatan buat memberikan, mendapatkan,meningkatkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin,perilaku, dan etos kerja pada tingkatan keahlian serta kemampuan tertentu sesuai dengan jenjang serta kualifikasi jabatan atau pekerjaan.Singkatnya,pelatihan kerja yaitu proses pengarahan pengetahuan dan pengembangan keahlian bekerja (vocational) serta perilaku supaya karyawan semakin terampil serta mampu melakukan tanggung jawabnya sesuai dengan standar.

2. Manfaat Pelatihan Kerja

A. Manfaat Buat Karyawan

  • Membantu karyawan dalam membuat keputusan dan pemecahan permasalahan yang lebih efisien.
  • Membantu mendorong dan mencapai pengembangan diri serta rasa percaya diri.
  • Melalui pelatihan serta pengembangan, variabel pengenalan, pencapaian prestasi, perkembangan,tanggung jawab dan kemajuan bisa diinternalisasi serta dilaksanakan.
  • Membantu karyawan menangani tekanan pikiran, tekanan,frustrasi dan konflik.
  • Meningkatkan kepuasan kerja dan pengakuan.
  • Memberikan informasi tentang meningkatnya pengetahuan kepemimpinan,keahlian komunikasi dan perilaku.
  • Memenuhi kebutuhan personal anggota pelatihan.
  • Membantu karyawan mendekati tujuan pribadi dan meningkatkan keahlian interaksi.
  • Membantu pengembangan keahlian mendengar,membaca dan menulis dengan latihan.
  • Memberikan nasehat dan jalan buat perkembangan masa depan.

B. Manfaat Buat Perusahaan

  • Mengarahkan buat meningkatkan profitabilitas atau perilaku yang lebih positif terhadap orientasi profit.
  • Memperbaiki sumber daya manusia.
  • Memperbaiki pengetahuan kerja serta kemampuan pada seluruh tingkat perusahaan.
  • Membantu menghasilkan image perusahaan yang lebih baik.
  • Membantu karyawan buat mengenali tujuan perusahaan.
  • Meningkatkan hububgan antara atasan dan bawahan.
  • Menunjang otentitas, keterbukaan dan keyakinan.
  • Memberikan informasi tentang kebutuhan perusahaan pada waktu yang akan datang.
  • Membantu dalam pengembangan perusahaan.
  • Membantu pengembangan promosi dari dalam.
  • Perusahaan bisa membuat keputusan dan membongkar permasalahan yang lebih efisien.
  • Membantu meningkatkan efisiensi, daya guna,produktivitas dan kualitas kerja.
  • Membantu pengembangan keterampilan kepemimpinan motivasi, kesetiaan, perilaku serta aspek yang umumnya diperlihatkan pekerjaan.
  • Meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap kompetensi dan pengetahuan.
  • Membantu menekan biaya dalam bermacam bidang seperti produksi,sumber daya manusia dan administrasi.
  • Menghasilkan suasana yang baik buat perkembangan.
  • Meningkatkan hububgan antar buruh dengan manajemen.
  • Membantu menangani konflik sehingga bebas dari tekanan pikiran dan tekanan kerja.
  • Membantu karyawan buat membiasakan diri dengan perubahan.

3. Contoh Kasus Pelatihan Kerja Karyawan dan Solusinya

Contoh kasus pelatihan kerja karyawan di PT CLOTH merupakan perusahaan yang bergerak di bidang tekstil yang memproduksi celana panjang.Dibulan ini perusahaan mentargetkan dapat memproduksi 100.000 celana panjang berkualitas grade A.Tetapi diakhir bulan hanya dapat memproduksi 60.000 celana panjang dengan 40.000 berkualitas grade A,15.000 berkualitas grade B dan 5.000 berkualitas grade C.

Kemudian setelah dijual ke buyer,perusahaan ternyata mendapatkan komplain bahwa produk grade A ada yang cacat dan mengembalikannya ke perusahaan.Dengan kasus tidak tercapainya target dan ditemukannya produk grade A yang cacat dan lolos, perusahaan lalu membuat strategi dengan mengadakan pelatihan karyawan.Tetapi setelah pelatihan selesai dan bulan depannya pun perusahaan masih mengalami masalah yang sama.Bagaimana perusahaan mengatasi kasus terhadap dan mengapa pelatihan kerja gagal untuk mengatasi problema tersebut.

A. Training Tidak Tepat Sasaran

Banyak perusahaan gagal dalam menyelenggarakan training dikarenakan minimnya persiapan yang matang sebelum menentukan pelatihan dan peserta yang bakal mengikuti program tersebut.Idealnya, saat sebelum memutuskan untuk melaksanakan program training, departemen human resource membuat assessment atau evaluasi tentang kebutuhan training seriap karyawan yang disesuaikan dengan pekerjaan atau posisi mereka.Penanganannya perusahaan dapat mengawali dengan melakukan pendataan karyawan seperti.

  • Apa job desk atau tugas mereka
  • Apa saja kemampuan atau pengetahuan yang diperlukan buat melakukan pekerjaan tersebut
  • Apa saja training yang sempat mereka ikuti terkait pekerjaan tersebut.
  • Apa training yang masih diperlukan oleh karyawan buat mendukung pekerjaannya.

B. Salah Memilih Pelatih

Salah memilih pelatih juga merupakan salah satu ketidakberhasilan program training walau persiapan serta assessment telah dilakukan dengan baik oleh pihak manajemen internal.Oleh karena itu, memilih pusat pelatihan karyawan atau trainer yang berpengalaman dan mempunyai reputasi yang baik.Tidak hanya itu, pelatih training harus mempunyai kompetensi dan sertifikasi tertentu yang menampilkan bahwa mereka sanggup melakukan training tersebut.

C. Pelatihan Yang Tidak Tepat

Sebagian besar perusahaan melakukan training buat menangani kelemahan karyawan, bukan untuk meningkatkan keahlian karyawan supaya menjadi lebih baik.Dampaknya, perusahaan hanya mendapatkan karyawan dengan keahlian rata-rata,bukan karyawan dengan keahlian yang luar biasa apalagi expert di bidangnya.Oleh karena itu,jangan hanya berfokus pada training yang bersifat pelengkap atau penambah skill, melainkan memberikan pelatihan lanjutan atas skill yang telah dimiliki karyawan supaya mereka bisa memberikan pengaruh yang luar biasa untuk kemajuan perusahaan.

D. Penyampaian Training Yang Kurang Tepat

Keahlian pelatih (trainer) dalam menyampaikan materi training haruslah dinilai sebab bakal berakibat pada keseluruhan program training.Trainer yang tidak bisa menyampaikan materi dengan tepat, menarik, serta mudah dipahami, membuat partisipan training kesulitan buat memahami materi sehingga training pun menjadi kurang optimal.Oleh karena itu, perusahaan wajib melakukan survei dengan melaksanakan tahap interview langsung atau lewat angket yang dibagikan tertulis kepada karyawan.Tujuannya yaitu untuk mengenali apakah karyawan memahami materi yang di informasikan oleh trainer




Demikianlah pembahasan lengkap contoh kasus pelatihan kerja karyawan dan solusinya .Saya berharap artikel ini dapat menambah wawasan pembaca.Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

%d blogger menyukai ini: