Pembahasan Lengkap Contoh Kasus Prestasi Belajar dan Solusinya

Pembahasan Lengkap Contoh Kasus Prestasi Belajar dan Solusinya

Pembahasan Lengkap Contoh Kasus Prestasi Belajar dan Solusinya

1. Pengertian Prestasi

Pembahasan Lengkap Contoh Kasus Prestasi Belajar dan Solusinya .Prestasi belajar siswa tidak bisa dipisahkan dari kegiatan belajar, sebab belajar merupakan suatu proses, sebaliknya prestasi belajar merupakan hasil dari proses pembelajaran tersebut. Untuk seorang anak belajar itu merupakan suatu kewajiban.Berhasil atau tidaknya seorang anak dalam pendidikan bergantung pada proses belajar yang dirasakan oleh anak tersebut.

2. Aspek Prestasi Belajar

A. Aspek Kognitif

Ini merupakan aspek kemampuan pengetahuan yang menekankan pada memahami serta mengingat kembali bahan yang sudah diajarkan serta bisa dilihay selaku dasar atau landasan buat membangun pengetahuan yang lebih komplek dan abstrak serta merupakan kemampuan intelektual yang menekankan pada proses mental untuk mengorganisasikan bahan yang sudah diajarkan.Aspek kognitif terdiri dari enam tingkatan dengan aspek belajar yang berbeda-beda. Keenam tingkatan tersebut yaitu seperti dibawah ini.

a. Tingkat Pengetahuan (Knowledge)

Pada sesi ini menuntut peserta didik buat dapat mengingat berbagai informasi yang sudah diterima sebelumnya, misalnya fakta, rumus, strategi problem solving.

b. Tingkat Pemahaman (Comprehension)

Pada tahap ini jenis pemahaman dihubungkan dengan keahlian buat menjelaskan pengetahuan, informasi yang sudah diketahui dengan kata-kata sendiri. Pada tahap ini peserta didik diharapkan menerjemahkan atau mengatakan kembali yang sudah didengar sendiri.

c. Tingkat Penerapan (Application)

Penerapan ini merupakan kemampuan buat memakai atau mempraktikkan informasi yang sudah dipelajari kedalam keadaan yang baru dan memecahkan berbagai permasalahan yang muncul dalam kehidupan setiap hari.

d. Tingkat Analisis (Analysis)

Analisis ini merupakan kemampuan mengidentifikasikan, memisahkan dan membedakan komponen atau elemen suatu fakta, konsep, hipotesa atau kesimpulan.

e. Tingkat Penilaian (Evaluation)

Peserta didik mampu membuat evaluasi serta keputusan tentang nilai suatu gagasan,metode,produk atau barang dengan memakai kriteria tertentu.

B. Aspek Afektif

Ini merupakan aspek yang terkait dengan perilaku mental,penasaran dan pemahaman peserta didik dalam menjalani kehidupan atas dasar saling menghargai,saling pengertian,dapat menyesuaikan diri dan bahagia terhadap seluruh bentuk kebaikan.Beberapa jensi aspek afektif sebagai hasil belajar. Kategorinya diawali dari tingkatan yang bmudah sampai tingkatan yang kompleks, seperti di bawah ini.

  • Reciving (attending) yaitu kepekaan dalam menerima rangsangan (stimulasi) dari luar yang datang kepada peserta didik dalam bentuk masalah,keadaan dan indikasi.
  • Jawaban (responding) yaitu respon yang diberikan oleh seorang terhadap stimulasi yang datang dari luar. Perihal ini mencakup ketetapan respon, perasaan,kepuasan dalam menanggapi stimulus dari luar yang datang kepada dirinya.
  • Evaluasi (valuing), berkenaan dengan nilai dan kepercayaan terhadap indikasi atau stimulus.
  • Organisasi yaitu pengembangan dari nilai kedalam satu sistem organisasi, termasuk hubungan satu nilai dengan nilai yang lain,pemantapan dan prioritas nilai yang dimiliki.
  • Karakteristik nilai (internalisasi nilai) yaitu keterpaduan semua sistem nilai yang dimiliki seseorang yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya termasuk keseluruhan nilai dan karakteristiknya.

C. Aspek Psikomotor

Ini berhubungan dengan kemampuan yang lebih bersifat kongkrit atau bentuk nyata dalam aspek afektif contohnya dalam bentuk ibadah, pengolahan serta pemanfaatan alam, pelestarian budaya dan lain- lain.Ada 4 tingkatan kemampuan dalam aspek psikomotor seperti di bawah ini.

  • Gerakan refleks (kemampuan pada gerakan yang tidak sadar).
  • Kemampuan pada gerakan-gerakan dasar.
  • Kemampuan perseptual, termasuk didalamnya membedakan visual,auditif, motoris dan lain- lain.
  • Gerakan-gerakan skill, mulai dari kemampuan yang kompleks

3. Contoh Kasus Prestasi Belajar dan Solusinya

Contoh kasus prestasi belajar dan solusinya dari Bani yang mengeluhkan kondisinya saat mendapatkan nilai rendah dalam belajar salah satu mata pelajaran ke guru bimbingan konseling.Dia merasa sudah belajar maksimal terhadap mata pelajaran tersebut,tetapi ternyata nilai tetap dibawah rata-rata.Kemudian dia juga menjelaskan kepribadiannya yang penyendiri dan sulit mempercayai orang lain ketika ada masalah.Bagaimana layanan konseling dari kasus Bani yang menyebabkan nilai prestasi belajarnya rendah dari guru bimbingan konseling.

Dari penjelasan Bani selaku konseli diketahui masalahnya berawal dari memperoleh nilai yang dibawah rata-rata.Selain itu dia juga tipe orang yang introvert.Dalam penanganan masalah yang menyebabkan prestasi belajar menurun guru bimbingan konseling selaku konselor dapat menggunakan tekhnik konseling Rational Emotive Behavioural Therapy (REBT).Konseling REBT bertujuan buat membentuk individu yang rasional dengan jalan mengubah cara-cara berpikir irasional. Pada konseling ini konseli diberi uraian buat memahami perkaranya lewat prinsip ABC.

  • A (activating event) atau sikap yang memulai
  • B (belief) atau percaya
  • C (consecuency) yang berbentuk C- emosi dan C- perilaku

Konselor mengajak konseli bersama-sama menelaah kasus yang sedang dihadapai kedalam teori ABC supaya diketahui pemicu munculnya kasus tersebut.Dikarenakan konseli memperoleh nilai yang kurang memuaskan serta tipe oramg introvert.Kemudian ditelaah bahwa sikap tersebut bukan didasari oleh A melainkan adanya A yang diiringi oleh Bir (Belief Irational), menjadikan timbulnya C-emosi dan sikap.

Sebab konseli sering memperoleh nilai yang kurang memuaskan (A) yang didasari oleh Bir (adanya asumsi kalau belajar atau tidak sama saja).Maka muncullah C-emosi dan sikap berbentuk kurang semangat belajar,perasan pilu,kecewa dan itu ditunjukkan melalui sikap moody bila belajar.Konselor dapat mengarahkan metode berpikir logis serta empiris ini dengan mempersamakan pada contoh orang-orang yang berhasil atau orang terkenal dengan iktikad supaya konseli bisa mengambil sisi positif dari permasalahan yang dihadapi orang-orang tersebut.





Demikianlah pembahasan lengkap contoh kasus prestasi belajar dan solusinya .Saya berharap artikel ini dapat menambah wawasan pembaca.Sampai jumpa di artikel selanjutnya.


%d blogger menyukai ini: