e"

Pembahasan Pengertian dan Contoh Kasus Promosi Kesehatan

Pembahasan Pengertian dan Contoh Kasus Promosi Kesehatan

Pembahasan Pengertian dan Contoh Kasus Promosi Kesehatan .Promosi kesehatan dilakukan dalam konteks prinsip-prinsip kemitraan, partisipasi dan proteksi aktif buat mencapai kesehatan maksimal. Tujuan dari aktivitas ini yakni buat menguatkan keahlian serta keterampilan orang buat mengambil tindakan serta kapasitas kelompok ataupun masyarakat buat berperan secara kolektif dalam melakukan kontrol atas faktor- faktor penentu kesehatan serta mencapai perubahan yang positif.

Promosi kesehatan tidak cuma mencakup aksi yang ditunjukan buat menguatkan keahlian serta keterampilan orang namun tindakan ditunjukan perubahan keadaan sosial, area, politik serta ekonomi buat mengurangi akibat terhadap populasi dan kesehatan orang.Promosi kesehatan mengaitkan serta memberdayakan individu serta masyarakat buat ikut serta dalam gidup sehat, dan membuat perubahan yang mengurangi resiko berkembangnya penyakit kronis dan morbiditas yang lain.Dibawah akan ini dijabarkan pengertian,target dan contoh kasus promosi kesehatan .

1. Pengertian Promosi Kesehatan

Bagi Green (dalam Notoatmodjo, 2007), promosi kesehatan yakni seluruh bentuk campuran pembelajaran kesehatan dan intervensi yang terpaut dengan ekonomi, politik, dan organisasi yang direncanakan buat mempermudah sikap serta lingkungan yang kondusif untuk kesehatan. Promosi kesehatan ini memiliki 3 aspek diantaranya.

  • Aspek Penguat (Reinforcing Factors) ialah aspek penguat untuk seseorang buat mengganti sikap seperti tokoh masyarakat, undang-undang,peraturan-peraturan dan surat keputusan.
  • Aspek Kemungkinan (Enabling Factors), Meliputi fasilitas,prasarana, serta sarana yang menunjang terbentuknya perubahan sikap.
  • Aspek predisposisi (Predisposising Factors),Meliputi pengetahuan serta perilaku seseorang.

2. Target Promosi Kesehatan

Bagi Maulana (2009), penerapan promosi kesehatan mempunyai 3 tipe target ialah target primer, sekunder dan tersier.

A. Target Primer

Target primer kesehatan yakni pasien, orang sehat serta keluarga selaku komponen dari masyarakat.Mereka diharapkan mengubah perilaku hidup mereka yang tidak bersih serta tidak sehat menjadi sebaliknya.Namun disadari kalau mengganti perilaku tidaklah suatu yang gampang.Pergantian sikap pasien, orang sehat serta keluarga bakal susah dicapai bila tidak didukung oleh sistem nilai serta norma sosial dan norma hukum yang bisa diciptakan ataupun dibesarkan oleh para pemuka masyarakat, baik pemuka informal ataupun pemuka resmi.

Keteladanan dari para pemuka warga,baik pemuka informal ataupun resmi dalam mempraktikkan perilaku yang sehat. Suasana sosial yang kondusif dari kelompok-kelompok masyarakat serta pendapat umum. Sumber energi serta ataupun fasilitas yang diperlukan untuk terciptanya keadaan yang bersih dan sehat, yang bisa diupayakan ataupun dibantu penyediaannya oleh mereka yang bertanggung jawab serta berkepentingan,khususnya perangkat pemerintahan serta dunia usaha (Maulana, 2011).

B. Target Sekunder

Target sekunder yakni para pemuka masyarakat,baik pemuka informal (misalnya pemuka adat dan pemuka agama) atau pemuka formal (misalnya petugas kesehatan dan pejabat pemerintahan), organisasi kemasyarakatan serta media massa. Mereka diharapkan bisa ikut dan dalam upaya tingkatkan kehidupan bersih dan sehat pasien, orang sehat serta keluarga.

C. Target Tersier

Target tersier yakni para pembuat kebijakan publik yang berbentuk peraturan perundang-undangan di bidang kesehatan serta bidang lain yang berkaitan serta mereka yang bisa memfasilitasi ataupun sediakan sumber daya. Mereka diharapkan ikut dan dalam upaya tingkatkan kehidupan besih dan sehat pasien, orang sehat serta keluarga dengan metode.

  • Memberlakukan kebijakan atau peraturan perundang-undangan yang tidak merugikan kesehatan masyarakat serta menunjang terciptanya kehidupan sehat dan bersih masyarakat.
  • Membantu menyediakan sumber daya (dana dan fasilitas) yang dapat mempercepat terciptanya kehidupan yang sehat dan bersih di golongan pasien, orang sehat serta keluarga khususnya dan masyarakat luas pada umumnya (Maulana,2011)

3. Contoh Kasus Promosi Kesehatan dan Penyelesaiannya

Contoh kasus promosi kesehatan disuatu desa dimana ada puskesmas ABC dengan jumlah wisatawan yang datang pada tanggal 05 Desember 2017 sebanyak 50 orang buat kegiatan penyuluhan pencegahan demam berdarah. Warga desa yang tiba buat melihat kegiatan promosi kesehatan di puskesmas sebagian besar merupakan orang berusia sekitar 20-50 tahun yang berpendidikan SMA, beberapa warga berpenghasilan dari bertani serta ibu rumah tangga. Di puskesmas ABC telah terdata jumlah penduduk yang mengidap demam berdarah sebanyak 25 orang pada bulan Oktober 2017 yang terdiri dari 20 orang dewasa serta 5 orang anak, yang mana akibat dari penyakit demam berdarah tersebut terdapat 5 orang yang meninggal yakni 4 orang anak, serta 1 orang dewasa.





A. Prinsip Promosi Kesehatan

Prinsip promosi kesehatan bersumber pada kasus diatas yakni memakai prinsip dibawah ini.

  • Empowerment( pemberdayaan) ialah metode kerja buat membolehkan seorang buat memperoleh kontrol lebih besar atas keputusan serta tindakkan yang pengaruhi kesehatan mereka
  • Partisipative (partisipasi) ialah dimana seorang mengambil bagian aktif dalam pengambilan keputusan.

B. Strategi Untuk Mengatasinya

Strategi dan intervensi yang dilakukan yakni sebagai berikut.

a. Advokasi

Dengan melakukan pendekatan terlebih dahulu dengan para pejabat buat memberikan dukungan di puskesmas ABC dalam menghindari demam berdarah dengan menampilkan informasi yang ada kepada para pejabat.

  • Intervensi yang dilakukan yakni melakukan diskusi, dialog kepada para pejabat buat menunjang penyuluhan yang bakal dilakukannya serta memberikan bantuan buat kegiatan yang bakal dilaksanakan.
  • Hasil yang diharapkan yakni pejabat wilayah menunjang aktivitas penyuluhan pencegahan demam berdarah dengan bantuan dana dari pejabat buat memberikan obat abate kepada warga secara gratis b. Persyaratan Terdapatnya syarat yang disetujui buat aktivitas fogging teratur didaerah desa dan mendekati para tokoh warga untuk melakukan bimbingan dan pengajaran kepada tokoh masyarakat supaya bisa diberikan informasnya kepada para masyarakat didaerah desa tersebut.
  • Intervensi yakni dengan kegiatan yang dilakukan kepada tokoh masyarakat saat sebelum penyuluhan memberikan bimbingan pencegahan demam berdarah,
  • Hasil yang diharapkan yakni bimbingan yang diberikan kepada tokoh masyarakat bisa menginformasikan kepada warga sehingga menunjang jalannya penyuluhan nantinya

c. Pemberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan yang dilakukan dengan sumber dayanya yaitu masyarakat sendiri yang mana nantinya terlihat perilakunya buat melakukan informasi yang sudah diterima.

  • Intervensi yakni dengan melakukan kegiatan penyuluhan tentang modul pencegahan demam berdarah, memberikan bubuk abate yang sudah diberi dan memberikan informasi tentang fogging kepada masyarakat.
  • Hasil yang diharapkan dari masyarakat bisa mengerti tentang modul pencegahan demam berdarah.

Demikianlah pembahasan contoh kasus promosi kesehatan .Saya berharap artikel ini dapat menambah wawasan pembaca.Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

%d blogger menyukai ini: