Pembahasan Lengkap Contoh Kasus Psikosis dan Solusinya

Pembahasan Lengkap Contoh Kasus Psikosis dan Solusinya

Pembahasan Lengkap Contoh Kasus Psikosis dan Solusinya

Pembahasan Lengkap Contoh Kasus Psikosis dan Solusinya .Psikosis ialah suatu keadaan atau gejala seperti halusinasi, tetapi bukan penyakit. Permasalahan mental atau fisik, konsumsi obat-obatan tertentu atau tekanan pikiran berat yang memicu munculnya keadaan ini.

1. Pengertian Psikosis

Psikosis ialah gangguan kesehatan jiwa yang menimbulkan seorang mempersepsikan dan menginterpretasikan bermacam perihal secara tidak umum.Anggapan ini kerap kali bertolak-belakang dibandingkan dengan anggapan normal orang-orang lain di sekitarnya.Psikosis ditandai dengan adanya persepsi realitas yang tidak baik.

Mereka yang mengalami psikosis bisa menampilkan indikasi berbentuk halusinasi atau delusi.Pengalaman ini bisa menakutkan dan tidak menutup mungkin kalau seorang yang mengalami psikosis bisa melukai diri sendiri atau orang lain.Oleh karena itu,seorang yang mengalami keadaan tersebut sangat dianjurkan buat memperoleh tindakan secepatnya.

2. Diagnosis Psikosis

A. Penelusuran Riwayat Pasien

Dokter akan mengajukan beberapa persoalan seputar indikasi, sikap dan perasaan pasien.Informasi tentang riwayat kedokteran,keluarga dan latar belakang budaya pasien dan dianalisis. Alasannya, budaya seorang mencerminkan sederet kepercayaan, nilai, serta aplikasi yang dianut. Pemikiran delusi dan halusinasi wajib dipertimbangkan dalam konteks budaya yang khusus. Yang disebut delusi dalam satu budaya bisa menjadi normal di budaya lain.

B. Pengecekan Fisik dan Mental

Dokter akan mengecek fisik pasien melalui keadaan tekanan darah, pola gerakan pasien serta tanda yang lain.Selain itu dokter akan mengecek penyakit pasien yang bisa menjadi menimbulkan psikosis.Sedangkan buat pengecekan mental,dokter akan mengamati pasien dari riwayat kesehatannya,perilaku secara umum,suasana hati, ucapan dan proses berpikir penderita.

C. Uji Laboratorium

Ketika tanda dan indikasi psikosis pasien menunjukkan faktor berbentuk keadaan kedokteran tertentu, tes laboratorium yang bisa dilakukan, antara lain.

  • Pengecekan darah lengkap
  • Uji fungsi tiroid
  • Uji urine
  • Pengukuran hormon paratiroid
  • Pengukuran kandungan kalsium, vit B12, folat serta niasin
  • Pengujian uji HIV serta sifilis
  • Uji antibodi
  • Uji pencitraan memakai MRI

3. Contoh Kasus Psikosis dan Solusinya

Contoh kasus psikosis dan solusinya dari Santi yang merupakan TKW yang bekerja di Malaysia.Disana dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga.Dia sudah bekerja selama 3 tahun.Semua gajinya setiap bulan selalu ditransfer langsung majikan ke orang tuanya.

Santi tiba-tiba pulang ke Indonesia dan beralasan ke orang tuanya yaitu majikan pindah tempat tinggal dan Santi dipulangkan.Tetapi beberapa hari di rumah Santi seperti orang bingung,malas beraktifitas, mengurung diri dikamar,nafsu makan menurun dan sering tidak tidur saat malam.Orang tuanya yang khawatir akhirnya membawa Santi ke rumah sakit jiwa untuk konsultasi.Bagaimana penanganan kasus Santi.

Permasalahan Santi seperti malas beraktifitas,mengurung diri dikamar, nafsu makan menurun serta sering tidak tidur ketika malam masuk kedalam permasalahan psikiotik atau psikosis kronis.

A. Teori Dukungan Sosial

  • Appraisal Support atau mengurangi stresor lewat dukungan pemecahan permasalahan berbentuk nasehat.
  • Tangiable support atau menyelesaikan tugas dengan dukungan fisik berupa tindakan yang nyata.
  • Self estem support atau dukungan yang berkaitan dengan self-estem seorang yang mempunyai dukungan dari anggotanya dalam sebuah kelompok
  • Beloging support atau rasa kebersamaan dari suatu kelompok dan menjadi bagian yang menampilkan perasaan diterima.
  • Modifikasi lingkungan yaitu mengkondisikan lingkungan klien sesuai dengan yang diperlukan buat kesembuhan klien.

B. Teori Family Therapy.

a. Medikamentosa.

Peran keluarga dalam sesi ini yaitu periksakan klien kedokter yang bisa mengintervensi gangguan yang dialami

b. Belonging Support

Setelah klien dipulangkan ke rumah atas pertimbangan dokter yang menangani klien,intervensi dilanjutkan oleh konselor tetapi masih berada dalam pengawasan dokter yang menangani klien (semua intervensi yang diberikan sudah disetujui oleh dokter yang bersangkutan).Tahap kedua diawali saat klien bisa berhubungan secara kooperatif. Dalam tahap ini,interaksi yang dilakukan keluarga yaitu memberikan kasih sayang serta bersikap terbuka buat meningkatkan perasaan kalau klien bagaimanapun merupakan anggota dari keluarga.

c. Dukungan Informatif

Sesi ini diawali ketika keseriusan kambuh klien menurun. Pada sesi ini keluarga memberikan dukungan informatif kepada klien dengan memberikan saran-saran dan pemberian nasehat

d. Modifikasi Lingkungan

Dalam modifikasi lingkungan, sebisa mungkin keluarga memisahkan klien dari orang-orang yang menjadi stresor untuk sementara.Perihal ini terus bersinambung hingga proses pengobatan berakhir.Sikap yang diperlihatkan oleh keluarga beragam,antara lain melarang klien untuk berangkat bekerja saat sebelum klien sudah sembuh,meminta klien buat tinggal di rumah orang tuanya.

e. Self Esteem

Dukungan yang berkaitan dengan self-esteem yaitu dukungan verbal yang menyinggung harga diri klien selaku seorang kepala keluarga. Sikap yang ditunjukkan keluarga yaitu memberikan dukungan verbal dengan kalimat provokatif yang menekan supaya klien cepat sembuh. Sesi ini dilakukan ketika dosis obat penenang yang harus diminum klien telah kurang dari 3 macam, di mana klien sudah sanggup buat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya.





Demikianlah pembahasan lengkap contoh kasus psikosis dan solusinya .Saya berharap artikel ini dapat menambah wawasan pembaca.Sampai jumpa di artikel selanjutnya.


%d blogger menyukai ini: