Mengenal Leasing Secara Lengkap dan Contoh Kasus Sewa Guna Usaha

Mengenal Leasing Secara Lengkap dan Contoh Kasus Sewa Guna Usaha

1. Pengertian Leasing

Mengenal Leasing Secara Lengkap dan Contoh Kasus Sewa Guna Usaha . Pengertian leasing secara universal merupakan sesuatu wujud aktivitas pembiayaan modal berbentuk hak opsi ataupun tanpa hak opsi yang dimanfaatkan buat nasabah dalam kurun waktu tertentu, dengan pembayarannya dilakukan secara dicicil ataupun angsuran.Sebaliknya bersumber pada Keputusan Departemen Keuangan Nomor. 1169/ KMK. 01/ 1991, pengertian leasing ataupun sewa guna usaha merupakan sesuatu kegiatan pembayaran berupa penyediaan produk modal buat sewa guna usaha, hak opsi ataupun hak tanpa opsi yang dimanfaatkan oleh nasabah dalam kurun waktu tertentu berdasarkan pembayaran yang dilakukan secara angsuran.

Bersumber pada uraian tersebut, hingga leasing mempunyai 8 elemen utama, ialah pembiayaan, penyediaan beberapa barang modal, pembayaran jangka waktu tertentu, terdapatnya nilai sisa yang disepakati, adanya hak seleksi, pembayaran secara berkala, terdapatnya pihak lessor, serta terdapatnya pihak lesseee.Contoh sewa guna usaha: leasing motor, leasing mobil, leasing mobil bekas, leasing mobil truk bekas.

2. Pihak Pihak Leasing

A. Lessor

Lessor merupakan perusahaan leasing ataupun pihak yang memberikan jasa pembiayaan kepada pihak lesse dalam wujud produk modal.Lessor dalam financial lease bertujuan buat memperoleh kembali bayaran yang sudah dikeluarkan buat membiayai penyediaan barang modal dengan memperoleh keuntungan.Sebaliknya lessor dalam operator lease, bertujuan memperoleh keuntungan dari penyediaan produk dan pemberiaan jasa-jasa yang berkenaan dengan pemeliharaan dan pengoperasian produk modal tersebut.

B. Lesse

Lesse merupakan perusahaan ataupun pihak yang mendapatkan pembiayaan dalam wujud benda modal dari lessor.Lesse dalam financial lease bertujuan memperoleh pembiayaan berbentuk produk ataupun perlengkapan dengan metode pembayaran angsuran ataupun secara berkala.Pada akhir kontrak leasing, lesse mempunyai hak opsi atas produk tersebut, artinya pihak lesse mempunyai hak buat membeli produk tersebut bersumber pada nilai sisa.Dalam operating lease, lesse bisa penuhi kebutuhan perlengkapannya di samping tenaga operator serta perawatan perlengkapan tersebut tanpa efek untuk lesse terhadap kehancuran.

C. Supplier.

Suppiler merupakan perusahaan ataupun pihak yang mengadakan ataupun sediakan produk buat dijual kepada lesse dengan pembayaran secara tunai oleh lessor. Dalam mekanisme financial lease, supplier langsung menyerahkan produk kepada lesse tanpa lewat pihak lessor selaku pihak yang membagikan pembiayaan.Kebalikannya dalam operating lease, supplier menjual barangnya langsung kepada lessor dengan pembayaran yang cocok dengan perjanjian kedua belah pihak, ialah secara tunai ataupun berkala.

D. Bank ataupun Kreditor

Dalam sesuatu perjanjian ataupun kontrak leasing, pihak bank ataupun kreditor tidak ikut serta secara langsung dalam kontrak leasing, tetapi pihak bank memegang peranan dalam perihal penyediaan dana kepada lessor paling utama dalam mekanisme leverage lease dimana sumber dana pembiayaan lessor diperoleh lewat kredit bank. Pihak supplier dalam perihal ini tidak tertutup mungkin menerima kredit dari bank. Buat mendapatkan beberapa barang yang nantinya hendak dijual selaku objek leasing kepada lesse ataupun lessor.

Contoh Kasus Leasing

3. Jenis-jenis Leasing

A. Capital Lease

Capital lease ialah tipe leasing yang perusahaaan leasingnya merupakan lembaga keuangan. Leasing tipe ini, nasabah( lesse) yang memerlukan barang ataupun modal memastikan sendiri kriteria serta spesifikasi yang di butuhkan. Sehingga lesse leluasa memastikan produk apa yang diinginkan.

Setelah itu, lesse yang melaksanakan negoisasi langsung dengan supplier tentang harga serta syarat- syaratnya. Sehabis berakhir proses negoisasi antara lessse serta supplier hingga lessor bakal membagikan uang kepada supplier buat membayar produk. Setelah itu lesse bakal membanyar beberapa uang modal kepada lessor cocok dengan perjanjian yang telah disepakati.

B. Operating Lease

Operating lease adalah pihak lessor membeli produk setelah itu disewakan kepada lesse dalam jangka waktu tertentu. Lesse cuma membayar rental ataupun sewa produk saja. Harga produk serta biaya-biaya yang lain lessor yang membayar.

C. Sales Type Lease( Lease Penjualan)

Lease penjualan ini umumnya dilakukan oleh perusahaan yang menjual lease produk dari hasil produksinya. Umumnya penjualan lease ini mempunyai 2 berbagai pemasukan yang diakui, ialah pemasukan penjualan produk serta pemasukan bunga atas pembelanjaan sepanjang jangka waktu lease.

D. Leverage Lease

Lesing tipe ini melibatkan pihak ketiga, ataupun biasa diucap dengan credit provider. Jadi lessor tidak membiayai objek leasing sampai sebesar 100% dari harga produk, melainkan cuma dekat 20%– 40% saja. Sisa harga setelah itu hendak dibiayai oleh credit provider

E. Cross Border Lease

Leasing tipe ini umumnya dilakukan antar negeri. Lessor serta lesse terletak tidak dalam satu negeri, melainkan di 2 negeri yang berbeda. Umumnya produk yang di leasingkan dalam Cross Border Lease merupakan produk yang mempunyai nilai yang besar. Contohnya: pesawat terbang bentukan Boeing serta Airbus.

4. Kelebihan dan Kekurangan Leasing

Memakai pembiayaan lewat leasing merupakan metode yang gampang dalam memperoleh produk yang diinginkan serta cocok dengan kebutuhan tetapi disisi lain juga memiliki kelemahan. Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan leasing.

A. Kelebihan Leasing

1. Fleksible

Struktur kontrak yang terdapat pada leasing amatlah fleksible cocok dengan keadaan keuangan perusahaan. Demikian pula dengan besarnya pembayaran beserta jangka waktu yang wajib ditempuh bisa disesuaikan dengan keahlian kita.

2. Tidak Wajib Menyertakan Jaminan

Hak kepemilikan secara legal terhadap produk yang di- lease ialah jaminan dalam pembiayaan secara leasing.Demikian pula dengan pembiayaan yang dilakukan sesuai pemasukan dari usaha dengan produk lease ialah jaminan dalam pembiayaan secara leasing.

3. Capital Saving

Mayoritas leasing bakal melaksanakan pembiayaan 100% buat kebutuhan produk. Perihal ini berarti bila terdapat dana lain yang masih ada, bisa dipergunakan buat kepentingan yang lain.Pastinya dengan sisa modal yang ada, diharapkan bisa jadi bonus keuangan guna meningkatkan produktivitas.

4. Pelayanan Cepat

Prosedur dalam leasing amatlah simpel. Perihal ini pasti berakibat pada cepatnya pelayanan yang dilakukan oleh leasing terhadap pihak yang memerlukan.Efisiensi waktu ini bisa dimanfaatkan buat aktivitas perusahaan yang lain guna meningkatkan produktifitas.

5. Bebas Dari Kerugian Inflasi

Penyusutan nilai duit yang diakibatkan oleh inflasi bisa dihindari dengan menggunakanleasing. Perihal ini disebabkan apabila pihak memilah melaksanakan leasing, hingga pembayaran yang dicoba hendak cocok dengan satuan moneter tadinya.Sehingga kala melunasi hutang, pembayar tidak hendak terserang peningkatan harga.

6. Kepastian Hukum

Pihak- pihak yang ikut serta dalam leasing bakal memperoleh kepastian hukum. Karena dalam
leasing sendiri ada peraturan yang tidak dapat dibatalkan dengan keadaan perekonomian apa juga.

7. Metode Memperoleh Aktiva

Untuk perusahaan yang lagi menghadapi kesusahan pendanaan bisa memakai sarana leasing ini buat memperoleh aktiva ataupun benda.

B. Kelemahan Leasing

Tidak hanya mempunyai banyak keunggulan, leasing pula mempunyai kelemahan untuk para lessee ataupun pengguna jasa leasing, antara lain ialah selaku berikut:

1. Denda

Perusahaan pembiayaan bakal mengenakan denda kepada nasabah yang tidak membayar angsuran pada waktunya. Sebab tidak mau menanggung kerugian, denda yang diberlakukan setiap hari serta bakal terus diakumulasikan hingga membayar angsuran berikut dendanya.

2. Penyitaan

Perusahaan pembiayaan telah menanggung pembayaran mobil lesse, maka lesse wajib bertanggung jawab buat melunasi sesuai nominal ditambah bunga kepada perusahaan pembiayaan. Tetapi bila tidak melaksanakan pembayaran cicilan secara terus menerus, hingga dihadapkan dengan sanksi yang lain. Pada awal mulanya bisa jadi cuma bakal dijatuhi denda tiap harinya sehabis jatuh tempo( umumnya 3 hari sehabis jatuh tempo), tetapi berikutnya bakal dikenai status kredit macet. Bila telah terletak di keadaan yang demikian pihak perusahaan pembiayaan bisa menyita mobil lesse, umumnya bila telah melalui 2 bulan dari jatuh tempo.

3. Penalti

Sehabis dihadapkan dengan 2 sanksi tadinya( denda setiap hari serta penyitaan), bukan berarti bisa melaksanakan pelunasan lebih dini buat pembelian mobil. Pelunasan lebih dini kepada perusahaan pembiayaan malah tidak bakal memberikan potongan bunga maupun harga. Tetapi kebalikannya, aksi tersebut dinilai berpaling dari konvensi yang telah disetujui oleh kedua belah pihak( nasabah serta perusahaan), sehingga aksi pelunasan itu dinilai suatu pelanggaran serta menciptakan hukuman penalti.

5. Kegunaan Leasing

Leasing berperan buat menyediakan pembiayaan pinjaman produk dengan jangka menengah. Sehabis leasing membagikan pinjaman dalam wujud produk, nasabah wajib mengangsur pinjaman tersebut cocok dengan waktu yang sudah disepakati bersama.Misalnya, mau membeli sepeda motor. Leasing mempermudah untuk mempunyai sepeda motor tanpa wajib membayar tunai. Lumayan membayarkan uang muka yang sudah disepakati di awal, setelah itu sisa pinjaman bisa diangsur sesuai dengan waktu yang sudah disepakati.

6. Contoh Kasus Sewa Guna Usaha



Contoh kasus sewa guna usaha operating lease pada PT NJERUK SEJAHTERA yang melaksanakan leasing pada tanggal 1 januari 2015 buat membeli suatu peralatan pabrik senilai Rp 10.000.000 dengan masa pakai 5 tahun dan mengalami penyusutan dengan tata cara garis lurus. Pembayaran per bulan atas sewa peralatan pabrik yaitu Rp 2.505.000.Tentukan metode menghitung operating lease dan capital lease bersumber pada contoh soal akuntansi sewa tersebut apabila bunga yang dibebankan sekitar 8% per tahun?

Contoh Perhitungan Capital Leasing
Perhitungan Operating Leasing

7. Perusahaan Leasing di Indonesia

  • PT Adira Dinamika Multifinance Tbk
  • PT Mandala Multifinance Tbk
  • PT BFI Finance Indonesia
  • PT Buana Finance Tbk
  • PT Danasupra Erapacific Tbk
  • PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk
  • PT Trust Finance Indonesia Tbk
  • PT HD Finance Tbk

Demikianlah pembahasan mengenai mengenal leasing secara lengkap dan contoh kasus sewa guna usaha.Semoga artikel ini membantu pembaca setia blog ini untuk lebih menambah wawasan dan pengetahuan.Terima kasih sudah membaca artikel ini.Sampai jumpa di postingan berikutnya.

%d blogger menyukai ini: