Pembahasan Lengkap Pengertian maupun Contoh Soal Agio dan Disagio Saham

Pembahasan Lengkap Pengertian maupun Contoh Soal Agio dan Disagio Saham

Pembahasan Lengkap Pengertian maupun Contoh Soal Agio dan Disagio Saham .Akun agio dan disagio saham ada di laporan keuangan pada kelompok modal.Ada beberapa bentuk perusahaan, salah satunya yaitu perseroan.

Pada bentuk perseroan terbatas mempunyai beberapa keuntungan, misalnya terdapatnya fasilitas buat menarik dan mengumpulkan beberapa modal yaitu dengan metode melakukan penerbitan saham. Ini merupakan perihal yang tidak dapat dilakukan pada bentuk perusahaan yang lain.Dibawah ini akan mengulas pengertian maupun contoh soal agio dan disagio saham

1. Pengertian Agio dan Disagio Saham

  • Agio Saham yaitu nilai kekayaan dari suatu perusahaan yang mana nilai tersebut berasal dari penjualan atau evaluasi saham di atas nilai nominal saham yang dimiliki oleh perusahaan. Nilai agio saham bisa diketahui dengan metode menghitung selisih antara harga jual serta harga beli saham perusahaan tersebut.
  • Disagio saham yaitu suatu istilah dalam dunia keuangan yang berkaitan dengan laporan keuangan suatu perusahaan. Istilah Disagio sejatinya berasal dari bahasa Italia (pemotongan) yang mempunyai arti sama dengan discountdalam bahasa Inggris.

2. Contoh Soal Agio dan Disagio Saham

A. Contoh Soal Agio Saham

Ini merupakah contoh soal agio dan disagio saham dari lima orang yang ingin mendirikan badan usaha berupa Perseroan Terbatas (PT) dengan modal bawah Rp 400 miliyar. Kelima orang yaitu Irfan,Dani,Aris,Saputro dan Jaya . Kelima orang tersebut masing-masing menyetor modal sebanyak Rp 20 miliyar,sehingga modal usaha sepenuhnya menjadi Rp 100 miliyar. Jadi dapat diamati beberapa poin yaitu :

  • Modal bawah = Rp 400 miliar
  • Modal disetor = Rp 100 miliar
  • Modal yang belum disetor (modal dalam portopel) = Rp300 miliar

Kelima orang menyetujui kalau saham perusahaan diberi harga nominal sebesar Rp 4000 per saham.Berarti, masing-masing orang mempunyai 5 juta lembar saham (perhitungannya yaitu Rp 20 miliyar per Rp 4000 per lembar saham). Perusahaan ini masih berstatus go private (perusahaan tertutup). Sehingga pada Laporan Perubahan Ekuitas (ketika perusahaan masih belum beroperasi) akan didapatkan laporan selaku berikut:

  • Modal awal = Rp 100.000.000.000
  • Laba ditahan = Rp 0
  • Agio Saham = Rp 0
  • Jumlah Ekuitas= Rp 100.000.000.000

Setelah 5 tahun beroperasi, perusahaan sukses dan mendapatkan laba bersih sebesar Rp100 miliyar.Sehingga ekuitas perusahaan bertambah menjadi:

  • Modal awal = Rp 100.000.000.000
  • Laba ditahan = Rp 100.000.000.000
  • Agio saham= Rp0
  • Jumlah Ekuitas= Rp 200.000.000.000

Perusahaan kemudian melakukan Initial Publik Offering (IPO), sebab membutuhkan tambahan dana buat perluasan usaha.Perusahaan perlu dana sebesar Rp 600 milyar.Para pendiri kemudian melepas seluruh sisa saham yang masih dicadangkan (75 juta lembar saham), serta saham tersebut akan dilepas ke publik, dijual pada harga Rp 10.000 per saham.

Sehingga perusahaan mendapatkan dana dari IPO sebesar 75 juta lembar saham x Rp 10.000 per saham= Rp 750 miliar dengan syarat seluruh dana IPO diserap pasar.Kalau diawal mendirikan perusahaan, kelima orang setuju harga saham perusahaan diberikan harga senilai Rp 4000 per saham.Tetapi setelah perusahaan beroperasi dan sukses mendapatkan laba bersih dan memutuskan buat go public, perusahaan menjual sahamnya ketika proses IPO di harga Rp 10.000 per saham.Selisih Rp 10.000 – Rp 4000= Rp 6.000 dan akan masuk dalam agio saham.

Jadi agio saham terjadi ketika perusahaan sukses menjual saham saat proses Initial Public Offering ( IPO) / go public diatas harga nominalnya. Pada contoh diatas tadi, harga saham awal perusahaan merupakan Rp 4000 (saat sebelum IPO). Ketika IPO, perusahaan menjual sahamnya dengan harga Rp 10.000.Selisih antara harga saham saat IPO dan sebelumnya sebesar Rp 6000 ini merupakan agio yang didapatkan oleh perusahaan.Perhitungan dari agio saham yaitu seperti di bawah ini.

Tambahan modal dari IPO didapatkan dari perusahaan yang melepas sisa saham yang belum disetor sebanyak 75 juta lembar x Rp 4000 (harga nominal awal).Modal total didapatkan dari modal awal perusahaan berdiri sebesar Rp 100 miliar yang berasal dari setoran modal 5 orang pendiri.Ditambah tambahan modal hasil IPO sebesar Rp 750 miliyar.Agio saham didapatkan dari 75 juta lembar saham x Rp 6000 (Rp 10000 didapatkan dari Rp 4000 harga saham ketika IPO Rp 4000 harga nominal saham awal perusahaan).Jadi ada agio sebesar Rp 6.000, dengan total agio saham Rp 450 miliar.Sehingga, pada laporan pergantian ekuitas, agio sahamnya muncul seperti di bawah ini.

  • Modal awal = Rp 400.000.000.000
  • Laba ditahan= Rp 100.000.000.000
  • Agio saham= Rp 450.000.000.000
  • Jumlah ekuitas= Rp 950.000.000.000

B. Soal Disagio Saham

Pada contoh diatas, harga saham awal perusahaan disepakati di harga Rp 4000. Tetapi bila operasional perusahaan ternyata merugi, maka perusahaan wajib menjual saham dibawah harga premium.Semisal perusahaan menjual saham ke investor dengan harga Rp 2000, hingga disini terjadi disagio saham senilai 50 juta lembar saham x – 2000 = (Rp 100 milyar).

Sehingga, disagio saham akan mengurangi nilai ekuitas perusahaan.Berarti jika operasional perusahaan rugi, para investor saham pasti tidak akan ingin membeli saham tersebut di harga yang lebih mahal (premium). Oleh sebab itu, perusahaan harus memberikan harga diskon kepada pemegang saham. Disinilah terjadi disagio saham.Di laporan keuangan, perubahan ekuitas atau pada Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) akan mungkin sering disebut akun agio saham.





Demikianlah pembahasan lengkap pengertian maupun contoh soal agio dan disagio saham .Saya berharap artikel ini dapat menambah wawasan pembaca.Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

%d blogger menyukai ini: