Pembahasan Lengkap Contoh Soal Akuntansi Akad Istishna dan Jawabannya

Pembahasan Lengkap Contoh Soal Akuntansi Akad Istishna dan Jawabannya

Pembahasan Lengkap Contoh Soal Akuntansi Akad Istishna dan Jawabannya .Akad Istishna selaku bentuk lain bay al-ma’dum yang dibenarkan oleh Islam saat ini sudah digunakan oleh beberapa lembaga keuangan syariah selaku instrumennya.Istishna ini digunakan selaku perlengkapan akad salam yang digunakan sebagai instrumen lembaga keuangan syariah.

Perbedaan di antara keduanya terletak dari keberadaan barang yang dijadikan sebagai objek akad.Barang yang dipesan dalam akad salam sebetulnya sudah jadi hanya belum dapat didatangkan ketika akad dan perlu dipesan terlebih dulu kepada supplier.Sebaliknya dalam istishna”, barang yang dipesan itu sama sekali belum jadi dan perlu dibuatkan terlebih dulu oleh produsen.Dibawah akan disajikan lebih lengkap mengenai pengertian beserta contoh soal akuntansi akad istishna dan jawabannya

1. Pengertian Akad Istishna

Pengertian akad istishna ialah akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan (pembeli atau mustashni) dan penjual (pembentuk atau shani).Shani bakal mempersiapkan barang-barang yang dipesan sesuai dengan spesifikasi yang sudah disepakati. Dia bisa menyiapkannya sendiri atau lewat pihak lain. Akad istishna yang dilakukan dengan metode ini disebut dengan istishna paralel.

Dalam istishna paralel, penjual membuat akad istishna kedua dengan subkontraktor buat membantu dalam memenuhi kewajiban akad istishna awal (antara penjual dan pemesan). Tetapi, penjual tidak dapat mengalihkan tanggung jawabnya terhadap pemesan kepada pihak subkontraktor. Perihal ini disebabkan akad terjadi antara penjual dan pemesan.

2. Rukun Akad Jual Beli Istishna

A. Uangnya Wajib Dibayar Ditempat

Ketentuan yang pertama yaitu pembayaran harus dilakukan di depan, itu berarti pembayaran dilakukan terlebih dulu. Namun di era modern ini, sudah dapat memakai sistem transfer antar rekening. Jadi tidak selamanya harus saling bertatap muka.

Namun tidak ada ketentuan wajib membayar secara lunas, tetapi minimal membayar DP (uang muka), 50% dari totalitas biaya. Perihal ini bertujuan supaya produsen terhibdar dari potensi konsumen kabur yang bisa merugikan pihak produsen ketika bahan baku sudah diolah.

B. Status Barang bakal Menjadi Tanggungan Produsen

Apabila akad Istishna sudah tercapai, maka status barang tersebut bakal menjadi hutang atau tanggungan yang wajib dikerjakan sebagaimana target yang sudah disepakati. Apabila tidak,maka pembeli berhak membatalkan akad tersebut, jika produsen menolak,pembeli berhak memprosesnyad i meja hukum.

C. Harus Ada Kejelasan Terhadap Barang

Barang tersebut harus jelas ukurannya,takarannya maupun bilangannya. Ketentuan ini sifatnya absolut. Apapun yang berkaitan dengan sifat barang, wajib dijelaskan secara gamblang kepada pembeli.Datanya harus tepat dan transparan, dan tidak ada yang cacat (aib) yang ditutup-tutupi.

D. Memberikan Kejelasan Atas Harga Barang Tersebut

Setelah transparansi sifat-sifat barang disebutkan dan supaya tidak berpotensi terbentuknya perselisihan antara keduaa belah pihak, maka perlu disebutkan biaya produk tersebut, terkhusus buat biaya bahan baku, biaya produksi dan biaya jasanya. Perihal ini bertujuan buat menyelaraskan keinginan pembeli dengan biayanya.

3. Contoh Soal Akuntansi Akad Istishna dan Jawabannya

Dibawah ini adalah salah satu contoh soal akuntansi akad istishna dan jawabannya

A. Transaksi Istishna’ Pertama

Paiman berencana membangun satu unit bangunan seluas 150 m² untuk pembangunan toko.Untuk keperluan tersebut ,Paiman menghubungi Bank Syarif Syariah untuk menyediakan bangunan baru sesuai dengan spesifikasi yang diinginkannya.Setelah serangkaian proses negosiasi dan kegiatan survey untuk menghasilkan desain bangunan yang akan dijadikan acuan spesifikasi barang, pada tanggal 01 Januari 2010 ditandatanganilah akad transaksi istishna’ pengadaan bangunan untuk toko.Kesepakatan antara Paiman dengan Bank Berkah Syariah adalah sebagai berikut:

  • Harga Bangunan : Rp 350.000.000
  • Lama penyelesaian : 7 bulan (paling lambat tanggal 10 Juli 01 Agustus)
  • Mekanisme panagihan : 7 termin sebesar Rp 50.000.000 per termin mulai tanggal 01 September
  • Mekanisme pembayaran : setiap 3 hari setelah tanggal penagihan

B. Transaksi Istishna’ Kedua

Untuk membuat bangunan sesuai dengan keinginan Paiman, pada tanggal 05 Januari 2010, Bank Syarif Syariah memesan kepada kontraktor PT. Cahaya Design Beton dengan kesepakatan sebagai berikut:

  • Harga Bangunan : Rp 300.000.000
  • Lama penyelesaian : 6 bulan 15 hari (paling lambat tanggal 20 Juli )
  • Mekanisme penagihan kontraktor : tiga termin pada saat penyelesaian 20%, 50% dan 100%.
  • Mekanisme pembayaran oleh Bank : dibayar tunai sebesar tagihan dari kontraktor.

C. Penjurnalan Transaksi Istishna

Misalkan pada tanggal 10 Januari 2010, untuk keperluan survey dan pembuatan desain bangunan yang akan dijadikan acuan spesifikasi barang, Bank Syarif Syariah telah mengeluarkan
kas hingga Rp 5.000.000.Maka jurnal untuk mengakui transaksi ini adalah seperti di bawah ini.

a. Penandatanganan Akad Dengan Pembeli

Penandatanganan Akad Dengan Pembeli

b. Penerimaan dan Pembayaran Tagihan Kepada Penjual

Penerimaan dan Pembayaran Tagihan Kepada Penjual

c. Penagihan Piutang Istishna’ Pembeli

Penagihan Piutang Istishna’ Pembeli




Demikianlah pembahasan lengkap contoh soal akuntansi akad istishna dan jawabannya .Saya berharap artikel ini dapat menambah wawasan pembaca.Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

%d blogger menyukai ini: