Pembahasan Lengkap Contoh Soal dan Jawaban Akuntansi Syariah Akad Salam

Pembahasan Lengkap Contoh Soal dan Jawaban Akuntansi Syariah Akad Salam

Pembahasan Lengkap Contoh Soal dan Jawaban Akuntansi Syariah Akad Salam

Pembahasan Lengkap Contoh Soal dan Jawaban Akuntansi Syariah Akad Salam .Tidak hanya jual beli, murabahah dan ijarah, di lembaga keuangan syariah juga digunakan akad jual beli lain yang disebut akad jual beli salam.Jual beli salam ini dijadikan selaku instrumen pelengkap instrumen-instrumen keuangan Islam lain.

Dalam rangka mencegah lembaga keuangan syariah dari instrumen riba atau bunga. Pemakaian salam merupakan alternatif lain ketika akad jual beli lain sulit diimplementasikan.Pemakaian akad salam di lembaga keuangan syariah didasari pemikiran kalau dalam kondisi tertentu sulit buat mengimplementasikan jual beli secara tunai.Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai pengertian,jenis jenis maupun contoh soal dan jawaban akuntansi syariah akad salam

1. Pengertian Akad Salam

Pengertian salam berarti jual beli sesuatu yang disifatkan dalam perjanjian dengan ra’s al-mâl yang didahulukan serta penyerahan barang diakhirkan untuk ditangguhkan.Dengan kata lain, salam berarti jual beli barang yang ditangguhkan dengan memastikan sifatnya ketika akad serta biayanya dibayar di muka.Dengan demikian, secara terminologi, salam berarti perjanjian jual beli dengan metode pemesanan barang dengan spesifikasi tertentu yang dibayar di muka, dan penjual wajib menyediakan barang tersebut serta diantar kepada pembeli dengan tempat serta waktu penyerahan barang yang ditentukan di muka.Dari definisi salam di atas, maka bisa diketahui bahwa terdapat beberapa faktor yang ikut serta dalam salam, yaitu shighat (ijab dan qabul),muslam (orang yang memesan),muslam ilayh (orang yang menerima pesanan),ra’ s al- mál al- salam (harga) dan muslam fih (barang yang dipesan).

2. Jenis-Jenis Akad Salam

A. Salam

Salam bisa didefinisikan selaku transaksi atau akad jual beli dimana barang yang diperjualbelikan belum ada ketika transaksi dilakukan dan pembeli melakukan pembayaran dimuka sebaliknya penyerahan barang baru dilakukan di setelah hari tersebut.

B. Salam Paralel

Salam paralel artinya melakukan dua transaksi salam antara pemesanan pembeli dan penjual dan antara penjual dengan pemasok (supplier) atau pihak ketiga lainnya (melakukan transaksi Bai’ As Salam antara bank dan nasabah dan antara bank serta suplier atau pihak ketiga yang lain secara simultan).Perihal ini terjadi ketika penjual tidak memiliki barang pesanan serta memesan kepada pihak lain buat menyediakan barang pesanan tersebut.

3. Syarat-Syarat Dalam Salam

  • Uangnya sebaiknya dibayar ditempat akad berlangsung dan pembayaran wajib dilakukan terlebih dahulu
  • Barangnya bisa diberikan sesuai waktu yang telah dijanjikan. Sehingga bisa disimpulkan kalau pada waktu yang sudah dijanjikan barang wajib ada.
  • Barangnya menjadi utang untuk sang penjual
  • Dikenal serta disebutkan secara jelas mengenai sifat-sifat barangnya. Dengan sifat tersebut maka harga dan keinginan orang pada barang tersebut bisa berbeda.Sifat-sifat semacam ini sebaiknya jelas sehingga tidak ada keraguan yang akan menyebabkan perselisihan antara kedua belah pihak antara penjual serta pembeli. Begitu pula berbagai hal yang wajib disebutkan dalam akad salam jual beli
  • Barang tersebut harus jelas ukurannya, baik takaran,timbangan maupun bilangannya.
  • Disebutkan tempat menerima barang, jika tempat akad tidak layak buat menerima suatu barang tersebut maka akad salam wajib berlanjut dan tidak terdapat khiyar syarat

4. Etika Dalam Jual Beli Salam

  • Masing-masing yang bertransaksi harus jujur serta tulus ikhlas dan mempunyai sifat amanah dalam melaksanakan perjanjian yang sudah dibuat
  • Penjual harus berupaya memenuhi syarat-syarat yang sudah disetujui bersama
  • Pembeli jangan menolak barang- barang yang sudah dijanjikan dengan membuat berbagai alasan palsu buat menghindari transaksi

5. Contoh Soal dan Jawaban Akuntansi Syariah Akad Salam

Contoh soal dan jawaban akuntansi syariah akad salam pada PT Sukma yang memproduksi sabuk pakaian dengan harga jual Rp 10.000 .PT Sukma memerlukan modal sebesar
Rp 100.000.000 untuk menjalankan produksi sesuai pesanan,apabila harga jual yang disepakati sebesar Rp 12.000 dan terjual 15.000.Berapakah keuntungan yang didapatkan oleh PT Sukma.

  • Total Pinjaman Rp 100.000.000
  • Harga Barang Normal Rp. 10.000
  • Total Barang Dihasilkan 15.000 buah sabuk
  • Harga Jual Barang Rp. 12.000
  • Total Barang Terjual Rp 180.000.000
  • Total Keuntungan Rp 80.000.000
Jurnal akuntansi transaksi akad salam





Demikianlah pembahasan lengkap contoh soal dan jawaban akuntansi syariah akad salam .Saya berharap artikel ini dapat menambah wawasan pembaca.Sampai jumpa di artikel selanjutnya.


%d blogger menyukai ini: