Pembahasan Lengkap Contoh Soal Financial Leverage dan Jawabannya

Pembahasan Lengkap Contoh Soal Financial Leverage dan jawabannya

Pembahasan Lengkap Contoh Soal Financial Leverage dan Jawabannya .Suatu perusahaan dalam melaksanakan usahanya sejalan dengan pengembangan yang dialami, pastinya memerlukan tambahan modal. Pada saat perusahaan didirikan, pemilik dapat menentukan sumber modal apa yang dipakai.

Apakah semuanya bersumber dari modal saham biasa atau hutang jangka panjang (financial leverage). Selain itu,financial leverage dapat dimaksud sebagai pemakaian aktiva atau dana di mana untuk memakai dana tersebut perusahaan harus menutupi biaya tetap atau beban tetap.Dibawah ini akan mengulas mengenai pengertian disertai dengan contoh soal financial leverage dan jawabannya

1. Pengertian Financial leverage

Pengertian financial leverage yaitu pemakaian uabg pinjaman (hutang) buat membiayai pembelian aset dengan harapan pemasukan atau capital gain dari aset baru akan melebihi biya pinjaman, dapat diartikan kalau financial leverage merupakan hutang dalam struktur modal suatu perusahaan.

Konsep leverage keuangan tidak hanya relevan dengan bisnis namun berlaku buat individu juga.Hutang merupakan bagian integral dari perencanaan keuangan siapa pun baik itu perorangan maupun perusahaan. Didalam sudut pandang bisnis.Dalam suatu bisnis, hutang baik jangka pendek maupun panjang diperoleh tidak hanya atas dasar ‘kebutuhan modal’ namun juga diambil buat memperbesar keuntungan yang diperoleh para pemegang saham.

2. Jenis-Jenis Finansial Leverage

A. Rasio Leverage Konsumen

Rasio leverage konsumen digunakan buat memastikan berapa banyak utang yang dibawa rata-rata konsumen relatif terhadap pemasukan mereka yang bisa dibelanjakan. Untuk menghitung rasio leverage konsumen dapat memakai rumus dibawah ini.

“Rasio Leverage Konsumen = Total Hutang Rumah Tangga / Pemasukan Pribadi Sekali Pakai “

B. Rasio Utang Terhadap Kapitalisasi

Rasio hutang terhadap kapitalisasi secara langsung mengukur leverage keuangan perusahaan dengan memperhitungkan berapa banyak hutang yang dimiliki perusahaan dalam struktur modalnya. Rasio ini mencakup sewa operasi sebagai utang dan menghitung saham biasa serta saham preferen selaku ekuitas

“Total Debt to Capitalization Ratio = (Hutang Jangka Pendek + Hutang Jangka Panjang) / (Hutang Jangka Pendek + Hutang Jangka Panjang + Ekuitas Pemegang Saham)”

C. Rasio Utang Terhadap Modal

Rasio hutang terhadap modal mengukur financial leverage perusahaan dengan menyamakan seluruh hutang perusahaan dengan modalnya.Dalam perihal ini, utang mengacu pada utang berbunga jangka pendek dan jangka panjang perusahaan serta modal adalah jumlah dari seluruh utang berbunga ditambah ekuitas pemegang saham yang bisa mencakup seluruh bentuk saham. Buat menghitung rasio utang terhadap modal perusahaan dapat memakai rumus dibawah ini.

“Rasio Hutang terhadap Modal = Hutang / (Utang + Ekuitas Pemegang Saham)”

D. Rasio Utang Terhadap Ekuitas

Perusahaan besar biasanya menjaga rasio D/E mereka menjadi 2,0 atau sedikit lebih rendah.Rasio D/E yang besar bisa mengindikasikan strategi pembiayaan utang yang aggresif yang menuju pada pendapatan yang berfluktuasi, terutama di tengah tingkatan suku bunga yang tinggi.

“Rasio Hutang terhadap Ekuitas = Total Kewajiban / Total Ekuitas Pemegang Saham”

E. Rasio Leverage Utang Terhadap EBITD

Rasio leverage utang terhadap EBITDA mengecek seberapa baik perusahaan bisa melunasi utangnya serta seberapa besar kemungkinan perusahaan tersebut gagal bayar. EBITDA merupakan akronim dari pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi.Agen kredit umumnya memakai rasio ini serta perusahaan harus berupaya menjaga rasio di 3,0.

“Hutang terhadap EBITDA = Hutang / EBITDA”

F. Pengganda Ekuitas

Pengganda ekuitas seperti rasio D/E, namun alih- alih menyamakan total kewajiban yang dimiliki perusahaan dengan ekuitasnya, pengganda ekuitas menyamakan aset dengan ekuitas.

“Pengganda Ekuitas = Total Aset / Total Ekuitas”

Buat memastikan nilai aset yang dimiliki perusahaan,tambahkan total hutang perusahaan ke total nilai ekuitas pemegang sahamnya

“Total Aset = Total Hutang + Ekuitas Pemegang Saham”

G. Degree Leverage Keuangan

Degree leverage keuangan yaitu rasio leverage yang menilai bagaiman laba per saham perusahaan dipengaruhi oleh perubahan pemasukan operasional setelah melakukan perubahan pada struktur modalnya.Ketika degree financial leverage tinggi itu mengartikan bahwa perusahaan bakal mengalami perubahan laba yang cepat. Perihal ini dapat menghasilkan pengembalian yang sangat baik, namun hanya jika pendapatan operasional perusahaan bertambah.

“DFL = % perubahan EPS % / perubahan EBIT”

H. Rasio Cakupan Bunga

Rasio cakupan bunga meningkatkan lebih banyak konteks pada kewajiban perusahaan dengan mengetahui analisis seberapa baik perusahaan bisa membayar utangnya.Perusahaan wajib menjaga rasio ini pada 3,0 atau lebih besar.

“Rasio Cakupan Bunga = Pendapatan Operasional / Beban Bunga”

I. Rasio Cakupan Biaya Tetap

Rasio cakupan biaya tetap diperoleh dengan membandingkan arus kas perusahaan dengan bunga utang jangka panjang. Dalam perihal ini, perusahaan ingin mempunyai rasio yang lebih besar dikarenakan menguntungkan.

“TIE = EBIT / Beban Bunga Utang Jangka Panjang”

J. Rasio Leverage Tingkat 1

Rasio leverage tingkat 1 mengukur kesehatan keuangan dengan menyamakan modal inti dengan total asetnya.Dalam perihal ini, aset tingkat 1 digunakan karena mudah dilikuidasi ketika terjadi krisis keuangan.

“Rasio Leverage Tier 1 = Modal Tier 1 / Aset Konsolidasi ×1”

3. Contoh Soal Financial Leverage dan Jawabannya

Contoh soal financial leverage dari PT. Dian Textile saat ini memakai utang sebesar Rp. 400.000.000 dan membayar bunga 30% per Tahun.Saham Preferen sejumlah 20.000 lembar dan membayarkan dividen yang tetap sebesar Rp 1000 per lembar.Disamping itu perusahaan memiliki 80.000 lembar saham biasa dan pajak sebesar 50 Pertanyaan yaitu berapakah DFL pada saat
perusahaan memperkirakan penjualan 800.000 Unit dan apabila perusahaan memperkirakan akan mampu menjual sebesar 1.000.000 unit pada tahun depan,apa efek dari perubahan EBIT terhadap EPS.

A. DFL Penjualan Sebesar 800.000 Unit

  • DFL = EBIT / EBIT – I – D p / (1 – T )
  • DFL = Rp. 200.000.000 / Rp. 200.000.000 – Rp 120.000.000 – Rp. 20.000.000 / (1 – 0,5)
  • DFL = Rp. 200.000.000 / Rp. 40.000.000 = 5,0

B. Pengaruh Perubahan EBIT Terhadap EPS Dengan Penjualan 1.000.000 Unit

Tabel Finansial Leverage
  • Pengaruh menyebabkan peningkatan
    EPS sebesar 600 % atau dari Rp 250
    menjadi Rp 1.500
  • DFL = % Perubahan EPS = 600 % = 6,0
  • % Perubahan EBIT 120 %




Demikianlah pembahasan lengkap contoh soal financial leverage dan jawabannya .Saya berharap artikel ini dapat menambah wawasan pembaca.Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

%d blogger menyukai ini: