Pembahasan Lengkap Contoh Soal Impairment Asset dan Jawabannya

Pembahasan Lengkap Contoh Soal Impairment Asset dan Jawabannya

Pembahasan Lengkap Contoh Soal Impairment Asset dan Jawabannya

Pembahasan Lengkap Contoh Soal Impairment Asset dan Jawabannya .Istilah penurunan atau impairment aset telah lama dikenal dalam akuntansi. PSAK berbasis IFRS memakai istilah penyusutan nilai untuk aset tetap,aset tak berwujud,goodwill, aset keuangan dan investasi.

Impairment aset terjadi bila nilai tercatat aset melebihi nilai yang bisa dipulihkan. Aset yang mengalami penyusutan nilai wajib disesuaikan serta akibat penyesuaian tersebut bakal diakui sebagai kerugian dalam laporan laba rugi. Seluruh aset mempunyai resiko mengalami penyusutan nilai, tetapi ada yg diatur sendiri dalam standar aset terkait atau diatur unum dalam PSAK 48 tentang Penyusutan Nilai.

1. Pengertian Penurunan Aset

Impairment atau penurunan aset yaitu penyusutan permanen dalam nilai aset. Impairment asset terjadi dikarenakan aset mempunyai nilai buku yang tidak berubah, sedangkan nilai sebenarnya bisa bertambah atau menyusut bersamaan waktu.Ketika nilai pasar suatu aset secara permanen turun di bawah nilai bukunya, terjadi impairment asset, perusahaan harus mengurangi nilai aset di neraca mereka untuk mencerminkan suasana baru.

Aset yang sangat sering mengalami impairment asset yaitu aset tetap serta aset tidak berwujud. Aset tetap ini seperti properti, pabrik serta peralatannya sering mengalami impairment.Sedangkan aset tidak berwujud seperti kekayaan intelektual ( hak paten atau merk dagang), juga mengalami impairment.Dalam memperhitungkan apakah ada dampak kalau aset mungkin mengalami penyusutan nilai, entitas minimal memikirkan hal- hal berikut ini:

  • Ada dampak yang diobservasi kalau nilai aset sudah turun secara signifikan selama periode tersebut lebih dari yang diperkirakan selaku akibat dari berjalannya waktu atau penggunaan normal.
  • Suku bunga pasar atau tingkat imbal hasil pasar lain.
  • Perubahan signifikan dalam perihal teknologi, pasar, ekonomi maupun ruang hukum.
  • Jumlah tercatat aset neto entitas melebihikapitalisasi pasarnya.

2. Informasi Sumber-Sumber Internal Imparment Asset

  • Ada bukti mengenai kerusakan fisik aset.
  • Bukti internal mengindikasikan kalau kinerja ekonomi aset lebih kurang baik dari yang diharapkan.
  • Perubahan signifikan atas pemakaian,penghentian dan masa manfaat aset

3. Elemen-Elemen Imparment Asset

  • Perkiraan arus kas masa depan yang diharapkan entitas akan diperoleh dari aset;
  • Harapan mengenai alterasi dari jumlah atau waktu arus kas masa depan tersebut
  • Nilai waktu uang, direpresentasikan oleh suku bunga pasar bebas resiko yang berlaku
  • Harga buat menanggung ketidakpastian yang melekat pada aset
  • Faktor-faktor lain, seperti likuiditas, yang akan dipertimbangkan oleh pelaku pasar dalam memperhitungkan arus kas masa depan yang diharapkan entitas bakal diperoleh dari aset tersebut.

4. Perbedaan Impairment Aset dengan Penyusutan Aset

Impairment dan depresiasi (penyusutan) seragam,sebab keduanya berhubungan dengan aset yang kehilangan nilai. Tetapi, depresiasi berbeda sebab berkaitan dengan kerugian nilai yang bisa diprediksi serta diperkirakan dari waktu ke waktu.Contohnya,mesin pabrik mengalami kerusakan seiring waktu, jadi kurang efektif.

Depresiasi mencerminkan bagaimana mesin- mesin itu kehilangan nilai seiring berjalannya waktu.Misalnya, suatu pabrik kehilangan nilai sebab peralatannya yang menua akan menjadi usang.Pabrik yang sama kehilangan nilainya sebab terbakar akan mengalami impairment.

Perbedaan signifikan yang perlu dicermati yaitu penghentian umumnya dihitung dari awal usia aset.Perusahaan memproyeksikan berapa lama mereka akan memakai aset serta memastikan berapa banyak mereka bisa menjualnya ketika sudah mencapai akhir dari usia yang dihitung.Hilangnya nilai itu setelah itu dicatat selama usia aset yang diharapkan.

5. Metode Menghitung Kerugian Impairment

Kerugian impairment dihitung dengan mengambil nilai buku aset serta mengurangkannya dari nilai pasar wajar aset. Nilai buku terkadang disebut nilai tercatat, sebaliknya nilai pasar wajar aset disebut nilai pasar.

Kerugian Impairment = Nilai Pasar – Nilai Buku

Nilai pasar umumnya merupakan nilai yang dibayarkan seorang buat aset tersebut. Dalam suasana lain, nilai pasar bisa menjadi nilai yang bisa dipulihkan dari suatu aset.Bila suatu aset rusak namun masih bisa dijual, nilai yang bisa dipulihkan harus digunakan.

6. Contoh Soal Impairment Asset dan Jawabannya

Contoh soal impairment asset dan jawabannya terjadi pada PT Contruction membeli bangunan tanah kavling seharga Rp 900.000.000.Pada akhir tahun, PT Contruction melakukan evaluasi terhadap harga jual sebesar Rp 600.000.000, biaya penjualan Rp 300.000.000 dan nilai pakai aktiva Rp 650.000.000.Tentukan apakah aktiva tetap mengalami penurunan nilai atau tidak bergantung pada kebijakan akuntansi di perusahaan.

  • Nilai Wajar Rp 900.000.000
  • Biaya Penjualan Rp 300.000.000
  • Jumlah Rp 600.000.000
  • Nilai Pakai Aktiva Rp 650.000.000
  • Terjadi Penurunan Nilai Rp 50.000.000




Demikianlah pembahasan lengkap contoh soal impairment asset dan jawabannya .Saya berharap artikel ini dapat menambah wawasan pembaca.Sampai jumpa di artikel selanjutnya.


%d blogger menyukai ini: