Pembahasan Lengkap Contoh Soal Kapitalisasi Bunga dan Jawabannya

Pembahasan Lengkap Contoh Soal Kapitalisasi Bunga dan Jawabannya

Pembahasan Lengkap Contoh Soal Kapitalisasi Bunga dan Jawabannya .Kapitalisasi bunga pembiayaan tidak diperbolehkan
kecuali atas bunga yang muncul dari pinjaman untuk mendapatkan aset tetap yang dibentuk sendiri oleh perusahaan.Dalam mengakuisisi aset tetap, tidak jarang perusahaan mencari pendanaan dari pinjaman berbunga, baik itu dari pinjaman bank atau dari penerbitan obligasi.

Semua biaya buat mengakuisisi aset tetap tidak dibebankan sekaligus pada periode perolehan,namun dikapitalisasi terlebih dulu.Kemudian dibebankan secara berkala lewat penyusutan.Tetapi, beban bunga yang muncul atas pinjaman buat mendapatkan aset tetap bukan dikapitalisasi,kecuali aset tetap tersebut diperoleh lewat proses konstruksi serta bukan lewat pembelian.Untuk lebih jelasnya dapat menyimak artikel ini yang berisi tentang alasan beserta pembahasan lengkap contoh soal kapitalisasi bunga dan jawabannya

1. Alasan Menerima Kapitalisasi Beban Bunga

A. Pertama

Dengan kesiapan konsumsi atau penggunaan (readyness for intended use) selaku batas kegiatan pengukuran harga aset, maka biaya bunga yaitu faktor harga aset.

B. Kedua

Apabila kesatuan usaha tidak membangun sendiri sarana fisik aset bangunan.Maka harga perolehan pada umumnya termasuk bunga yang wajib dibayar oleh kontraktor selama pembangunannya.

C. Ketiga

Pembebanan biaya bunga langsung pendapatan selama masa konstruksi (periode perolehan) maka akan mendistorsi laba.Terutama bila konstruksi didanai dari hutang khusus buat keperluan tersebut.Dengan kata lain, pembebanan langsung menyimpang dari konsep penandingan yang tepat (proper matching concept).

D. Keempat

Biaya bunga selama masa pembangunan bukan merupakan biaya pendanaan (financing cost).Karena bila pembangunan didanai dari penerbitan ekuitas baru, maka biaya pendanaan secara konseptual tetap terjadi.Kemudian dipindahkan ke pemegang saham dalam bentuk dividen yang pembayarannya mungkin ditunda maka pembangunan selesai.

2. Alasan Menolak Kapitalisasi Bunga

A. Pertama

Bunga merupakan biaya pendanaan daripada faktor harga aset.Sebab perusahaan sebenarnya bisa menghindari bunga tersebut dengan memilih alternatif pendanaan dengan ekuitas.

B. Kedua

Dengan konsep nilai setara tunai (cash equivalent) atau nilai sekarang aliran kas diskon (discounted future cash outflows) dalam mengukur harga suatu aset.Harga perolehan suatu sarana fisik sepatutnya tidak dipengaruhi oleh kebijakan pemilihan metode pendanaan pembangunannya.Jadi, secara teoritis,biaya suatu sarana fisik yang dibentuk sendiri oleh suatu kesatuan usaha yang mendanainya dengan ekuitas. Seharusnya tidak bakal berbeda dengan sarana yang sama dan dibentuk perusahaan lain yang mendanainya dengan utang.

C. Ketiga

Dengan konsep kesatuan usaha, bunga lebih bermakna selaku pembagian laba (setara dengan dividen) daripada selaku upaya (effort) buat mendapatkan pendapatan.Mengakui bunga selaku biaya sarana fisik sama saja dengan penyangkalan konsep kesatuan usaha itu serta sama saja dengan pengakuan biaya hipotesis.Sebab dengan mengkapitalisasi dividen yang sudah dibayarkan sebagai aset.

D. Keempat

Dikarenakan biaya pendanaan yang terpisah dengan harga perolehan aset.Maka, alokasi biaya bunga ke seluruh aset non moneter akan kecil pengaruhnya terhadap laba periodik.Sebab jumlah yang dikapitalisasi dalam suatu periode bakal dikompensasi dengan amortisasi bunga yang dikapitaliasasi pada periode-periode sebelumnya.

3. Contoh Soal Kapitalisasi Bunga dan Jawabannya

Contoh soal kapitalisasi bunga dan jawabannya di Kapa Inc. membangun sendiri sebuah gedung
dengan pengeluaran selama tahun 2008 sebagai
berikut:

  • Tanggal 1 Januari 2008 = Rp. 30.000.000
  • Tanggal 1 Juli = Rp. 40.000.000
  • Tanggal 1 Oktober = Rp 25.000.000

Pinjaman yang terkait dengan pembangunan itu:
Loan khusus pembangunan gedung Rp. 90.000.000 tertanggal 1 Juni 2008 dengan tingkat bunga 20%. Pinjaman lainnya meliputi loan Rp 60.000.000 (10%) tertanggal 1 Januari 2007 dan loan Rp 30.000.000 (10%) tertanggal 1 Juli 2008.

A. Menghitung Tingkat Bunga Rata-Rata Tertimbang

  • Rp. 60.000.000 × 10% = Rp. 6.000.000
  • Rp. 30.000.000 × 10% = Rp. 3.000.000
  • Rp. 60.000.000 + Rp. 30.000.000 = Rp. 90.000.000
  • Rp. 6.000.000 + Rp. 1.500.000 = Rp. 7.500.000
  • Rp. 9.000.000 / Rp. 90.000.000 = 10 %
  • Weighted average construction loan = 60.000.000
    x 7/12 = 35.000.000
  • = Rp. 90.000.000 × 7/12
  • = Rp. 52.500.000

B. Menghitung Pengeluaran Rata-Rata Tertimbang

  • Rp. 30.000.000 × 12/12 = Rp. 30.000.000
  • Rp. 40.000.000 × 6/12 = Rp. 20.000.000
  • Rp. 25.000.000 × 3/12 = Rp. 6.250.000
  • Rp. 30.000.000 + Rp. 20.000.000 + Rp. 6.250.000 = Rp. 56.250.000

C. Menghitung Kapitalisasi Bunga

  • Rp. 52.500.000 × 20% = Rp. 10.500.000 dari pinjaman khusus
  • Rp. 3.750.000 × 10% = Rp. 375.000 dari pinjaman umum
  • Rp. 52.500.000 + Rp. 3.750.000 = Rp. 56.250.000
  • Rp. 10.500.000 + Rp. 375.000 = Rp. 10.875.000
  • Rp. 10.875.000 – Rp. 875.000 (Jika terdapat tambahan pendapatan) = Rp. 10.000.000 (setelah 1 Juni 2008)




Demikianlah pembahasan lengkap contoh soal kapitalisasi bunga dan jawabannya .Saya berharap artikel ini dapat menambah wawasan pembaca.Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

%d blogger menyukai ini: