Pembahasan Lengkap Contoh Soal Onverall Equipment Effectiveness dan Jawabannya

Pembahasan Lengkap Contoh Soal Onverall Equipment Effectiveness dan Jawabannya

Pembahasan Lengkap Contoh Soal Onverall Equipment Effectiveness dan Jawabannya .Overall Equipment Effectiveness (OEE) dikembangkan pada tahun 1960 selaku metrik buat mengevaluasi seberapa efisien operasi manufaktur dimaksimalkan.Saat ini, OEE banyak digunakan selaku metrik buat mengkoordinasikan strategi produksi dan mendorong pengoptimalan manufaktur melalui perencanaan produksi,keandalan mesin, peningkatan kualitas serta produktivitas.

Mempraktikkan Overall Equipment Effectiveness di pabrik bisa menjadi sesuatu yang rumit dan mempertimbangkan beberapa jenis mesin dengan waktu berjalan yang bermacam-macam.Rencana terstruktur dibutuhkan buat menentukan ketersediaan dan kinerja buat beberapa jenis mesin dengan beberapa yang berjalan sedangkan yang lain tidak aktif.

1. Pengertian Overall Equipment Effectiveness

Pengertian overall equipment effectiveness adalah suatu perhitungan yang dilakukan buat menentukan tingkat daya guna mesin atau peralatan yang ada. OEE merupakan salah satu tata cara yang ada di Total Productive Maintenance (TPM). Selaku ketentuan, OEE digunakan sebagai indikator kinerja mesin atau sistem.

2. Manfaat Overall Equipment Effectiveness

A. Menurut Menurut Muwajih (2015)

  • Overall equipment effectiveness dapat digunakan selaku benchmark untuk mengukur rencana perusahaan dalam performasi.
  • Nilai ini, ditaksir dari suatu aliran produksi bisa digunakan buat membandingkan garis performasi melintang dari perusahaan,maka bakal terlihat aliran yang tidak penting.
  • Bila proses permesinan dilakukan secara individual, OEE dapat mengenali mesin mana yang mempunyai performansi kurang baik, bahkan mengenali fokus dari sumber daya total productive maintenance.

B. Manfaat Secara Umum

  • Menentukan starting point dari perusahaan maupun peralatan dan mesin.
  • Mengidentifikasi kerugian produktivitas (true productivity losses).
  • Mengindentifikasi kondisi bottleneck di dalam peralatan dan mesin.
  • Menentukan prioritas dalam usaha untuk meningkatkan overall equipment effectiveness dan peningkatan produktivitas.

3. Nilai Overall Equipment Effectiveness

A. Availability

Availability merupakan kemampuan mesin dalam memanfaatkan waktu. Metode menghitung availability yakni dengan cara membandingkan loading time mesin dengan total waktu yang ada.

Availability = (loading time / total waktu yang ada) x 100%

B. Performance

Performance merupakan kemampuan mesin dalam menghasilkan produk. Metode menghitung performance yakni dengan cara membandingkan jumlah produk yang dihasilkan dengan waktu yang ada.

Performance = (jumlah produk yang dihasilkan / total waktu yang ada x cycle time) x 100%

C. Quality

Quality merupakan kemampuan mesin dalam menghasilkan produk dengan mutu yang baik.Metode menghitung quality yaitu dengan metode membandingkan antara jumlah produk yang baik dengan total produk yang dihasilkan.

Quality = (jumlah produk baik / total produk yang dihasilkan) x 100%

4. Contoh Soal Onverall Equipment Effectiveness dan Jawabannya

Dibawah ini contoh soal onverall equipment effectiveness dan jawabannya

A. Perhitungan Availability

Dalam suatu proses poduksi, mesin membutuhkan waktu untuk set up selama 10 menit/shift. Total jam kerja dalam 1 shift adalah 8 jam (atau 480 menit), sedangkan downtime yang terjadi karena permasalahan mesin adalah 30 menit. Jadi berapa nilai availability pada mesin tersebut.

  • Total waktu yang tersedia = 480 menit
  • Loss time = 10 + 30 = 40 menit
  • Loading time = total waktu yang tersedia – loss time
  • = 480 menit – (10 menit + 30 menit) =
  • 440 menit Availablility = (loading time / total waktu yang tersedia) x 100 %
  • % = (440 menit / 480 menit) x 100% = 91 %

B. Perhitungan Performance

Dalam suatu proses poduksi, mesin mampu memproduksi produk sebanyak 450 pcs/shift.Jam kerja dalam 1 shift adalah 8 jam (480 menit).Sedangkan total waktu yang dibutuhkan untuk membuat 1 pcs produk adalah 1 menit/pcs.Jadi berapa nilai performance pada mesin tersebut.

  • Jumlah produk yang dihasilkan = 450 pcs
  • Performance = (jumlah produk yang dihasilkan / total waktu yang tersedia x cycle time) x 100 %
  • = (450 pcs / 480 menit x 1 menit) x 100% = 93%

C. PerhitunganQuality

Dalam suatu proses poduksi, mesin mampu menghasilkan produk sebanyak 800 pcs/shift dengan jumlah cacat sebayak 30 pcs/shift. Jadi berapa nilai quality pada mesin tersebut.

  • Total output produksi = 800 pcs
  • Jumlah cacat produksi = 30 pcs per shift
  • Jumlah produk baik = total output produksi – jumlah cacat
  • = 800 pcs – 30 pcs = 770 pcs
  • Quality = (jumlah produk baik / total produk yang dihasilkan) x 100 %
  • = (770 pcs / 800 pcs) x 100% = 96%

D. Perhitungan Onverall Equipment Effectiveness

  • Availability = di atas 90%
  • Performance = di atas 95%
  • Quality = di atas 99.9%
  • OEE = di atas 85%
  • Avaibility = 91%
  • Performance = 50%
  • Quality = 96%
  • OEE = availability x performance x quality
  • = 91% x 93% x 96%
  • = 81%
  • Karena nilai standar onverall equipment effectiveness adalah +85% maka 81%,maka harus terus ditingkatkan dengan meminimalisir kecacatan produk (quality) dan menambah produksi (performance)




Demikianlah pembahasan lengkap contoh soal onverall equipment effectiveness dan jawabannya .Saya berharap artikel ini dapat menambah wawasan pembaca.Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

%d blogger menyukai ini: