Pembahasan Lengkap Contoh Soal Take Home Pay dan Jawabannya

Pembahasan Lengkap Contoh Soal Take Home Pay dan Jawabannya

Pembahasan Lengkap Contoh Soal Take Home Pay dan Jawabannya

Pembahasan Lengkap Contoh Soal Take Home Pay dan Jawabannya .Take home pay atau THP merupakan istilah yang sering di dengar oleh para pemilik perusahaan.Hal ini karena setiap karyawan yang diberikan slip gaji umumnya bakal ada unsur THP di dalamnya.Bentuk perhitungan dari take home pay yaitu melewati bermacam unsur pemotongan yang biasa dicantumkan di dalam slip gaji.

Buat memberikannya maka pihak perusahaan harus mempunyai performa keuangan yang baik. Sebagian besar orang umumnya bakal beranggapan kalau besaran nilai suatu perhitungan take home pay bakal sama dengan upah minimum yang berlaku dan sesuai disetiap wilayah. Tetapi,sesungguhnya take home pay merupakan pembayaran yang diterima oleh karyawan dan mempunyai metode perhitungan tertentu.

1. Pengertian Take Home Pay

Pengertian take home pay merupakan biaya utuh yang didapat oleh setiap karyawan suatu perusahaan. Pembayaran tersebut sudah dikurangi dengan hal-hal yang telah diatur oleh pemerintah serta kebijakan dari perusahaan tempat karyawan tersebut bekerja. Jadi bisa dikatakan kalau take home pay merupakan gaji bersih yang didapatkan karyawan.

2. Acuan Penghitungan Take Home Pay

A. Gaji Pokok

Gaji pokok merupakan suatu upah dasar yang akan dibayarkan oleh perusahaan kepada karyawan menyesuaikan dengan tingkat pekerjaan. Nominal besarannya telah disetujui berdasarkan kesepakatan serta ditulis dalam suatu kontrak kerja.

B. Tunjangan Tetap

Tunjangan tetap yaitu pembayaran yang dilakukan oleh perusahaan kepada karyawan dan bakal dilakukan secara rutin.Tunjangan ini berhubungan dengan prestasi atau target perusahaan yang dicapai oleh setiap karyawan.

C. Tunjangan Tidak Tetap

Tunjangan tidak tetap yaitu pemberian upah secara tidak tetap oleh perusahaan kepada karyawan serta keluarganya.Pembayaran tunjangan tidak tetap umumnya akan dilakukan berdasarkan pada satuan waktu yang berbeda dengan pembayaran gaji tetap.

3. Perbedaan Gaji Pokok Dengan Take Home Pay

Pada dasarnya, gaji pokok merupakan komponen atas pendapatan yang bakal diperoleh oleh karyawan. Sehingga, nominalnya aka disepakati pada tingkat dan jenis pekerjaannya. Berdasarkan pada Undang- Undang No 13 Tahun 2003,gaji pokok yang diberikan yaitu minimal 75% dari jumlah gaji pokok dan tunjangan.

Selain itu, take home pay merupakan bagian dari pendapatan rutin pada setiap bulannya. Tetapi, dalam besarannya, take home pay bisa didapatkan dari pendapatan rutin dan dari pendapatan insidentil yang dapat mengurangi bermacam komponen pemotongan.

Komponen pendapatan tersebut pada dasarnya telah disepakati antara karyawan serta pihak perusahaan saat sebelum bekerja. Sehingga,gaji pokok tersebut merupakan bagian dari gaji pokok tunjangan tetap serta tunjangan tidak tetap. Selain itu, jika dibandingka dengan pendapatan insidentil,pendapatan yang diterima secara tidak tetap bakal dipengaruhi oleh beberapa aspek, seperti prestasi atas performa karyawan serta laba perusahaan.

Berbeda dengan gaji pokok bulanan, pendapatan insidentil tidak tetap dapat diterima setiap bulannya. Setiap karyawan memiliki nominal serta perhitungan yang berbeda, seperti bonus dan uang lembur.

4. Contoh Soal Take Home Pay dan Jawabannya

Contoh soal take home pay dan jawabannya dialami oleh Kuma adalah seorang karyawan swasta yang setiap bulannya memiliki gaji pokok sebesar Rp 10.000.000 per bulan.Setiap bulan Kuma mendapat tunjangan tetap untuk makan sebesar Rp 500.000 dan kebetulan di bulan ini Kuma mendapatkan bonus sebesar Rp 3.000.000. Walaupun begitu, Kuma setiap bulan memiliki pemotongan pinjaman di perusahaan sebesar Rp 100.000 per bulan, pemotongan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan Rp 100.000, serta pengurangan PPh 21 Rp 300.000. Jadi berapa take home pay Kuma di bulan ini.

A. Pendapatan

  • Gaji pokok Kuma = Rp 10.000.000
  • Tunjangan tetap makan = Rp 500.000
  • Bonus Kuma = Rp 3.000.000

B. Komponen Pemotongan Gaji

  • Cicilan kredit di perusahaan per bulan = Rp 100.000
  • Iuran BPJS Kesehatan + Ketenagakerjaan = Rp 100.000
  • Pajak PPh 21 = Rp 300.000

C. Penyelesaian

  • THP = (gaji rutin + pendapatan insidental) – (komponen pemotongan gaji)
  • THP = (Rp. 10.000.000 + Rp 500.000 + Rp. 3.000.000) – ( Rp. 100.000 + Rp. 100.000 + 300.000)
  • = Rp. 13.500.000 – Rp. 500.000
  • = Rp. 13.000.000



Demikianlah pembahasan lengkap contoh soal take home pay dan jawabannya .Saya berharap artikel ini dapat menambah wawasan pembaca.Sampai jumpa di artikel selanjutnya.


%d blogger menyukai ini: