Pembahasan Lengkap Contoh Soal Transaksi Kliring dan Jawabannya

Pembahasan Lengkap Contoh Soal Transaksi Kliring dan Jawabannya

Pembahasan Lengkap Contoh Soal Transaksi Kliring dan Jawabannya .Pada dasarnya, kliring merupakan suatu fasilitas perbankan yang sering ditemui ketika melakukan aktivitas transaksi antar bank. Beberapa dari pembaca mungkin awam mengenai kliring, oleh karena itu artikel ini akan membahasnya secara lengkap.

1. Pengertian Kliring

Kliring merupakan salah satu dari 3 metode transfer uabg yang bisa dilakukan nasabah untuk memindahkan uang ke rekening lain (rekening pribadi atau rekening orang lain).Pengertian kliring yaitu salah satu fasilitas perhitungan utang-piutang dalam bermacam bentuk surat berharga atau surat dagang dari satu rekening (langsung oleh nasabah atau menunjuk pihak lain atas nama nasabah) ke rekening lain. Kliring bisa dilakukan secara manual ke bank atau secara otomatis lewat media elektronik tertentu.

2. Tujuan Kliring

Kliring bertujuan buat mempermudah dan memperlancar lalu lintas pembayaran (LLP) giral antar bank.Kliring dilakukan supaya perhitungan penyelesaian utang dan piutang bisa berjalan dengan mudah, aman dan efektif.Kliring adalah salah satu jenis pelayanan bank kepada nasabahnya dalam perihal keamanan serta biaya yang dikeluarkan.

3. Manfaat Kliring

  • Efisiensi dalam sistem pembayaran nasional
  • Layanan transfer dana yang cepat
  • Memberikan akomodasi kebutuhan pengguna atau nasabah buat transaksi yang bernilai lebih besar baik sebagai pribadi atau perusahaan.

4. Jenis-Jenis Kliring

A. Kliring Umum

Kliring jenis ini umumnya digunakan dalam perhitungan warkat perbankan. Sementara itu, pengaturan sistem atau proses penerapannya diawasi langsung oleh Bank Indonesia yang merupakan pihak yang berwenang.

B. Kliring Antarcabang

Kliring ini merupakan salah satu metode transfer uang atau fasilitas perhitungan utang-piutang surat berharga yang khsusu dilakukan pada bank yang biasanya terletak dalam satu wilayah tertentu. Ada pula metode pelaksanaannya yaitu dengan mengumpulkan seluruh perhitungan dari suatu kantor bank cabang.

C. Kliring Lokal

Kliring lokal merupakan alat perhitungan warkat yang dilakukan antarbank, tetapi ketentuannya diatur oleh wilayah yang sudah disepakati sebelumnya.

5. Sistem Kliring

A. Sistem Manual

  • Sistem manual merupakan system penyelenggaraan kliring lokal yang dalam penerapan perhitungan, pembuatan bilyet saldo kliring dan pemilihan warkat dilakukan secara manual oleh setiap anggota kliring.
  • Dalam sistem manual kliring dilakukan oleh non-KBI yang wilayahnya jauh dari KBI dengan jumlah bank partisipan dan jumlah warkatnya sedikit.

B. Sistem Semi Otomatis

  • Sistem semi otomatisasi ialah system penyelenggaraan kliring lokal yang penerapan perhitungan dan pembuatan bilyet saldo kliring dilakukan secara otomasi, sedangkan pemilihan warkat dilakukan secara manual oleh partisipan.
  • Kliring yang mempraktikkan system semi otomasi umumnya dilakukan oleh KBI dengan jumlah bank partisipan dan jumlah warkat sedikit dilakukan dengan system kliring Semi Otomasi Kliring Lokal (SOKL). Pada system kliring ini bank mengirimkan file dalam disket yang berisi informasi tentang daftar kliring ke penyelenggara kliring (KBI atau bank pemerintah yang ditunjuk).
  • Pada proses sistem semi otomasi, perhitungan kliring bakal didasarkan pada DKE yang dibuat oleh peserta kliring sesuai dengan warkat yang dikliringkan.

C. Sistem Otomasi

  • Sistem otomasi ialah sistem penyelenggaraan kliring lokal yang dalam penerapan perhitungan,pembuatan Bilyet Saldo Kliring dan pemilihan warkat dilakukan oleh penyelenggara secara otomasi.
  • Pada sistem ini semua proses mulai dari perhitungan,rekapitulasi dan pembuatan laporan kliring dilakukan secara otomasi. Sistem otomasi kliring diawali dari penerimaan warkat kliring dari seluruh partisipan kliring oleh KBI penyelenggara kliring sebagai input buat mesin reader.
  • Pada proses sistem otomasi,perhitungan kliring bakal didasarkan pada warkat yang dibuat oleh peserta kliring sesuai dengan warkat yang dikliringkan oleh anggota kliring.

D. Sistem Elektronik

  • Kliring yang dilakukan oleh KBI dengan jumlah bank partisipan dan jumlah warkat sangat banyak dilakukan dengan system kliring elektronik.
  • Pada system kliring ini proses perhitungan, rekapitulasi dan pembuatan laporan kliring dilakukan secara elektronik lewat halte elektronik di bank partisipan kliring sehingga tidak harus datang ketempat kliring buat menyampaikan warkat kliring.

E. Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia

Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) merupakan sistem kliring Bank Indonesia yang meliputi kliring debet dan kliring kredit yang penyelesaian kesimpulannya dilakukan secara nasional.

6. Contoh Soal Transaksi Kliring dan Jawabannya

Berikut dibawah ini contoh soal transaksi kliring dan jawabannya

  • Tuti nasabah bank Cahaya Cakra menarik cek sebesar Rp 50.000.000 dan Rp 40.000.000 untuk membayar utang kepada Aris nasabah giro bank Central.
  • Pada hari yang sama bank Central
    menerima bilyet giro dari Raul untuk keuntungan nasabah giro bank Cakrawala sebesar Rp 30.000.000
  • Arum nasabah bank Cakrawala menarik cek untuk membayar dagangan ke Abi nasabah bank Central senilai Rp 40.000.000
  • Bank Cakra menerima warkat debet masuk untuk beban nasabah giro Dani sebesar Rp 60.000.000.Warkat tersebut diteruskan dari Bank Cakrawala melalui lembaga kliring untuk keuntungan giro Andi.
Pencatatan Transaksi Kliring
  • Bank Cakrawala : Giro BI (D) = 30.000.000
  • Giro BI (D) = 60.000.000
  • Giro BI (K) = 40.000.000
  • Menang Kliring = 50.000.000
  • Bank Central : Giro BI (D) = 130.000.000
  • Giro BI (K) = 30.000.000
  • Menang Kliring = 100.000.000
  • Bank Central : Giro BI (K) = 90.000.000
  • Giro BI (K) = 60.000.000
  • Kalah Kliring = 150.000.000
Neraca Kliring




Demikianlah pembahasan lengkap contoh soal transaksi kliring dan jawabannya .Saya berharap artikel ini dapat menambah wawasan pembaca.Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

%d blogger menyukai ini: