Pembahasan Lengkap Pengertian dan Contoh Soal Translasi Mata Uang Asing

Pembahasan Lengkap Pengertian dan Contoh Soal Translasi Mata Uang Asing
Pembahasan Lengkap Pengertian dan Contoh Soal Translasi Mata Uang Asing

Pembahasan Lengkap Pengertian dan Contoh Soal Translasi Mata Uang Asing .Translasi mata uang asing ialah translasi sederhana dalam ekspresi moneter, seperti saat neraca menggunakan Rupiah Indonesia setelah itu disajikan ulang dalam bentuk Dollar AS, tetapi tidak terjadi translasi secara fisik dan tidak ada transaksi yang bisa dihitung seperti pada konversi. Dalam penataan laporan keuangan, penyususan laporan keuangan tidak bisa begitu saja menjumlahkan dollar dengan rupiah atau mata uang yang lain untuk memperoleh suatu hasil akhir.

Oleh sebab itu, diperlukan pemilihan satu mata uang dari induk perusahaan. Dengan demikian translasi ialah proses buat menjabarkan pos-pos laporan keuangan dari mata uang asing ke dalam laporan keuangan.Dibawah ini akan mengulas mengenai pengertian dan contoh soal translasi mata uang asing.

1. Pengertian Translasi Mata Uang Asing

Translasi mata uang asing merupakan proses pelaporan informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang yang lain. Translasi mata uang asing dilakukan buat mempersiapkan laporan keuangan gabungan yang memberikan laporan pada pembaca informasi mengenai operasional perusahaan secara global dengan memperhitungkan laporan keuangan mata uang asing dari anak perusahaan terhadap mata uang asing perusahaan induk.Transaksi mata uang dapat terjadi langsung di pasar spot, pasar forward atau pasar swap.

2. Metode Translasi Mata Uang Asing

A. Metode Nilai Tukar Tunggal

Metode nilai tukar tunggal yaitu kurs sekarang atau kurs penutupan untuk semua aktiva serta kewajiban lancar.Pemasukan dan beban dalam mata uang asing biasanya ditranslasikan dengan menggunakan kurs nilai tukar yang berlaku ketika pos-pos tersebut diakui. Biasanya ditranslasikan dengan memakai rata-rata tertimbang kurs nilai tukar yang tepat buat periode tersebut.Berdasarkan metode kurs saat ini,laporan konsolidasi selalu mempertahankan hubungan laporan keuangan perusahaan secara individu pada awal mulanya (seperti rasio keuangan) ketika semua pos-pos laporan keuangan dalam mata uang asing ditranslasikan dengan memakai satu kurs tunggal.

Metode kurs saat ini mengasumsikan kalau semua aktiva dalam mata uang lokal mengalami resiko nilai tukar sebab kurs nilai saat ini mengubah semua aktiva saat ini setiap terjadi perubahan nilai tukar. Nilai persediaan dan aktiva selalu didukung oleh inflasi lokal.Dengan mentranslasikan semua saldo dalam mata uang asing dengan memakai kurs saat ini menghasilkan keuntungan dan kerugian translasi setiap kali terjadu perubahan kurs nilai tukar. Kebanyakan keuntungan dan kerugian ini tidak akan sempat direalisasi secara penuh.

B. Metode Nilai Tukar Ganda

a. Metode Current-Noncurrent

Metode current-noncurrert yaitu metode dengan seluruh aset serta kewajiban lancar dari cabang-cabang perusahaan dikonversikan dalam mata uang negara asal dengan kurs saat ini yang merupakan kurs ketika neraca disusun.Contoh dari aset dan kewajiban yang tidak lancar (noncurrent), seperti biaya depresiasi, dikonversikan pada kurs historis yang merupakan kurs saat aset diperoleh maupun pada saat kewajiban terjadi. Oleh sebab itu,cabang perusahaan di luar negeri yang mempunyai modal kerja dan dinilai positif dalam mata uang lokal bakal meningkatkan efek rugi (translation loss) akibat devaluasi dengan metode current/non current.

Sedangkan apabila modal kerja ternyata negatif dinilai dalam mata uang lokal berarti ada keuntungan (translation gain) akibat revaluasi dengan metode tersebut.Tetapi, metode ini tidak memikirkan unsur ekonomis. Memakai kurs akhir tahun buat mentranslasikan aktiva lancar secara tidak langsung menampilkan kalau kas, piutang, serta persediaan dalam mata uang asing bersama mengalami risiko nilai ubah.Kebalikannya, translasi utang jangka panjang berdasarkan pada kurs historis alihkan pengaruh mata uang yang berfluktuasi kedalam tahun penyelesaian.

b. Metode Moneter-Nonmoneter

Aset moneter (kas,surat-surat berharga, piutang, dan piutang jangka panjang) dan kewajiban moneter (utang lancar dan utang jangka panjang) dikonversi pada kurs saat ini.Contoh dari pos-pos nonmoneter, seperti stock barang, aset tetap, dan investasi jangka panjang, dikonversi pada kurs historis. Pos-pos dalam laporan laba atau rugi dikonversi kurs rata-rata pada periode tersebut,kecuali buat pos penerimaan serta biaya yang berkaitan dengan asset dan kewajiban non moneter.

Biaya depresiasi dan biaya penjualan dikonversi pada kurs yang sama dengan pos dalam neraca.Efeknya yaitu biaya penjualan bisa saja dikonversi dengan kurs yang berlainan dengan kurs yang digunakan buat mengkonversi penjualan.Metode moneter-non moneter tergantung pada klasifikasi skema neraca buat menentukan kurs translasi yang tepat. Perihal ini bisa menciptakan hasil yang kurang tepat.Metode ini akan mendistorsikan marjin laba karena menandingkan penjualan berdasarkan pada harga dan kurs translasi saat ini dengan biaya penjualan yang diukur sebesar biaya perolehan serta kurs translasi historis.

c. Metode Kurs Sementara

Translasi mata uang merupakan proses konversi pengukuran atau penyajian ulang niai tertentu.Metode ini tidak mengubah atribut esuatu pos yang diukur, melainkan hanya mengganti unit pengukuran.Translasi saldo-saldo dalam mata uang asing menyebabkan pengukuran ulang dominasi pos- pos tersebut, namun bukan penilaian sebetulnya.

Kas diukur berdasarkan pada jumlah yang dimiliki pada tanggal neraca. Piutang dan utang dinyatakan sebesar jumlah yang diperkirakan akan diterima atau akan dibayarkan pada saat jatuh temponya. Aktiva dan kewajiban lain-lain diukur sebesar harga uang ketika pos-pos tersebut diakuisisi atau terjadi (harga historis).

Namun beberapa pos diukur sebesar harga yang terjadi per tanggal laporan keuangan (harga saat ini), seperti persediaan berdasarkan aturan mana yang lebih rendah antara biaya perolehan atau harga pasar.Berdasarkan pada metode temporal, pos-pos moneter seperti kas, piutang dan utang ditranslasikan berdasarkan pada kurs saat ini. Pos- pos pemasukan dan beban ditranslasikan sebesar kurs yang terjadi ketiak transaksi berlangsung. Metode temporal mempunyai keuntungan serta kerugian yang sama dengan tata cara moneter-nonmoneter sebab sengaja mengabaikan inflasi lokal, metode ini mempunyai keterbatasan dengan metode translasi lain. Akuntansi biaya historis juga mengabaikan inflasi.

3. Contoh Soal Translasi Mata Uang Asing

Contoh soal translasi mata uang asing pada tanggal 1 Desember 2010 PT. AKYU menjual 2 juta riyal (SAR).Kurs 0.20 (SAR I).Jatuh tempo piutang 90 hari.Tanggal 31 Desember 2010 terjadi perubahan kurs menjadi 0.18 (SAR I).Tanggal 1 Maret 2011 terjadi pergantian kurs kembali menjadi 0.15 (SAR I)

Sudut pandang transaksi  tunggal

NOTE :
Pengurangan itu berada di tahun yang sama pada saat transaksi maka pengurangan dilakukan di penjualan.Kalau pengurangan itu berada di tahun yang beda pada saat transaksi maka pengurangan dilakukan di R/E

Sudut pandang transaksi  tunggal 2
Sudut pandang transaksi  ganda




Demikianlah pembahasan lengkap pengertian dan contoh soal translasi mata uang asing .Saya berharap artikel ini dapat menambah wawasan pembaca.Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

%d blogger menyukai ini: