Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang Di Atas Materai yang Wajib Anda Ketahui

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang Di Atas Materai yang Wajib Anda Ketahui

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang Di Atas Materai yang Wajib Anda Ketahui.Hampir semua orang tidak bisa terlepas dari hutang piutang. Pada umumnya, seseorang pernah mengalami kedua hal tersebut. Mungkin Anda pernah berada diposisi dipinjami. Namun bisa juga Anda berada di posisi meminjam uang. Hutang piutang juga harus memiliki kekuatan hukum.

Hutang piutang selain yang berhubungan dengan individu ada pula yang dilakukan oleh instansi atau perusahaan. Hal tersebut mereka lakukan karena sedang membutuhkan suntikan dana untuk memenuhi kebutuhan instansi atau perusahaannya.
Seorang individu bisa berutang pada seseorang atau pada instansi tertentu.

Demikian juga dengan instansi dan perusahaan, mereka dapat berutang pada seseorang yang memiliki banyak uang.Di samping itu, mereka juga dapat berutang pada instansi tertentu atau pada perusahaan lain.Dalam hal ini, yang namanya hutang piutang baik itu dilakukan oleh perorangan, instansi, dan perusahaan maka harus memiliki kekuatan hukum.

Artinya hutang piutang tersebut harus ada dalam bentuk tulisan dan bermaterai sehingga mempunyai kekuatan payung hukum bagi yang memberi utang.
Oleh karena itu, kedua belah pihak baik yang diutangi atau yang berutang harus mengetahui contoh surat hutang piutang di atas materai. Simak ulasan contoh suratnya sampai habis, yuk!

1. Pengertian

Sebelum membahas lebih lanjut tentang contoh surat perjanjian hutang piutang di atas materai alangkah baiknya jika Anda mengetahui tentang maknanya dulu.Arti dari utang piutang dalam KBBI secara garis besar adalah uangyang dipinjamkan pada orang lain. Singkatnya, aktivitas memberikan utang atau memberikan piutang.

Sedangkan arti dari utang adalah kegiatan meminjam uang dari orang lain. Piutang yaitu kegiatan meminjamkan uang pada orang lain.
Ada pun tujuan dari hutang piutang yaitu memberikan kemudahan bagi manusia dalam pergaulan hidup.

Sebab ada manusia yang sedang mengalami kekurangan dan ada pula yang sedang mengalami kecukupan.Demikian juga dengan instansi atau perusahaan, mereka ada yang sedang berkecukupan dan ada pula yang sedang mengalami kekurangan. Dengan begitu, mereka melakukan utang untuk menutupi kebutuhannya.



2. Tujuan

Sedangkan tujuan dari dibuatnya surat utang piutang adalah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan oleh kedua belah pihak. Tujuan dibuatnya surat hutang piutang adalah:

  • Alat konfirmasi bagi semua pihak yang terlibat karena berisi data dari kedua belah pihak yang sangat detail.
  • Bukti konfirmasi besarnya utang yang dipinjam dan waktu transaksinya. Selain itu, mencatat kapan utang tersebut akan dikembalikan.
  • Surat perjanjian hutang bertujuan untuk menghindari perselisihan di kemudian hari. Sebab dalam surat tersebut sudah tertera mengenai perjanjian hutang piutang berikut dengan para saksinya.
  • Surat ini juga bertujuan untuk menghindari resiko. Misalnya peminjam tidak bertangung jawab membayar atau peminjam meninggal dunia. Maka PIHAK KEDUA berhak menagih pada keluarganya.



Bagian-bagian dalam Surat Hutang

3. Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang Di Atas Materai

Ada banyak komponen penting dalam membuat contoh surat perjanjian hutang piutang di atas materai.Hal ini karena surat perjanjian tersebut bersifat formal.Misalnya terdapat judul di bagian atas surat, nomor, tanggal, dan lampiran-lampiran penting lainnya.Surat perjanjian tersebut juga harus mengandung informasi mengenai hal-hal yang telah disesuaikan atas persetujuan kedua belah pihak, seperti penjelasan berikut:

  • Data diri semua pihak yaitu berisi nama, alamat, pekerjaan, tempat dan tanggal lahir.
  • Besarnya hutang dan tujuan berutang harus tertera dalam surat perjanjian tersebut. Di samping itu, harus ditulis kapan hutang itu akan dibayar.
  • Mekanisme pembayaran hutang dan waktu pengembalian merupakan hal penting dalam surat perjanjian. Hal ini agar peminjam bisa menagih uangnya sesuai waktu yang sudah disepakati.
  • Dalam membuat surat perjanjian harus dicantumkan pula barang jaminan yang nilainya sepadan dengan uang tersebut.
  • Penyelesaian perselisihan yaitu cara menyelesaikan masalah bila di kemudian hari pihak yang berutang tidak bertangungjawab. Penyelesaiannya bisa melalui cara musyawarah atau di bawa ke jalur pengadilan.

Oleh karena itu, Anda harus paham tentang contoh surat hutang piutang di atas materai agar terhindar dari masalah yang tidak diinginkan. Berikut ini adalah contoh surat perjanjiannya:

Pada hari ini Rabu tangal 06 Januari 2021 sudah disepakati perjanjian hutang piutang antara:
Nama : Ginanjar Martakusuma
Umur : 30 tahun
Alamat : Jalan A. Yani No. 28 Kabupaten Ciamis
Pekerjaan : Wiraswasta
Nomor KTP : 1120995321xxxxxx
Untuk selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA
Nama : Hendra Gunawan
Umur : 35 tahun
Alamat : Jalan Pattimura Nomor 55 Kabupaten Ciamis
Pekerjaan : Wiraswasta
Nomor KTp : 1120987654xxxxxx
Untuk selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA
Menyatakan bahwa :

  • PIHAK PERTAMA sudah menerima uang dengan jumlah Rp 20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah) dari PIHAK KEDUA dengan catatan bahwa uang tersebut adalah pinjaman atau hutang.
  • PIHAK PERTAMA bersedia memberikan jaminan surat tanah yang nilainya sama dengan nilai uang pinjaman yang diberikan oleh PIHAK KEDUA.
  • PIHAK PERTAMA akan melakukan pelunasan hutang dalam jangka waktu 5 (lima) bulan terhitung sejak dilakukannya penandatanganan surat perjanjian ini.
  • PIHAK KEDUA memiliki hak penuh atas barang jaminan yang dimaksud, baik untuk milik pribadi maupun dijual kembali pada pihak lain, bila di kemudian hari PIHAK PERTAMA tidak dapat melunasi hutang sesuai waktu yang telah disepakati bersama.
  • Seandainya, terjadi hal-hal yang belum diatur di dalam surat perjanjian hutang piutang ini atau terjadi penafsiran yang berbeda baik sebagian, ataupun seluruhnya, maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah sepakat untuk menyelesaikannya dengan musyawarah.
  • Apabila penyelesaian melalui musyawarah tidak tercapai, maka penyelesaian akan dilakukan melalui jalur hukum yang berlaku di Indonesia.
  • Hal-hal lainnya yang belum diatur di dalam surat perjanjian hutang piutang ini akan diatur selanjutnya.
  • Surat perjanjian ini masing-masing dibuat 2 (dua) rangkap dan dilengkapi materai. Dengan begitu, surat ini memiliki kekuatan hukum yang sama untuk menjadi dokumen oleh para pihak.
  • Surat perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh para pihak secara sadar tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun pada waktu dan tempat yang tercatat dalam surat perjanjian.

Surat Perjanjian Hutang Piutang ini dibuat bersama di hadapan para saksi dan bisa dijadikan pedoman hukum oleh para pihak.
MENGETAHUI PIHAK PERTAMA MENGETAHUI PIHAK KEDUA
Materai Rp 6.000 Materai Rp 6.000
Ginanjar Martakusuma Hendra Gunawan

SAKSI-SAKSI

  • Dani Ramdani
  • Umar Wijaya
  • Amir Hamzah

Di samping bukti surat hutang piutang yang sudah ditandatangani di atas materai, maka simpan juga foto kopi KTP kedua belah pihak. Selain itu, fotolah kegiatan tersebut untuk memperkuat dokumentasi.

Ulasan di atas merupakan contoh surat perjanjian hutang piutang di atas materai. Kini Anda sudah bisa membuat bagai mana contoh surat hutang piutang di atas materai.Semoga artikel ini menambah wawasan Anda.

%d blogger menyukai ini: