Pembahasan Manfaat Informasi Akuntansi Bagi Calon Investor

manfaat informasi akuntansi bagi calon investor

Manfaat Informasi Akuntansi Bagi Calon Investor . Sesuatu informasi wajib memiliki arti tertentu yang memiliki manfaat untuk para pemakai ataupun penggunanya disebut data.Dalam membuat data, sesuatu informasi wajib memiliki nilai data serta mutu tertentu.

Dalam akuntansi, data akuntansi yang diinformasikan dalam wujud laporan keuangan perusahaan ialah media komunikasi antara aktivitas usaha perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan. Salah satu pihak tersebut ialah investor. Investor memerlukan informasi akuntansi untuk analisis dasar dalam keputusan investasinya.

Informasi ialah kebutuhan yang mendasar untuk para investor serta calon investor buat pengambilan keputusan. Terdapatnya data yang lengkap, akurat dan tepat waktu membuat investor cepat mengambil keputusan secara rasional sehingga hasil yang diperoleh cocok dengan yang diharapkan. Jadi pengertian informasi akuntansi untuk investor ialah kegunaan untuk keamanan penerapan investasinya dan keahlian perusahaan yang bakal di investasi.

1. Manfaat Informasi Akuntansi Bagi Calon Investor

Berikut ini manfaat informasi akuntansi bagi calon investor

  • Menyediakan data yang berguna untuk investor buat pengambilan keputusan yang rasional atas investasi yang dilakukan.
  • Menyediakan data tentang sumber daya murah perusahaan, klaim terhadap sumber daya tersebut, dan pengaruh dari transaksi serta kejadian yang mempengaruhi pergantian terhadap sumber daya serta klaim pada sumber daya tersebut.
  • Menyediakan data yang berguna untuk investor dalam memperkirakan jumlah dan disaat ketakpastian dalam penerimaan kas di masa depan dari dividen, bunga serta hasil dari penjualan,pelunasan serta jatuh tempo sekuritas ataupun pinjaman.


Karakteristik Informasi Akuntasi

2. Karakteristik dari Informasi Akuntansi

A. Bisa Dipahami

Suatu kualitas atas data yang disajikan dalam informasi akuntasi perusahaan ialah data yang mudah dimengerti oleh investor. Pemakai diasumsikan mempunyai pengetahuan yang mencukupi tentang kegiatan ekonomi serta bisnis, akuntansi, dan kemauan buat menekuni data dengan intensitas yang standard.

B. Materialitas

Data bisa dilihat material bila kesalahan dalam mencatat data bisa mempengaruhi pengambilan keputusan ekonomi pemakainya. Materialitas tergantung pada besarnya pos ataupun kesalahan yang dinilai cocok dengan kelalaian dalam mencantumkan (omission) ataupun kesalahan dalam mencatat (misstatement).

C. Relevan

Data di dalam informasi akuntansi wajib relevan supaya berguna untuk investor. Data tersebut dapat bersifat relevan bila mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai dengan menolong mereka mengevaluasi kejadian di masa kemudian, masa saat ini, ataupun masa depan, menegaskan ataupun mengoreksi hasil penilaian kedepannya.

D. Penyajian yang Jujur

Data keuangan yang tercantum pada informasi akuntansi terkadang tidak lepas dari penyajian yang kurang jujur. Perihal tersebut diakibatkan kesulitan dalam mengidentifikasikan transaksi dan kejadian yang lain yang dilaporkan, ataupun dalam menyusun ataupun mempraktikkan dimensi serta metode penyajian yang cocok dengan arti transaksi serta kejadian tersebut.

E. Keandalan

Informasi akuntansi bisa berguna untuk investor bila data yang disajikan andal (reliable). Data yang reliable bila terbebas dari salah satu material, bebas dari pengertian yang menyesatkan, serta bisa diandalkan pemakainya selaku penyajian yang jujur (faithful representation).

F. Netralitas

Data di dalam informasi akuntansi wajib diperuntukan buat kebutuhan investor secara umum, tidak tergantung pada kebutuhan serta kemauan pihak tertentu. Data tidak boleh disajikan buat kepentingan pihak-pihak tertentu, tetapi di sisi lain data tersebut bakal merugikan pihak lain yang memunyai kepentingan bertentangan.

G. Substansi Bentuk

Bila data dimaksudkan buat menyajikan dengan jujur maka transaksi dan kejadian lain yang sepatutnya disajikan perlu dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi serta fakta ekonomi dan bukan cuma bentuk hukum.

H. Kelengkapan

Supaya informasi bisa diandalkan oleh investor, data didalamnya wajib lengkap dalam batas materialitas serta pembayaran.

I. Pertimbangan Sehat

Penataan informasi akuntansi adakalanya mengalami ketakpastian kejadian serta kondisi tertentu. Tetapi demikian, tidak diperkenankan melaksanakan pemakaian pertimbangan sehat sehingga informasi akuntansi jadi tidak netral, serta tidak mempunyai mutu yang andal.

Demikianlah materi pembahasan manfaat informasi akuntansi bagi investor .Semoga artikel ini membantu pembaca setia blog ini untuk lebih menambah wawasan dan pengetahuan.Terima kasih sudah membaca artikel ini.Sampai jumpa di postingan berikutnya

%d blogger menyukai ini: