Belajar Mengenai Pengertian Dari Cek dan Jenisnya Secara Lengkap

Belajar Mengenai Pengertian Dari Cek dan Jenisnya Secara Lengkap

Belajar Mengenai Pengertian Dari Cek dan Jenisnya Secara Lengkap. Cek sebagai salah satu perantara keuangan yang mempunyai kelebihan yang lumayan terjamin digunakan mengingat tidak butuh membawa-bawa uang dalam jumlah yang banyak.Cek ialah alat pembayaran yang legal yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk orang-orang yang membutuhkannya.

Tetapi semakin majunya pertumbuhan teknologi,cek jadi suatu alat yang jarang digunakan, mengingat pertumbuhan teknologi yang sangat cepat. Digantikan dengan suatu aplikasi yang dinamakan internet banking ataupun mobile banking selaku alat transfer yang sederhana serta real time. Berikut ini data terperinci tentang pengertian dari cek ,jenis,masa berlaku ,penanganan dan metode serta cara pencairannya.

1. Pengertian Dari Cek

Pengertian dari cek( cheque) merupakan surat ataupun warkat yang berisi perintah tidak bersyarat dari nasabah supaya bank tersebut membayarkan sejumlah uang yang tertera pada tulisan itu kepada orang ataupun pembawanya.Dengan demikian, cek ialah salah satu surat berharga yang memiliki kegunaan selaku alat pengubah semacam uang. Buat membuat cek, terlebih dulu wajib membuka giro di bank yang bersangkutan.

Dasar hukum pengaturan cek diatur dalam Pasal 178 hingga dengan 229 KUH Dagang. Di samping itu, terdapat bonus uraian yang dimuat dalam Surat Edaran Bank Indonesia. Dalam Pasal 178 KUH Dagang ditentukan ketentuan buat cek selaku surat berharga.Berikut ketentuan yang tercantum didalamanya.

  • Wajib ada perkataan“ cek” dalam bahasa yang dipakai untuk merumuskan bunyi kata tersebut.
  • Penyebutan bertepatan pada tempat penarikan cek.
  • Surat cek wajib berisi perintah tidak bersyarat buat membayar sejumlah uang tertentu.
  • Penunjukan tempat pembayaran.
  • Nama orang yang wajib membayar ( tertarik) wajib sering ke bank.
  • Tanda tangan orang yang menarik cek.

Dengan demikian, syarat-syarat di atas ialah ketentuan absolut serta salah satu tidak disebutkan akan memberkan arti bahwa surat tersebut tidak bisa dikatakan selaku cek sesuai Pasal 179 Ayat( 1) KUH Dagang.Tetapi, dalam Pasal 179 Ayat 2, 3 serta 4 KUH Dagang, cek bisa memiliki kekhususan.Untuk kekhususan itu dapat meliputi.

  • Tempat pembayaran tidak disebutkan secara tegas sehingga tempat pembayaran dianggap tempat yang disebutkan di samping nama sang tertarik.
  • Bila disebutkan tempat mana cek ditarik sehingga tempat yang disebutkan di samping nama sang penarik dikira sebagai tempat itu.
  • Tidak terdapatnya penunjukan sehingga cek wajib dibayar di tempat nama kantor pusat dari tertarik berada.


2. Jenis-Jenis Cek

Penarikan dana cek sangat bergantung dari jenis yang dikeluarkan oleh pemberi cek. Terdapat 5 jenis cek yang umumnya dikeluarkan, antara lain seperti di bawah ini.

A. Cek Atas Nama

Salah satu jenis cek ini diterbitkan buat seorang ataupun badan hukum yang tertera jelas dalam cek. Sehabis itu bank bakal mencairkan dananya kepada seorang ataupun badan hukum tersebut. Semisal, terdapat perintah bayar kepada Pak Aris sebesar Rp8 juta ataupun bayar kepada PT Sukses Maju sebesar Rp25 juta dan cek ini merupakan cek atas nama.

B. Cek Silang

Cek silang ialah cek yang diberi 2 ciri silang di sudut pojok kiri atas sehingga cek yang sebelumnya tunai dapat berganti jadi nontunai.

C. Cek Atas Unjuk

Yang ini ialah kebalikan dari cek atas nama. Pada cek ini tak tertulis nama seorang ataupun badan hukum. Jadi siapa saja dapat menukarkan cek ataupun dengan kata lain dapat diuangkan oleh siapa saja yang menyerahkan cek ini kepada bank.

D. Cek Mundur

Cek mundur dapat dikatakan selaku cek yang diberi tanggal mundur dari tanggal saat ini. Selaku contoh, Bapak Bambang menerima cek tanggal 22 Agustus 2018, tetapi dalam cek tertulis tanggal 25 Agustus 2019.Maksudnya, Pak Bambang baru dapat mencairkan cek sesuai tanggal yang tertulis dalam cek. Umumnya cek mundur terjalin sebab terdapat kesepakatan antara pemberi serta penerima cek.

E. Cek Kosong

Cek kosong ialah cek yang dananya tidak terdapat di rekening giro.Misalnya, Bapak Hamzah menarik cek sebesar Rp28 juta sesuai yang tertera pada cek, namun dana yang ada di giro nyatanya cuma Rp26 juta.Maksudnya, Bapak Hamzah tidak dapat menarik dana disebabkan terdapat kekurangan sebesar Rp2 juta. Keadaan ini dinamakan dengan cek kosong.

Apabila seseorang nasabah mengalaminya hingga 3 kali, nasabah tersebut bakal dimasukkan ke black list Bank Indonesia( BI). Sehabis itu akan disebar ke segala perbankan yang terdapat di Indonesia sehingga yang bersangkutan tidak dapat berhubungan lagi dengan bank manapun.Tetapi walaupun sudah dimasukkan ke catatan hitam, nasabah bakal diberikan peringatan terlebih dulu secara lisan ataupun tulisan.Apabila bank dapat menutupi kekurangan dengan pertimbangan penarik adalah nasabah primer yang loyal terhadap bank serta tidak terdapat unsur kesengajaan, sehingga bank dapat membagikan fasilitas over draft. Dengan begitu nasabah terhindari dari catatan hitam perbankan

Arti dari cek


3. Masa Berlaku Cek

Wujud cek bank biasanya dikemas dalam wujud buku kecil seperti kuitansi tetapi dengan dimensi yang lebih kecil serta memakai kertas yang lebih bermutu.Ada pula tenggang waktu dari cek sekitar 70 hari semenjak tanggal penarikannya.Apabila sehabis waktu tersebut cek yang bersangkutan tidak diuangkan sehingga penarik tidak harus menyediakan dana buat cek yang bersangkutan.

Pasal 209 KUH Dagang, bila tiada penarikan kembali berlangsung hingga si tertarik (bank) boleh membayarnya juga sehabis berakhirnya tenggang waktu itu. Jadi, cek tidak otomatis batal sehabis masa tenggang 70 hari dilewatkan. Sang penarik wajib mengajukan surat pembatalan pada bank tertarik apabila ia tidak menginginkan pembayaran lagi.

4. Perihal yang Wajib Diperhatikan Saat Memakai Cek

Pemakaian cek pada prinsipnya sudah diatur pada ketentuan bank yang mengeluarkan cek tersebut. Untuk yang ingin mengindari penipuan serta peredaran cek kosong, di bawah ini merupakan sebagian perihal yang perlu dicermati.

  • •. Owner rekening giro ataupun penarik wajib harus menyediakan beberapa dana yang tertulis pada cek disaat pencairan ataupun cek ditunjukkan kepada bank tertarik. Penarik merupakan owner rekening giro yang diberi kuasa oleh pemilik rekening guna membayar, memindah buku ataupun mentransfer kepada pemegang ataupun orang yang disebutkan dalam lembaran cek. Tertarik di sini merupakan bank yang menerima perintah pembayaran oleh owner rekening memakai lembaran cek ataupun bilyet.
  • Kedaluwarsa lembaran cek dihitung sehabis 6 bulan. Di mana, tanggal ini dihitung semenjak tanggal berakhirnya penawaran. Tenggat waktu menampilkan cek merupakan 70 hari semenjak waktu ataupun tanggal penarikan.
  • Coretan yang terdapat pada tiap lembar cek wajib ditandatangani pemilik rekening, tanpa tandatangan cek tidak berlaku.
  • Bila rekening giro tidak mempunyai dana memadai, hingga cek yang diberikan merupakan cek kosong.
  • Perbedaan antara nominal angka serta yang ditulis dalam huruf pada tiap lembaran, sehingga nilai yang bakal diacu merupakan nominal ataupun nilai yang tertera ditulis dalam huruf.
  • Disaat cek diperuntukan kepada bank tertarik serta rekening giro tidak memiliki dana yang memadai, sehingga cek disebut cek kosong.


5. Metode Pemakaian serta Pencairan Cek

Untuk yang ingin memakainya, dianjurkan buat berhati-hati mengingat ini mempunyai resiko keuangan yang lumayan besar serta rentan terhadap penipuan ataupun bahkan penyalahgunaan di tangan yang salah.Buat itu berikut ini metode memakai serta mencairkannya yang wajib untuk diketahui.

A. Orang Yang Ditunjuk Dapat Dipercaya.

Metode yang awal wajib dikerjakan dalam menggunakannya yakni dengan membenarkan orang yang ditunjuk tersebut dapat dipercaya buat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

B. Perhatikan Waktu Serta Tanggal Yang Pas.

Metode buat mengesahkannya yaitu dengan membalikkannya dan menandatangani baris dengan “x” di kiri. Perihal ini berguna apabila kehilangan cek tersebut serta tidak dapat diuangkan.Bila tidak mengesahkannya,perihal tersebut membuat bank akan susah mencairkannya dari seorang dengan motif tersembunyi.

C. Perhatikan Masa Berakhir

Beberapa yang dibayarkan oleh pemberi kerja ataupun bukan cek individu, memiliki tanggal kadaluarsa. Tetapi apabila tidak mempunyai tanggal kadaluarsa, bank tidak boleh menerimanya sehabis 6 bulan ditulis, buat itu dianjurkan harus mencairkannya sesuai waktunya.

Demikianlah ulasan tentang pengertian dari cek ,jenis,masa berlaku ,penanganan dan metode serta cara pencairannya.Semoga artikel ini membantu pembaca untuk lebih menambah wawasan.Selanjutnya terima kasih sudah berkunjung ke blog ini.

%d blogger menyukai ini: