e"

Pembahasan Pengertian Pembayaran Menurut Para Ahli ,Komponen,Alat,Sistem dan Prinsipnya Secara Lengkap

Pembahasan Pengertian Pembayaran Menurut Para Ahli ,Komponen,Alat,Sistem dan Prinsipnya Secara Lengkap
Sistem,alat dan pengertian pembayaran menurut para ahli

Pembahasan Pengertian Pembayaran Menurut Para Ahli ,Komponen,Alat,Sistem dan Prinsipnya Secara Lengkap. Masih banyak orang yang belum mengenal tentang makna dari pembayaran walaupun, pembayaran sudah tumbuh sangat pesat di Indonesia. Terdapat bermacam-macam pembayaran yang ada buat mempermudah proses transaksi.

Keberadaan pembayaran membawa pergantian yang besar dalam kehidupan masyarakat.Oleh karena itu dengan keberagaman tersebut, banyak orang butuh mengenali pembayaran supaya mempermudah mereka dalam mengerti tentang pembayaran yang lagi tumbuh di Indonesia.Berikut ini pembahasan pengertian pembayaran menurut para ahli ,komponen,alat,sistem dan prinsipnya secara lengkap

1. Pengertian Pembayaran

Pengertian pembayaran yakni proses pertukaran mata uang ataupun nilai moneter untuk barang, jasa, ataupun data.Bisa disimpulkan kalau pembayaran yaitu perpindahan hak atas nilai antara pihak pembeli dan pihak penjual yang sehingga terjadi perpindahan hak atas produk.

2. Pengertian Pembayaran Menurut Para Ahli

Berikut di bawah ini pengertian pembayaran menurut para ahli

A. UU Nomor. 23 Pasal 1 (1999:6)

Pengertian pembayaran menurut para ahli yang pertama dan terkumpul dalam UU Nomor 23 pasal 1 (1996:6) yaitu melaporkan bahwa pembayaran mencakup ketentuan,lembaga, serta mekanisme yang digunakan buat melakukan pemindahan dana yang berguna dalam memenuhi kewajiban dari aktivitas ekonomi.

B. Hasibuan (2010:117)

Pengertian pembayaran menurut para ahli kedua yaitu Hasibuan (2010: 117) yang mengartikan pembayaran sebagai berpindahnya hak kepemilikan atas uang dari pembayar kepada penerimanya, baik langsung ataupun lewat media perbankan.

C. Tirto Waluyo (2010)

Pengertian pembayaran menurut para ahli yang terakhir yaitu Tirto Waluyo( 2010), pembayaran yaitu suatu aksi menukarkan barang atau uang dengan iktikad serta tujuan yang sama yang dilakukan oleh 2 orang ataupun lebih.

3. Komponen Sistem Pembayaran

A. Penyelenggara

Salah satu komponen sistem pembayaran yakni berbentuk penyelenggara, komponen ini ialah lembaga yang bisa membenarkan penyelesaian akhir dari segala transaksi yang terjalin di dalam penggunaannya.

B. Regulator

Regulator ialah komponen yang mempunyai wewenang dalam mengendalikan ketentuan pembayaran, syarat serta kebijakan yang mengikat segala komponen dalam sistem pembayaran yang dilakukan.

C. Infrastruktur

Dalam komponen ini, infrastruktur yakni fasilitas fisik yang menunjang dalam proses operasional dari sistem pembayarannya yang dilakukan oleh orang yang melakukan transaksi.

D. Pengguna

Pengguna ini ialah komponen dari sistem pembayaran seperti konsumen dalam menggunakan sistem pembayaran.

E. Instrumen

Berikutnya merupakan komponen instrumen. Dalam komponen instrumen ini yakni alat pembayaran yang dilakukan baik secara tunai ataupun secara non tunai yang disepakati oleh para pengguna dalam melaksanakan suatu transaksi.




Alat Pembayaran

4. Alat Pembayaran

A. Alat Pembayaran Tunai

Pembayaran tunai yakni pembayaran yang telah lama sekali digunakan oleh manusia. Fungsi dari alat ini yakni melakukan bermacam transaksi proses jual beli.Tidak hanya itu, pembayaran tunai yaitu pembayaran yang dilakukan dengan memakai mata uang tunai.

Jadi uang ialah alat pembayaran yang sangat awal dilakukan oleh umat manusia. Mata uang di Indonesia yang diciptakan oleh Bank Indonesia yaitu Rupiah.Mata uang yang tidak dikeluarkan oleh Bank Indonesia bakal disuabut uang palsu.Dalam meminimalisir penggandaan uang palsu, maka suatu negara meningkatkan uang non tunai selaku alat transaksinya dan pemerintah ikut menunjang proses tersebut, sebab buat pengadaan mata uang pada dasarnya membutuhkan biaya lebih mahal daripada uang non tunai.

B. Alat Pembayaran Non Tunai

a. Cek

Cek yakni kertas yang dapat dijadikan bukti kalau bank bakal mencairkan dana dari nasabah pada orang yang namanya telah tertulis pada cek.

b. Utang Debit

Pembayaran ini dilakukan dengan berhutang terlebih dulu pada bank, kemudian terutang akan memakainya.Setiap kali terutang memakai uang tersebut, maka akan di tulis pada kertas. Kemudian kertas tersebut bakal diproses oleh bank supaya terutang melunasi utang tersebut.

c. Giro

Hampir sama dengan cek, tetapi hal yang membedakannya yaitu giro bukan digunakan buat mencairkan uang atas nama yang tertulis di atas kertas, tetapi buat memindahkan uang dari rekening nasabah lain pada rekening nasabah yang tertera di atas kertas.

d. Uang Elektronik

Uang elektronik yakni salah satu dari jenis pembayaran yang dapat dipakai dalam bermacam transaksi pembelian.Pengguna cuma wajib menyetorkan uang pada pihak ketiga supaya dapat diganti jadi uang elektronik.Contoh industri yang sediakan duit elektronik ini merupakan OVO, GO- pay, dll.

e. Kartu Kredit

Pengertian dari kartu kredit yakni salah satu alat pembayaran non tunai yang sangat populer, sebab segala orang telah memakai kartu yang satu ini supaya aktivitas pembayarannya dapat berjalan dengan mudah.Proses hampir sama dengan memakai utang debit, cuma saja pemakaian kartu ini nyaris sama dengan ATM, tetapi penggunaannya lebih gampang.

5. Sistem Pembayaran

  • Barter, ialah bentuk perniagaan yang tidak menggunakan sembarang perantara pertukaran, di mana produk yang ditukar dengan yang lain dan dilakukan oleh 2 pihak atau lebih.
  • Uang Giral, Menurut UU Nomor. 7 tentang Perbankan tahun 1992 mengartikan uang giral adalah tagihan yang terdapat di bank umum, yang bisa digunakan sewaktu-waktu selaku alat pembayaran. Bentuk uang giral bisa berupa cek, giro maupun telegrafik transfer.
  • Uang Kartal, yakni alat pembayaran yang legal serta harus diterima oleh masyarakat dalam bertransaksi jual beli setiap hari. Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam.
  • Card Based Payment, yakni pembayaran dengan memakai kartu yang disebut smartcard.
  • E-Money, yakni nilai uang yang ditaruh dalam media elektronik yang dipunyai seorang.

6. Kedudukan Bank Sentral Dalam Pembayaran

  • Pemakai sistem pembayaran yaitu bank sentral memiliki transaksi yang harus dilakukan seperti setelmen dari pembuatan pasar terbuka, transaksi devisa,pembayaran tagihan, gaji dan pensiun
  • Penyedia sistem pembayaran yaitu bank sentral yang menyediakan sarana dan menyelenggarakan sistem pembayaran.
  • Anggota sistem pembayaran yaitu bank sentral perlu membayar dan menerima pembayaran atas nama nasabahnya sendiri misalnya pemerintah dan lembaga keuangan internasional.
  • Pelindung kepentingan universal yakni selaku regulator, pengawas anggota sistem pembayaran,administrasi, perencanaan dan arbitrase jika terdapat perselisihan.

7. Resiko Pembayaran Menurut Para Ahli

A. Sheppard (1996)

  • Resiko kredit, resiko ini timbul dari nasabah yang melakukan transaksipembayaran. Resiko ini yang pertama yaitu resiko sebab dana y ang dipunyai oleh nasabah tidak cukup dan resiko yang timbul yang dikarenakan alat pembayaran yang digunakan oleh nasabah ditolak.
  • Resiko penyelenggara setelmen (yang bukan bank sentral) yakni resiko yang timbul karena kegagalan sistem pembayaran.
  • Resiko setelmen yakni resiko yang timbul yang dikarenakan keterlambatan setelmen antara bank-bank yang ikut serta dalam transaksi. Keterlambatan tersebut diakibatkan oleh dua hal yaitu keterlambatan penyampaian instruksi pembayaran dari bank pengirim ke bank penerima dan keterlambatan penyelenggaraan setelmen.

B. CPSS- BIS (1996)

  • Resiko kredit yakni resiko yang timbul disaat salah satu partisipan dalam sistem pembayaran tidak bisa memenuhi kewajibannya disaat jatuh tempo di masa akan datang
  • Resiko operasional yaitu resiko yang ditimbulkan oleh aspek operasional,misalnya kesalahan penggunaan teknis ataupun operasional, yang bisa menimbulkan atau memperparah resiko kredit dan resiko likuiditas.
  • Resiko likuiditas yaitu resiko yang timbul disaat salah satu partisipan dalam sistem pembayaran tidak mempunyai dana mencukupi buat pemenuhan kewajibannya disaat jatuh tempo walaupun bisa saat di masa mendatang
  • Resiko sistemik yakni ketidakmampuan satu partisipan dalam pemenuhan kewajibannya atau kendala dalam sistem yangmenimbulkan ketidakmampuan peserta lain buat memenuhi kewajiban mereka yang jatuh tempo.Kegagalan pembayaran ini bisa menyebar luas dan bisa membahayakan sistem ataupun pasar keuangan.
  • Resiko hukum yakni krangka hukum yang lemah ataupun ketidakpastian hukum yang bisa menimbulkan ataupun memperparah resiko kredit serta resiko likuiditas.

8. Prinsip-Prinsip Sistem Pembayaran

A. Sistem Mempunyai Landasan Hukum Yang Kuat

Sistem pembayaran wajib mempunyai landasan hukum yang kuat dengab sistem pembayaran diatur oleh pemerintah yang legal. Di Indonesia, sistem pembayaran diatur dalam konstitusi.

B. Sistem Mempunyai Prosedur Yang Jelas Tentang Dampak Kredit dan Likuiditas

Sistem wajib mempunyai prosedur yang jelas tentang resiko kredit dan likuiditas. Contohnya disaat partisipan tidak bisa membayar kredit ketika sudah jatuh tempo ataupun partisipan kekurangan uang buat membayar saat jatuh tempo.Buat mengatasi kedua perihal tersebut, wajib terdapat prosedur yang jelas serta sesuai dengan hukum yang berlaku.

C. Sistem Memiliki Ketentuan Yang Membolehkan Partisipan Mempelajari Dampak Keuangan

Sistem pembayaran wajib mempunyai ketentuan dan prosedur yang bisa dibaca dan dipelajari oleh partisipan pembayaran.Perihal tersebut dilakukan supaya partisipan dalam sistem pembayaran bisa mempelajari dampaknya. Contohnya yaitu dampak kredit,hukum, likuiditas,sistemik dan operasional.

D. Sistem Dengan Multilateral Netting Sanggup Membenarkan Penyelesaian Setelmen Yang Cepat

Sri Mulyati Tri Subari dan Acarya dalam buku Kebijakan Sistem Pembayaran di Indonesia (2003), mengatakan kalau multilateral netting bank sanggup membuat satu posisi final buat seluruh bank mitranya, sehingga cuma terdapat satu setelmen buat tiap bank.

E. Sistem Wajib Menjamin Setelmen Pada Hari Yang Sama

Sistem pembayaran wajib menjamin setelmen pada hari yang sama maksudnya bisa menuntaskan transaksi dalam hari yang sama.Contohnya seseorang partisipan mengirim uang dari bank ke bank lain, sehingga bank tersebut wajib dapat melaksanakan setelmen (menuntaskan dan memberikan bukti transaksi) pada hari yang sama.

F. Sistem Menjamin Keamanan, Kepercayaan, dan Mempunyai Penindakan Darurat

Sistem pembayaran wajib menjamin keamanan dan kepercayaan pesertanya. Perihal tersebut berarti sistem pembayaran dalam menyimpan informasi dan dana pesertanya sebagai rahasia supaya tidak terjalin penyalahgunaan.Salah satu prinsip dalam kebijakan sistem pembayaran yakni aman.

Prinsip aman berarti resiko dalam sistem pembayaran bisa dikelola serta dimitigasi dengan baik oleh penyelenggara sistem pembayaran. Resiko ini yaitu resiko likuiditas, kredit, dan fraud.Sistem pembayaran wajib juga mempunyai prosedur penangan darurat buat melindungi partisipan contohnya ketika terjadi kehilangan maupun penipuan(fraud).

G. Asset Yang Digunakan Buat Setelmen Terletak Di Bank Sentral

Bermacam asset yang diperlukan buat melaksanakan setelmen ataupun penyelesaian transaksi terletak di bank sentral guna melindungi stabilitasnya.

H. Sistem Menyediakan Alat Pembayaran Yang Instan dan Efisien

Sistem pembayaran wajib menyediakan alat pembayaran yang sifatnya instan dalam penggunaannya tetapi efektif buat memajukan sistem perekonomian.

I. Sistem Mempunyai Tujuan dan Kriteria Yang Transparan

Sistem pembayaran wajib mempunyai kriteria, tujuan, prosedur, manfaat, dan dampak yang transparan serta bisa diakses datanya oleh partisipan.Perihal ini wajib dilakukan dan berguna dalam menegakan keadilan serta menghilangakan penyelewengan dalam sistem pembayaran. Seluruh orang wajib memperoleh kesetaraan akses data yang sama tanpa terdapatnya dominasi ataupun perbandingan.

J. Pengaturan Dari Sistem Bersifat Efisien, Akuntabel, dan Transparan

Ketentuan yang terdapat dalam sistem pembayaran wajib efisien untuk perekonomian, transparan, dan akuntabel. Akuntabel berarti bisa dipertanggung jawabkan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Demikianlah pembahasan pengertian pembayaran menurut para ahli ,komponen,alat,sistem dan prinsipnya secara lengkap.Saya berharap artikel ini dapat menambah wawasan pembaca.Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

%d blogger menyukai ini: