e"

Pembahasan Perbedaan Kuesioner dan Angket serta Jenis-Jenis maupun Contohnya

Pembahasan Perbedaan Kuesioner dan Angket serta Jenis-Jenis maupun Contohnya
Pembahasan Perbedaan Kuesioner dan Angket serta Jenis-Jenis maupun Contohnya

Pembahasan Perbedaan Kuesioner dan Angket serta Jenis-Jenis maupun Contohnya. Kuesioner dan angket jadi salah satu aspek berarti dalam riset sosial. Dimana keduanya ialah bentuk daripada metode pengumpulan informasi yang dapat dipergunakan dalam riset survei.

1. Perbandingan Kuesioner dan Angket Dalam Pengertian

Pengertian dari kuesioner dan angket itu sama yaitu catatan persoalan atau masalah yang dikirim kepada responden baik secara langsung ataupun tidak langsung dan riset ini umumnya berupa persoalan ataupun statment yang bisa dijawab sesuau wujudnya kepada informan. Yang jadi perbedaan kuesioner dan angket ialah istilah. Kuesioner berasal dari bahasa Inggris (questionnaire) dan angket dari bahasa Indonesia.

2. Kelebihan dan Kekurangan Kuesioner atau Angket

A. Kelebihan

  • Tidak menggunakan periset.
  • Waktunya fleksibel, bergantung waktu senggang responden.
  • Sanggup dibagikan secara bersama-sama kepada semua responden.
  • Persoalan bisa distandarkan.
  • Bisa anonim ataupun tanpa nama sehingga responden tidak malu dalam menanggapi persoalan yang diajukan.

B. Kekurangan

  • Responden terkadang tidak cermat dan ada persoalan-persoalan yang terlewatkan.
  • Kuesioner kerap tidak kembali apabila dikirim melalui pos ataupun jasa pengiriman Iainnya.
  • Responden kerap tidak jujur walaupun anonim.
  • Responden dengan tingkatan pembelajaran tertentu mungkin kesusahan mengisi kuesioner.

3. Jenis Kuesioner atau Angket

A. Tipe Angket Bersumber pada Persoalan Yang Digunakan

  • Angket Terstruktur digunakan buat mengumpulkan informasi kuantitatif. Kuesioner direncanakan serta dirancang buat mengumpulkan data yang sangat khusus. Ini mengawali penyelidikan resmi, menaikkan informasi serta mengecek informasi yang terakumulasi sebelumnya dan memvalidasi hipotesis riset.
  • Angket Tidak Terstruktur digunakan dalam pengumpulan informasi kualitatif. Kuisioner dalam permasalahan ini mempunyai struktur dasar serta persoalan percabangan namun tidak ada yang menghalangi asumsi responden. Pertanyaannya lebih terbuka.Persoalan terbuka ini dapat merekam lebih banyak informasi sebab responden bisa menampilkan apa yang penting untuk mereka.
  • Angket Berskala,Pertanyaan dan persoalan ini didasarkan pada prinsip-prinsip dari 4 skala pengukuran-nominal, ordinal, interval dan rasio.
Jenis-jenis Kuesioner dan Angket

B. Jenis Angket atau Kuisioner Bersumber Pada Distribusi

  • Computer Questionnaire (Angket Online),Dalam jenis ini, periset mengirim kuisioner kepada responden lewat email ataupun media online yang lain serta responden dimohon buat mengisi kuesioner tersebut.Kelebihan tata cara ini yakni hemat biaya serta efektif waktu. Responden bisa menanggapi di waktu luang dan tidak tertekan,reaksi dapat lebih akurat. Sebaliknya kelemahannya yakni kalau responden bisa dengan gampang mengabaikan kuesioner ini.
  • Telephone Questionnaire (Angket Telepon),Dalam tipe kuesioner ini, seseorang periset melakukan panggilan telepon kepada responden buat mengumpulkan asumsi. Kelebihan tata cara ini yakni responsnya cepat dan responden siap menelepon serta ingin bicara.Namun kerugiannya yakni banyak kali responden ragu-ragu buat membagikan banyak data lewat telepon.
  • In-House Questionnaire (Angket Kunjungan),Tipe kuesioner ini dilakukan oleh seseorang periset yang mendatangi rumah ataupun tempat kerja responden. Keuntungan dari tipe kuesioner ini yakni responden terletak dalam area yang aman dan informasi yang mendalam bisa dikumpulkan. Kerugiannya yakni biayanya mahal.
  • Mail Questionnaire (Angket Surat),Kuisioner atau angket tipe ini saat ini telah usang namun masih digunakan dalam beberapa riset. Tata cara ini mengaitkan periset yang mengirimkan permintaan kuesioner fisik kepada responden yang bisa diisi serta dikirim kembali.Keuntungan dari tata cara ini yakni kalau responden bisa menuntaskannya di waktu luang dan menanggapi dengan jujur.Kerugiannya yakni tata cara ini mahal dan memakan waktu.

4. Ketentuan Membuat Kuesioner atau Angket yang Baik

  • Persoalan dibuat dengan bahasa yang jelas serta tidak ambigu ataupun multitafsir.
  • Banyak membaca harian yang bertajuk tentang riset dengan tata cara pengumpulan informasi memakai kuesioner.
  • Persoalan berkaitan dengan permasalahan yang bakal dipecahkan dalam riset, serta memakai bahasa baku yang gampang dimengerti.
  • Dalam membuat hasil yang lebih optimal tidak ada salahnya selaku periset yang membagikan kuesioner kepada responden memilih waktu yang pas serta upayakan jangan ada yang menggangu pihak responden.


5. Contoh Kuesioner atau Angket

Berikut dibawah ini merupakan contoh angket atau kuesioner dalam bidang pendidikan yang berkaitan dengan minat belajar peserta didik dalam mata pelajaran bahasa Inggris dengan keterangan pilihan jawaban.

  • SS = Sangat Setuju
  • S = Setuju
  • TS = Tidak Setuju
  • STS = Sangat Tidak Setuju

Demikianlah pembahasan perbedaan kuesioner dan angket serta jenis-jenis maupun contohnya.Saya berharap artikel ini dapat menambah wawasan pembaca.Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

%d blogger menyukai ini: