Mengenal Strategi Penjualan Upselling, Crosselling dan Downselling

Strategi Upselling,Crosselling dan Downselling Menambah Penjualan Produk Toko Online

Pemilik situs web toko online selalu ingin meningkatkan penjualan dan mendapatkan lebih banyak pelanggan baru.Tetapi mendorong penjualan tidak hanya dengan mendapatkan pelanggan baru.Anda juga dapat meningkatkan penjualan dengan mendorong jumlah nilai transaksi rata-rata yang dihabiskan pelanggan di toko online.Adapun cara melakukannya dapat menggunakan strategi upselling,crosselling dan downselling.

A. Apa itu Upselling?

Up-selling adalah teknik penjualan dan pemasaran di mana Anda meyakinkan pelanggan untuk membeli barang yang lebih mahal. Selain mempromosikan produk yang lebih mahal kepada pelanggan Anda, upselling biasanya melibatkan promosi layanan, bundel produk, atau kesepakatan paket yang lebih menguntungkan.
Misalnya, jika tampaknya pelanggan akan membeli smartphone model awal, Anda dapat meningkatkan penjualan kepada mereka dengan mempromosikan peningkatan ke smartphone model selanjutnya yang lebih berkualitas

1. Produk unggulan (Featured Product),

Upselling melalui produk unggulan mencermati produk berdasarkan kriteria subjektif yang telah Anda tentukan.Ini juga berguna untuk situs toko online yang baru saja dilaunching dan riwayat penjelajahan pelanggan belum tersedia.
Berikut adalah contoh dari ceritamaddi.com yang merupakan website pakaian wanita yang mempromosikan produk unggulan di beranda situs web mereka.

Produk unggulan (Featured Product)

2. Produk Baru,

Mempromosikan produk baru adalah variasi peningkatan penjualan dengan produk unggulan.Memang, ini bisa sangat menguntungkan, ketika ada konsumen baru dan layak untuk ditampilkan di beranda website.Banyak dari ini tergantung pada audiens target Anda dan sifat produk Anda.Strategi ini cocok untuk produk yang selalu update seperti smartphone atau model pakaian. Salah satu contohnya adalah website laku6.com yang sangat menekankan pada promosi produk baru dengan menampilkan produk di halaman beranda.

Produk Baru

3. Produk Terlaris,

Upselling dengan penawaran produk Anda yang paling populer merupakan cara yang sederhana dan sangat efektif untuk meningkatkan nilai transaksi rata-rata Anda dan meningkatkan stabilitas pendapatan dari toko online Anda.
Di luar frekuensi penjualan produk, lihat juga kunjungan halaman dan pilih untuk menentukan produk mana yang paling populer di toko Anda.
Berikut adalah contoh dari Tokopedia tempat mereka mempromosikan item terlaris di halaman beranda.

Produk Terlaris

4. Gratis Ongkos Kirim Untuk Pembelian Diatas Harga Tertentu,

Biaya pengiriman yang tinggi adalah alasan nomor satu pelanggan untuk meninggalkan keranjang belanjaan dan toko online Anda. Karena alasan ini, pengiriman gratis adalah insentif untuk pembeli untuk menyelesaikan pembayaran. Anda juga dapat menggunakan pengiriman gratis di atas jumlah yang telah ditentukan untuk mendorong pelanggan membeli produk yang lebih mahal.
Website Berrybenka.com, menggunakan metode upselling ini dengan minimal pembelian 300.000 rupiah agar mendapatkan gratis ongkir.

Gratis Ongkos Kirim Untuk Pembelian Diatas Harga Tertentu

5. Penawaran Harian (Daily Offers),

Penawaran harian adalah cara terbaik untuk meningkatkan penjualan dan menarik perhatian pengunjung yang kembali. Penawaran harian juga merupakan cara yang efektif untuk menjual produk unggulan karena meningkatkan rasa urgensi dan menambah rasa eksklusivitas saat produk “terbatas” atau tersedia “untuk satu hari saja”.
Saat membuat penawaran harian, ada baiknya meninjau data penjualan Anda untuk memastikan Anda memilih item yang paling menguntungkan dan memilih waktu terbaik untuk menampilkannya sebagai “daily offers”.
JD.ID menggunakan kata “DEAL of The DAY” di beranda mereka dengan tambahan diskon terhadap produk tersebut.

Penawaran Harian (Daily Offers)

6. Produk Yang Dilihat Pelanggan Lain.

Jika Anda tidak memiliki riwayat penjelajahan untuk pengunjung tertentu, Anda dapat menggunakan riwayat penjelajahan pengunjung lain untuk menampilkan produk guna meningkatkan penjualan. Mempromosikan produk serupa yang dilihat oleh pelanggan lain adalah salah satu jenis rekomendasi produk yang paling efektif.
Lihat pendekatan Lazada, di mana mereka menggunakan produk yang sudah dilihat oleh pelanggan lain di halaman produk mereka.

Produk Yang Dilihat Pelanggan Lain


B. Apa itu Cross-selling?

Cross selling adalah cara lain untuk meningkatkan penjualan Anda dengan menyarankan produk tambahan kepada pelanggan. Tujuannya di sini adalah untuk memastikan bahwa produk atau layanan tambahan yang ditawarkan kepada pelanggan Anda meningkatkan nilai yang mereka dapatkan dari toko Anda.
Misalnya, jika pelanggan akan membeli smartphone, Anda dapat menawarkan produk atau layanan pelengkap. Anda dapat menawarkan kartu memori, casing smartphone atau tempered glass.Intinya adalah menambahkan sesuatu yang membantu mereka memaksimalkan smartphone dan juga menghasilkan penjualan yang lebih menguntungkan untuk toko online Anda.

1. Produk Terkait (Related Product),

Produk terkait digunakan untuk menambahkan produk serupa atau terkait, seperti aksesori, atau suku cadang, dan membangun hubungan antara produk terkait dan produk asli. .Produk terkait mungkin sering digunakan bersamaan dengan produk yang sedang dilihat, tetapi tidak harus digunakan dengan produk sebenarnya.
Bukalapak menawarkan item serupa di halaman produk mereka dengan produk yang akan dipilih konsumen.

Produk Terkait (Related Product)

2. Produk Pelengkap,

Merekomendasikan produk pelengkap adalah cara yang bagus untuk melakukan cross selling saat Anda tidak memiliki riwayat penjelajahan pelanggan. Anda dapat menerapkan ini di beberapa kategori produk dengan menawarkan item yang terkait secara fungsional. Saat Anda melihat rangkaian produk Anda, Anda akan melihat bahwa sering kali mudah untuk menerapkan solusi ini.
Threebouquet melakukan cross-selling di situs mereka dengan menawarkan produk tambahan.

Produk Pelengkap

C. Apa Itu Down Selling?

Meskipun toko online sering kali mencari cara untuk menjual produk yang lebih mahal, menawarkan barang yang lebih murah kepada pelanggan juga dapat meningkatkan keuntungan. Di situlah down-selling berperan.
Down-selling adalah kebalikan dari up-selling. Ini dapat digunakan secara efektif ketika pelanggan mencoba strategi terbalik dari upselling untuk pembelian. Pada tahap ini, Anda perlu menyesuaikan penawaran Anda dengan anggaran pelanggan dan memberikan harga yang lebih baik atau lebih murah untuk item lain yang memiliki fitur serupa dengan item aslinya. Pendekatan ini akan memberi Anda kesempatan yang lebih baik untuk diterima, dan menjual sesuatu selalu lebih baik daripada tidak sama sekali.
Berikut contoh lain tentang smartphone. Jika pelanggan tidak mampu membeli smartphone keluaran tahun ini , Anda dapat merekomendasikan alternatif yang lebih murah, seperti model tahun lalu.

1. Diskon dan Penawaran,

Mempromosikan diskon dan penawaran khusus saat ini adalah salah satu cara termudah untuk menjangkau pengunjung yang sensitif terhadap harga. Terlepas dari kesederhanaannya, ini adalah teknik yang cukup efektif untuk down-selling.
Hijabenka menawarkan diskon +25% harga pakaian(clothing) menjadi 199.000 rupiah.Tetapi setelah meninjau detailnya,Kita mendapatkan penjelasan bahwa diskon khusus untuk halaman tersebut saja dan diskon tidak bisa digabung produk lain.



Diskon dan Penawaran
Diskon dan Penawaran
Terbaik

2. Penawaran Khusus di Email,

Ketika pengunjung meninggalkan situs Anda tanpa membeli, tetapi mendaftar ke daftar email Anda, Anda dapat menjual kepada mereka dengan penawaran khusus di email. Seringkali pembeli tidak siap karena alasan keuangan, dan diskon dapat membantu mereka menyesuaikan pembelian dengan anggaran mereka.
Anda dapat mengirim penawaran down selling ke pelanggan yang sudah ada melalui email.
Di Tokopedia, setelah Anda mendaftar untuk buletin mereka, Anda akan mendapakatkan email berisi diskon maupun khusus lainnya. Berikut adalah penawaran khusus yang dikirim melalui email yang mereka gunakan untuk mendorong pengunjung kembali ke situs mereka dan melakukan pembelian.

Kesimpulan

Dalam artikel ini Saya hanya berfokus pada strategi up selling, cross selling dan down selling. Nyatanya, hampir setiap toko online memiliki strategi tersendiri untuk menjual lebih banyak dan meningkatkan nilai transaksi rata-rata. Dengan menggunakan strategi dan contoh ini, Anda dapat membangun strategi terbaik Anda sendiri dengan menggabungkan ketiga teknik.

%d blogger menyukai ini: