Mengenal Definisi, Prosedur dan Syarat Syarat Hibah

Mengenal Definisi, Prosedur dan Syarat Syarat Hibah

Masyarakat telah familiar dengan istilah menghibahkan suatu barang kepada orang lain. Mereka cuma paham kalau barang yang dihibahkan bakal langsung diberikan begitu saja. Namun sesungguhnya menghibahkan sesuatu barang yang jumlahnya banyak itu ada ketentuan di dalam undang- undang yang wajib diikuti. Berikut ini terdapat sebagian perihal mengenai definisi, prosedur, syarat syarat hibah yang perlu buat diketahui.

1. Definisi Hibah

Definisi hibah ialah pemberian yang dilakukan secara sukarela dengan mengalihkan hak atas kepemilikan suatu barang kepada pihak lain.Gagasan penghibahan pasti berasal dari pemberi hibah dan bukan dari penerimanya.Sebab pemberian hibah dilakukan secara cuma-cuma, terkadang hibah dapat diartikan juga sebagai hadiah kepada orang lain.

Suatu yang dihadiahkan bisa berbentuk beberapa barang bergerak serta beberapa barang tidak bergerak, contohnya properti serta tanah. Barang ataupun harta tersebut dihibahkan kepada pihak lain pada saat pemberi hadiah masih hidup. Tidak hanya orang, harta yang dihibahkan pula dapat diberikan kepada lembaga, misalnya lembaga pendidikan.



2. Syarat Syarat Hibah,

Syarat syarat hibah dari pemberi maupun penerimanya dan tata metode hibah bersumber pada KUH Perdata:

  • Pemberi hadiah harus sudah dewasa, yaitu pintar menurut hukum, kecuali dalam hak yang diresmikan dalam bab ke tujuh dari buku ke satu KUH Perdata ( Pasal 1677 KUH Perdata)
  • Akta notaris dengan naskah aslinya wajib disimpan oleh notaris serta apabila sudah dilaksanakan demikian maka proses pengalihan itu legal.( Pasal 1682 KUH Perdata)
  • Hibah untuk anak-anak di bawah kuasa orangtua atau perwalian wajib diterima oleh orang yang melaksanakan kuasanya yaitu orang tua atau walinya yang sudah diberi kuasa oleh Majelis Hukum Negara.Pemberian kuasa mengartikan bahwa ini sudah legal walaupun yang memberinya sudah meninggal saat sebelum terjalin pemberian kuasa tersebut( Pasal 1685 KUH Perdata).

Selanjutnya hibah sebagaimana diatur dalam Pasal 1688 KUH Perdata,yang memastikan kalau sesuatu penghibahan tidak dapat dicabut ,kecuali dalam hal- hal berikut:

  • Jikalau syarat syarat hibah itu tidak dipenuhi oleh penerima.
  • Bila orang yang telah diberi hibah dinyatakan bersalah karena melakukan ataupun turut melaksanakan suatu usaha kejahatan kepada diri penghibah.




Syarat syarat dari suatu hadiah

3. Pembuatan Dokumen Akta Hibah

Sebagaimana peralihan hak atas tanah yang lain, prosesnya juga butuh disaksikan, didampingi, dan dibikin di hadapan PPAT. Wajib terdapat akta PPAT di dalam proses ini, cocok dengan syarat Peraturan Pemerintah No 37 Tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah.

Selanjutnya yaitu pembuatan dokumen dan berkas-berkas yang harus dibawa oleh pemberi maupun penerimanya untuk pembuatan akta hibah supaya barang beralih kepemilikan di PPAT.

  • Formulir permohonan yang telah diisi serta ditandatangani pemohon ataupun kuasanya, di atas materai cukup.
  • Fotokopi bukti diri pemohon atau penerima hak ( kartu tanda penduduk,kartu keluarga) dan kuasa apabila dikuasakan.
  • Sertifikat asli dari tanah yang dihibahkan.
  • Akta hibah beserta pengantar dari PPAT.
  • Ijin pemindahan hak, apabila dalam sertifikat atau keputusannya dicantumkan ciri yang melaporkan kalau hak tersebut cuma boleh dipindahtangankan bila sudah diperoleh ijin dari lembaga yang berwenang.
  • Fotokopi SPPT PBB tahun berjalan yang sudah dicocokan dengan aslinya oleh petugas loket.
  • Penyerahan fakta SSB ( BPHTB ) danbukti SSP atau PPH buat perolehan tanah lebih dari 60 juta rupiah.
  • Surat Pernyataan Tidak Dalam Sengketa
  • Surat Kemampuan Fisik yang ditandatangani pemberinya serta dilegalisasi notaris.

Bila seluruh perihal di atas telah terpenuhi, serta tiap-tiap pihak telah membenarkan kalau tanah dan bangunan tidak dalam sengketa, hingga akta hibah dibuatkan oleh pihak PPAT, dengan disaksikan oleh 2 orang saksi.

Kemudian penerimanya dapat mengurus proses peralihan di kantor pertanahan untuk membuat status tanah hibah menjadi miliknya.Dengan adanya akta hibah yang sah maka akan meminimalisir sengketa di kemudian hari.Selain itu dengan membaca artikel ini tentang definisi, prosedur dan syarat syarat hibah ,semoga dapat menambah pengetahuan para pembaca.

%d blogger menyukai ini: